.

.

.

.

.

    , , , , ,

    ELVIPS.COM - Sebanyak 386 jamaah calon haji kloter pertama embarkasi Jakarta diberangkatkan pagi ini dari Pondok Gede, Jakarta Timur. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek ikut melepas keberangkatan pertama haji 2017.

    "Senantiasa mengharapkan keberkahan dan dengan mengucap bismillah, pada pagi hari ini kami melepas keberangkatan bapak dan ibu semua untuk melaksanakan ibadah haji," ucap Lukman Hakim di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (28/7/2017) pukul 04.35 WIB. 

    Dalam sambutannya Lukman berpesan untuk para jamaah haji agar saling menjaga diri satu dengan lainnya. Hal ini karena mayoritas jamaah haji tahun ini telah berusia lanjut. 

    "Dimohon untuk saling menjaga satu dan lainnya, serta jika ingin pergi sedianya tetap bersama rombongan atau bila ingin pergi ke masjidil haram sendiri sedianya menghubungi ketua kelompoknya," lanjut lukman. 

    Total kuota jemaah haji Indonesia tahun ini sebanyak 221.000, terdiri dari 204.000 jemaah haji reguler dan 17.000 jemaah haji khusus.

    Gelombang pertama akan terbang menuju Madinah Arab Saudi untuk menjalani ibadah Arbain (Jamaah haji mengejar keutamaan salat wajib 40 waktu tanpa putus di masjid Nabawi) selama 8-9 hari. Setelah itu, mereka secara bertahap diberangkatkan menuju Makkah untuk menjalani proses ibadah haji.

    , , , ,



    ELVIPS.COM - Saya sebetulnya terus mengamati nasib Rizieq di era Kapolri Tito. Setelah menikmati masa kejayaan di era SBY sebagai ‘attack dog’nya aparat, kini di jaman Ahok-Jokowi merana. Saat Tito menjadi Kapolda Metro Jaya 2014, 21 Anggota FPI termasuk Habib Novel ditangkap. Novel sendiri masuk penjara. Sejak saat itu kiprah FPI meredup dan mulai berkedip-kedip.

    Akan tetapi nasib tidak bisa diprediksi. Kesempatan emas bagi FPI datang tanpa diundang. Keputusan SBY menjadikan puteranya, Agus sebagai calon Gubernur DKI, membuat FPI tersenyum lebar. Publik paham bahwa lawan tangguh Agus adalah Ahok. SBY yang cerdas, lagi-lagi menggunakan FPI sebagai ‘attack dog’nya. Seolah SBY kembali ingat masa lalu, ketika ia seolah-olah membiarkan FPI sebagai ‘attack dog’ aparat. SBY paham bahwa Ahok bisa ditekuk dengan senjata agama.

    Seandainya Ahok tidak menyerempet Surat Al-Maidah ayat 51 itu, Ahok tetap saja menjadi sasaran kampanye SARA Habib Rizieq. Publik juga yakin bahwa menjelang Pilkada DKI, FPI akan bergerak lebih ganas berkampanye anti Ahok. Lima tahun sebelumnya FPI dengan di bawah pimpinan Rizieq, telah berjuang menghentikan Ahok dengan berbagai cara. Nah, dengan adanya pencalonan Agus dari kubu Cikeas, Rizieq-FPI seolah mendapat teman baru, energi baru.

    Bagai mendapat durian runtuh, sebaris ucapan Ahok tentang Surat Al-Maidah itu digunakan menjadi senjata dahsyat. Dipicu dengan video Buni Yani yang telah diedit, ucapan video Ahok bagai kilat menyebar ke seluruh pelosok jagat maya. Jadilah Rizieq dengan cekatan memanfaatkan ucapan Ahok itu untuk menghimpun dukungan.

    Lewat Fatwa MUI, Rizieq membentuk GNPF-MUI. Aksi bela Islam I, II dan III terlaksana membahana. FPI kembali berjaya. Rizieq mendapat gelar sebagai ‘The man of the year’ dari komunitas Tionghoa. Mantap. Rizieq juga terlihat beberapa kali bertemu dan duduk bersama dengan Kapolri Tito. Yang menarik adalah kesediaan Tito merangkul Rizieq.

    Taktik Tito merangkul Rizieq sebetulnya, hanyalah sementara. Alasannya, saat gencar-gencarnya aksi demo, posisi Rizieq lagi di awang-awang. Rizieq bagai aktor hebat yang sedang memanen dukungan untuk menghantam Ahok. Ia dengan amat mudah dapat bersatu dengan para lawan politik Ahok untuk menghancur-leburkan Ahok.

    Tito yang cerdas mengikuti arah angin yang memihak Rizieq. Ia merapat dan duduk bersama dengan Rizieq untuk sementara. Dan Tito berhasil. Rizieq bagai singa ganas, dapat dijinakkan dengan elusan halus di punggung. Taktik Tito yang mau berbicara dengan Rizieq berefek aksi demo berlangsung damai dan bahkan super damai.

    Jelas, Rizieq tidak selamanya di atas angin. Ketika arah angin mulai menghuyunkan Rizieq, Tito sudah siap menerjangnya. Tito sangat paham, bahwa orang yang berada di balik kasus-kasus intoleran selama ini adalah Rizieq dengan FPI-nya. Dengan menekuk Rizieq dan FPI-nya maka NKRI sebetulnya amat mudah ditegakkan.

    Akan tetapi Tito tidak langsung menekuk Rizieq. Tito juga paham bahwa ada beberapa kekuatan di belakangnya. Jadi untuk menekuk Rizieq, maka orang-orang yang sempat membuat dia berada di atas angin, yang pertama-tama dipreteli. Dan itulah yang terjadi. Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, dan kawan-kawan, sudah ditekuk. Setelah itu, kini kubu Cikeas sedang dipanah terkait penyandang dana makar. Gde Sardjana yang telah terbukti mentransfer uang ke Jamran, adalah pintu awalnya.

    Ketika angin sudah mereda dan Rizieq sudah berada di daratan, saatnya mulai menekuk Rizieq. Laporan-laporan tentang Rizieq soal penistaan agama, laporan tentang penghinaan Pancasila, serta laporan penghinaan uang baru, kini mulai diproses. Nah, tentu saja di antara laporan-laporan itu, yang paling sensi adalah laporan tentang penghinaan Pancasila. Hal itu mendapat moment bagus ketika militer Australia menghina Pancasila menjadi Pancagila.

    Jika Gatot dengan tegas memutuskan hubungan militer Indonesia dengan Australia karena menghina Pancasila, mengapa Rizieq yang menghina Pancasila dibiarkan bebas berkeliaran? Jelas momen tepat datang. TNI dan segenap rakyat mendukung Polisi mengusut si penista Pancasila, Habib Rizieq. 

    Panggilan pemeriksaan kepada Rizieq untuk diperiksa 5 Januari 2017 dilakukan. Prediksi polisi bahwa Rizieq tidak datang, lagi-lagi benar. Bukankah saat dipanggil terkait soal makar kemarin, Rizieq juga tidak datang? Rizieq mangkir dengan alasan sakit. Kalau demo tidak sakit, kalau diperiksa polisi sakit. Menarik. Pertanyaannya mengapa Rizieq sakit saat dipanggil soal Pancasila?

    Sebetulnya Rizieq dilanda stress saat mempertimbangkan panggilan polisi itu. Kalau Rizieq datang, ia merasa malu. Bagaimana mungkin orang pembawa damai “The man of the year’ memenuhi panggilan polisi Jawa Barat? Bukankah Rizieq pernah berdiri sejajar dengan Jokowi saat demo 212? Bagaimana mungkin seorang Rizieq yang pernah duduk sejajar dengan Tito, memenuhi pangilan polisi Jawa Barat? Lalu bagaimana mungkin Habib Rizieq, yang didaulat sebagai imam besar umat Islam Indonesia datang untuk diperiksa? Malu.

    Akan tetapi kalau tidak mau datang, Rizieq ingat wajah Tito. Tito adalah Kapolri cerdas, tegas dan berani. Dialah yang menekuk FPI saat mendemo Ahok di Balai Kota. Selama Tito menjadi Kapolda Metro Jaya, Rizieq dengan FPInya terpaksa memilih tiarap. Namun kalau panggilan polisi itu tidak dipenuhi apa kira-kira reaksi Tito? Mungkinkah dia akan menjemput paksa saya alias ditangkap. Memikirkan hal itu, Rizieq sakit, stress.

    Jawaban perdebatan pikiran Rizieq itu, akhirnya dia mendapatkannya hari ini (9/1/2017). Tito sudah mengeluarkan ancaman bahwa jika Rizieq mangkir, maka akan dijemput paksa. Menurut Tito, Rizieq tidak memenuhi panggilan penyidik pada tanggal 5 Januari 2017 lalu dengan alasan sakit. Karena itu Rizieq rencananya akan diperiksa kembali pada tanggal 12 Januari 2017 mendatang.

    “Yang bersangkutan (Rizieq Shihab) sedang diproses hukum di Jawa Barat. Dipanggil tanggal 5 Januari kemarin tapi tidak hadir dengan alasan sakit. Dipanggil kembali tanggal 12 Januari 2017”, ujar Kapolri Tito. “Kita lihat, datang atau tidak. Jika datang diperiksa. Jika tidak, sesuai hukum, KUHP tentu kita lakukan surat perintah membawa”, tegas Tito seperti dilansir oleh Merdeka.com (9/1/2017).

    Saya yakin bahwa Tito kini mendapat momen yang tepat untuk menekuk Rizieq. Ketika Indonesia tegas kepada Australia yang menghina Pancasila, maka Indonesia juga tegas kepada seorang Rizieq yang melakukan hal yang sama. Dan sentimen inilah yang hendak dipakai Tito untuk menekuk Rizieq. Akankah Rizieq menolak datang lagi? Atau dia memilih untuk dijemput paksa? Mari kita dengar jawaban sikura-kura.

    https://seword.com/politik/taktik-jitu-kapolri-tito-tekuk-habib-rizieq/

    , , ,


    ELVIPS.COM - Sputnik berhasil mewawancarai seorang Kapten dari Tentara Suriah bernama Antoine Abboud, yang saat ini berada di distrik Timur Aleppo. Dalam wawancara yang dilaporkan Sputnik pada Jum’at (16/12), Abboud, kapten yang beragama nasrani itu menceritakan apa yang ia alami selama pertempuran melawan teroris disana.

    Sebelumnya pada hari itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa semua distrik di Aleppo Timur telah dibebaskan dari teroris, sementara beberapa kantong militan masih tetap ada perlawanan.

    Abboud menyatakan bahwa selama perang ia tidak tahu apa yang dibicarakan media diluar sana karena bagi tentara hampir-hampir tidak ada akses untuk internet.

    “Aku tidak tahu apa yang dibicarakan media. Aku tidak bisa menonton televisi. Para prajurit tidak memiliki internet, mereka tidak tahu apa yang dikatakan (oleh media-media tersebut). Apa yang kami ketahui adalah bahwa ketika kami datang ke Aleppo, situasi disana sangat buruk. Salah satu prajurit saya bahkan terbunuh,” jelas Abboud kepada Sputnik.

    Abboud menceritakan bahwa tentara berusaha semampunya untuk menyelamatkan masyarakat. Ia menceritakan salah satunya ketika di Kota Tua ada seorang perempuan yang jatuh sakit. Para prajurit memanggil dokter tentara dan dokter itu mengatakan bahwa wanita tersebut membutuhkan operasi, “Dokter memulai operasi dengan segera untuk menyelamatkan hidupnya,” katanya.

    Berbicara tentang pertempuran di Aleppo, sang kapten mengatakan bahwa teroris al-Nusra berpembunuhan warga sipil di Aleppo.”

    “Orang-orang meminta kami untuk memberi bantuan makanan, dan kami beri mereka makanan. Seorang tentara bahkan menggendong seorang pria tua di punggungnya,” kenang Abboud.



    Berbicara tentang pertempuran di Aleppo, sang kapten mengatakan bahwa teroris al-Nusra berada di balik pembunuhan warga sipil di Aleppo.”

    “Aku hanya ingin kebenaran terungkap Aku tidak tahu apa yang dikatakan internet, apa yang dikatakan di televisi. Aku hanya peduli dengan kebenaran dan kami datang untuk membantu rakyat kami, saudara-saudara kami,” jelas Abboud.

    AS Bantu Teroris di Aleppo

    Abboud mengatakan bahwa AS telah membantu al-Nusra. “Front al-Nusra memiliki roket TOW. Dari mana para teroris mendapatkan roket ini? Mereka memiliki pasokan makanan, senjata, obat-obatan Amerika, dan lain-lain.” Tentara Suriah telah menemukan semua ini saat mereka berhasil membebaskan Aleppo.

    Ia juga menambahkan bahwa teroris al-Nusra telah melakukan penyerangan terhadap rumah sakit Rusia yang menewaskan dua orang dokter Rusia. 

    “Sudah lima tahun lamanya, kami kesulitan mengambil alih kota (Aleppo) karena ada warga sipil, perempuan dan orang-orang tua yang tinggal di Aleppo,” kata sang kapten menjelaskan mengapa Tentara Suriah sangat berhati-hati dalam operasinya. “Tidak ada jet Rusia selama pertempuran bulan lalu,” tambahnya.



    Tentara Arab Suriah

    Berbicara tentang kesatuan Angkatan Darat Suriah yang memainkan peran dalam pembebasan ini, Kapten Abboud mengatakan, “Tentara Suriah terdiri dari warga negara Suriah saja. Kami berasal dari berbagai kota, dari Aleppo, Damaskus, Deir ez-Zor, dan lain-lain, tapi semua berasal dari kota-kota di Suriah saja. Saya seorang Kristen, tapi kami berada di dalam kesatuan Tentara Suriah. Ada orang Alawi, Kurdi, Sunni, Syiah, dan kami semua bersama-sama berjuang melawan teroris.”

    Sementara, para teroris al-Nusmelakukan pembunuhan berasal dari Afrika dan Chechnya. Abbuoud menyebutkan bahwa di Suriah tidak ada orang Afrika. Jadi, para teroris ini sebetulnya bukan orang Suriah.”



    Berbicara tentang langkah apa selanjutnya yang tengah disusun Angkatan Darat setelah pembebasan Aleppo, sang kapten mengatakan, “Saat ini di Aleppo situasinya sangat tenang. Orang-orang sangat senang di distrik tempat saya berada sekarang. Mengenai langkah selanjutnya, saya belum tahu karena komandan saya belum memberi instruksi apa pun. Namun di satu sisi, kami sedih karena teroris kini pergi ke Idlib”.

    Ia menambahkan bahwa yang ia inginkan hanyalah melenyapkan teroris. “Saya hanya ingin menghancurkan teroris. Mereka adalah teroris dan mereka ingin membunuh semua orang (yang tak sepaham). Mereka akan membunuh sebanyak mungkin orang di Suriah atau mungkin di negara lain.

    Abboud mengatakan bahwa distriktempat ia berada sekarang dalam keadaan damai dan tenang. Namun, ada banyak rumah yang berada dalam kondisi rusak parah dan bahkan banyak yang telah hancur sepenuhnya.



    Warga Aleppo Rayakan Kemenangan

    “Ketika Tentara Suriah datang ke Aleppo, kami menyediakan tempat penampungan sementara untuk para warga. Sekarang, renovasi telah dimulai di distrik Kota Tua di Aleppo Timur. Ada makanan dan air. Palang Merah telah tiba dan ada dokter, ambulans, roti dan air bagi masyarakat,” kata kapten nasrani itu.

    Ketika mengomentari pembebasan Aleppo ini, utusan Rusia untuk PBB di Jenewa mengatakan bahwa klaim tentang dugaan “kekejaman” yang dilakukan oleh tentara Suriah adalah “palsu.” Pada saat yang sama, kejahatan yang dilakukan oleh militan yang mengendalikan Aleppo timur justru telah terbukti. (ARN)

    , ,


    ELVIPS.COM - Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Mohammad Emami Kashani, dalam khutbah Jumatnya (16/12), menyampaikan ucapan selamat atas pembebasan kota Aleppo di utara Suriah dari pendudukan para teroris dan mengatakan, "Muqawama dan militer Suriah dengan kemenangan mereka di hadapan teroris, mereka telah menang di hadapan rezim Zionis, Amerika Serikat dan Arab Saudi."

    Ayatullah Kashani mengecam kejahatan para teroris di Suriah dan Irak serta upaya mereka memutarbalikkan fakta, seraya menegaskan, "Para teroris yang didukung rezim Zionis berniat membuat masalah Palestina yang merupakan masalah utama dunia Islam itu, terlupakan."

    Khatib shalat Jumat Tehran menyebut rezim Zionis, Amerika Serikat dan Arab Saudi sebagai biang utama semua masalah di dunia Islam, seraya mengatakan, perjuangan dan perlawanan di hadapan musuh-musuh merupakan satu-satunya jalan penyelamatan dunia Islam.

    Ayatullah Emami Kashani juga menegaskan, satu-satunya cara menghancurkan rezim Zionis adalah perjuangan dan perlawanan di hadapan segala kejahatan dan penjajahan rezim ini.

    "Bangsa Palestina akan melanjutkan perjuangan anti-rezim Zionis," katanya.

    Menurutnya, dalam waktu dekat seluruh wilayah Irak dan Suriah akan dibebaskan dari para teroris.

    Ayatullah Kashani di bagian lain khutbahnya menyingung perpanjangan Iran Sanction Act hingga 10 tahun oleh Amerika Serikat dan mengatakan, "[Perpanjangan] sanksi tersebut merupakan pelanggaran Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA)."

    Khatib shalat Jumat Tehran lebih lanjut mengatakan, Republik Islam Iran akan melanjutkan jalannya dengan penuh kemuliaan dan kekuatan serta tidak khawatir dari pihak mana pun. Republik Islam telah mematuhi JCPOA dan pelanggaran Amerika Serikat terhadap kesepakatan tersebut telah terbukti dan disaksikan dunia.

    Ayatullah Kashani memastikan bahwa Republik Islam akan memberikan reaksi tegas dan rasional atas langkah Amerika Serikat.

    Khatib shalat Jumat Tehran jgua menyampaikan selamat atas peringatan Maulid Nabi Saw dan juga hari kelahiran Imam Ja'far As-Shadiq as kepada seluruh umat Muslim di dunia.

    , ,


    ELVIPS.COM - Konflik telah menyebar di berbagai belahan negara Timur Tengah. Semua bergulir satu-persatu secara bergantian, mulai Irak, Mesir, Libya, Yaman, Suriah dan lain sebagainya. Hal ini mendorong KH Hanif Ismail, Pengasuh Pesantren Roudlotul Quran An Nasimiyyah, Semarang menanyakannya langsung kepada ulama asal Yaman, Habib Muhammad Al Junaid Al Hadramiy pada acara Majlis Muwashalah Baina Ulamail Muslimin (Pertemuan Para Ulama) yang digelar di Pesantren Futuhiyah Mranggen, Demak, Selasa (23/8).

    "Faktor apakah yang sebenarnya terjadi sehingga saudara-saudara kita di sana tega melakukan perang antar saudara sendiri seperti di Suriah?" tanya Kiai Hanif. 

    Habib Muhammad Al Junaid menjelaskan bahwa konflik yang terjadi di negara-negara Muslim Timur Tengah bukan karena faktor agama, tapi dipicu masalah politik. "Dari dahulu ulama Ahlus Sunnah dengan Syi'ah atau dengan aliran manapun dan di manapun hidup rukun berdampingan," jelas Habib Al Junaid 

    Namun, lanjut Habib, karena kepentingan politik, agama dibuat tameng dan dibikin pemicu penghalalan hasrat nafsu politik kelompok-kelompok tertentu. “Jika sudah begini, ya sudah, kalau agama sudah dicampur-adukkan dengan kepentingan, hancur,” kata Habib Al Junaid. 

    Perhelatan yang diinisiasi oleh Habib Umar bin Hafidz ini diikuti oleh para mursyid thariqah dan para kiai Jawa Tengah. Hadir sebagai pembicara Habib Muhammad Al Junaid Al Hadramiy, Yaman, Habib Muhsin Al Hamid dan lain sebagainya. (Mundzir/Zunus)

    , , ,


    ELVIPS.COM - Jurnalis perempuan independen asal Kanada Eva Bartlett mengungkap kebohongan media Barat dalam konflik Suriah pada sebuah jumpa pers di Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini.

    “Saya sudah sering ke Kota Homs, Maaloula, Latakia, dan Tartus lalu ke Aleppo, empat kali. Rakyat Suriah mendukung pemerintahnya dan itu adalah kebenaran. Apa pun yang kalian dengar dari media Barat justru kebalikannya,” kata Bartlett, seperti dilansir Russia Today, Rabu (14/12).

    “Dan dalam hal ini, apa yang kalian dengar dari media Barat, saya akan sebutkan–BBC, Guardian, the New York Times, dan seterusnya–tentang apa yang terjadi di Aleppo adalah bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya.”

    dari media arus utama, ujar Bartlett, sengaja menyampaikan berita bohong tentang apa yang sebenarnya terjadi di Suriah. Mereka menjelek-jelekkan pemerintahan Presiden Basyar al-Assad dan mengecam dukungan Rusia terhadap Damaskus.

    kawah bekas serangan udara di aleppo suriah 2016 Handout Reuters

    Seorang reporter laki-laki dari Aftenposten, koran terbesar di Norwegia, menanyakan kepada Bartlett apa yang dia maksud dengan kebohongan itu.

    “Buat apa kami bohong, mengapa organisasi internasional yang ada di lapangan berbohong? Bagaimana Anda bisa menjelaskan dan menyebut kami semua pembohong?” tanya dia kepada Bartlett.

    Wartawati asal Kanada yang sudah meliput di Suriah selama beberapa tahun sejak konflik pecah itu kemudian mengatakan, memang ada jurnalis-jurnalis jujur yang bekerja di media Barat, tapi media-media itu tidak melakukan verifikasi ke lapangan.

    Bartlett kemudian menanyakan apa nama organisasi kemanusiaan internasional yang berada di Aleppo timur selama ini yang dijadikan narasumber media Barat. Wartawan Norwegia itu hanya diam saja dan Bartlett lalu menjawab sendiri pertanyaannya, “memang tidak ada.”

    “Organisasi-organisasi itu mengandalkan laporan dari Pemantau Hak Asasi suriah (SOHR) yang bermarkas di Coventry, Inggris, yang dikelola oleh satu orang. Mereka (media Barat) juga mengandalkan Helm Putih. Organisasi kemanusiaan yang didirikan oleh mantan militer Inggris dan didanai jutaan dolar oleh Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Barat,” ungkap Bartlett.

    white helmets huffington Post

    “Organisasi itu (Helm Putih) bertujuan menyelamatkan warga sipil di Aleppo timur dan Idlib, tapi nyatanya tidak seorang pun warga di Aleppo timur yang pernah mendengar nama mereka.”

    Sementara cuplikan video yang mereka buat, kata Bartlett, berisi anak-anak yang sudah beberapa kali muncul dalam sejumlah laporan lain.

    “Seorang bocah perempuan bernama Aya muncul dalam sebuah video di bulan Agustus, lalu dia muncul lagi di bulan berikutnya dalam sebuah laporan lain di lokasi berbeda.”

    “Jadi Helm Putih tidak bisa dipercaya. SOHR tidak dapat dipercaya. ‘Aktivis tak ingin diketahui namanya’ juga tidak bisa dipercaya. Sekali dua kali mungkin bisa, tapi jika berkali-kali? Tidak bisa dipercaya. Jadi narasumber kalian di lapangan sebetulnya tidak ada,” beber Bartlett.

    Masjid Umayyah di Aleppo REUTERS/Omar Sanadiki

    Seorang jurnalis asal koran Italia Corriere della Sera mempertajam pertanyaannya kepada Bartlett tentang apa perbedaan media Barat dan media Rusia dalam melaporkan konflik di Suriah. Selama ini stasiun televisi Rusia lebih sering menampilkan laporan tentang bantuan kemanusiaan dan upaya damai ketimbang menyalahkan pihak lain.

    “Ini masih berhubungan dengan pertanyaan jurnalis Norwegia tadi yang menanyakan mengapa media Barat menyebarkan berita bohong tentang Suriah. Ini karena memang demikianlah agenda mereka. Jika mereka memberitakan hal yang sebenarnya di Suriah sejak awal maka kita tidak akan ada di sini membahas ini sekarang. Kita tidak akan melihat begitu banyak korban tewas.”

    Bartlett seolah mempertegas apa yang terjadi selama ini di Suriah adalah bagian dari perang propaganda negara Barat lewat media untuk menjatuhkan rezim Suriah sesuai kepentingan mereka.

    Source: www.merdeka.com

    , , ,

    ELVIPS.COM - Hari-hari ini, di era lubernya informasi dan meriahnya media sosial, kita dapat melihat semua orang bisa serta-merta berpendapat dan selanjutnya ramai-ramai menganalisis hal sumir seperti dugaan, khayalan bahkan harapan—tiga objek yang tidak memiliki landasan objektif untuk dianalisis.
    Analisis seharusnya adalah proses mengurai sesuatu yang kompleks dalam bagian-bagian yang lebih kecil untuk memahaminya lebih baik. Teknik ini dipakai dalam studi matematika dan logika sejak masa Aristoteles (384–322 B sebelum Masehi), meski istilah analisis sebagai konsep formal masih relatif baru.
    Prinsipnya, analisis ingin memastikan keberadaan objek yang dianalisis memiliki kegunaan praktis. Anda bisa bayangkan apa jadinya jika Anda menganalisis khayalan tentang komputer sebesar gunung Kelud? Lalu Anda buat estimasi kecepatannya, komponen-komponennya, RAM-nya, kapasitas memorinya, dan sebagainya?
    Atau menganalisis dugaan istri besok akan dapat uang kejutan sebesar 10 miliar? Lalu apa saja kira-kira yang akan dia beli? Di mana dia akan belanjakan uang itu? Atau harapan agar lusa semua penyakit kanker lenyap dari dunia? Atau menganalisis Mukidi jadi Sekjen PBB tahun 2100?
    Analisis terhadap keadaan yang tidak ada landasan objektifnya sama saja dengan melakukan kesia-siaan.
    Jika bukan untuk tujuan bergurau dan menghibur, manfaat ilmiah dari analisis tersebut bisa dikatakan nihil. Inilah yang tentu akan kita hindari saat kita berbicara tentang soal-soal yang serius dan melibatkan kepentingan orang banyak.
    Analisis yang rapuh bersandar pada khayalan dan harapan juga terjadi pada kasus perang Suriah. Sudah banyak yang menulis ihwal konflik Suriah dan berbagai faktor yang menyebabkannya, meski sedikit sekali yang benar-benar mengenali dan memahami dengan tepat. Lalu beberapa saat setelah konflik berdarah itu meletus awal tahun 2011, ada yang menghembuskan secara serius kemungkinan bahwa Indonesia akan menjadi seperti Suriah.
    Tentu yang dimaksud sebagai kemungkinan ini bukan sekadar kemungkinan filosofis yang bersifat umum dan das sollen, tapi kemungkinan yang dekat dan das sein. Dalam memaparkan kemungkinan Indonesia menjadi seperti Suriah itu tampaknya tidak jarang orang lupa melihat kenyataan fisik, geografis, demografis, etnografis, dan geopolitik.
    Jika Anda pernah melihat film perang, Anda mungkin masih ingat bagaimana para komandan duduk di sebuah ruang merancang strategi. Di ruangan itu biasanya selalu ada peta yang terpampang dan menempel di dinding. Jika Anda bertanya mengapa harus ada peta itu secara fisik, maka jawabannya agar analisis yang dilakukan di ruang itu berpijak pada kenyataan yang ada, fakta-fakta konkret, dan situasi lapangan yang sebenarnya.
    Sebaliknya, analisis yang diharapkan dapat melahirkan sebuah strategi dan taktik itu tidak boleh didasarkan pada dugaan, informasi yang salah, apalagi sekadar nubuat atau ketakutan yang tidak berdasar. Demikianlah.
    Suriah bukanlah negara di antah-berantah yang kita sulit untuk melihat, mengobservasi, dan menelitinya secara langsung. Ambillah peta—atau lebih gampang lagi buka Google Map—dan perhatikan segalanya secara saksama. Lalu buka Wikipedia untuk melihat informasi seputar Suriah secara lebih jauh dan mendalam. Pelajari berbagai aspek demografi, etnik, dan militernya. Dengan cara murah ini Anda akan punya gambaran untuk mengikuti isi tulisan ini lebih runut.
    Pertama, Suriah adalah negara yang memiliki luas 185,180 km2 (bandingkan dengan Indonesia yang memiliki luas 1,904,569 km2 ). Lalu populasi Suriah adalah 17,064,854 jiwa pada 2014 (bandingkan dengan Indonesia yang memiliki populasi 255,461,700 pada tahun 2015).
    Geografi Suriah pada umumnya adalah daratan yang sebagiannya subur dan dataran tinggi (bandingkan dengan Indonesia yang terdiri atas belasan ribu pulau dengan begitu banyak sungai).
    Kedua, Suriah sejak ratusan tahun telah menjadi korban invasi militer yang bertubi-tubi karena letaknya yang menghubungkan antara Timur dan Barat. Sejak imperium Romawi hingga era Kekhalifahan Ustmani area ini diperebutkan.
    Secara geopolitik fakta tersebut menyebabkan daerah ini memiliki kerawanan yang lebih tinggi ketimbang Indonesia yang relatif aman dari keadaan serupa. Salah satu yang paling nyata dalam kasus Suriah ialah fakta bahwa belum lama ia lepas dari Imperium Ustmani yang menduduki wilayah ini selama ratusan tahun.
    Setelah kekuatan Imperium Ustmani menyusut drastis dan menjadi negara sekuler pasca Perang Dunia I, Turki mantan penjajah itu tetap menjadi tetangganya. Inilah masalah yang tidak pernah dialami oleh Indonesia, misalnya, yang tidak pernah dijajah oleh imperium yang menyusut lalu menjadi jirannya.
    Turki, sebagaimana yang kita ketahui, menyimpan ambisi untuk kembali menguasai Suriah pra Perjanjian Sykes-Picot. Erdogan yang beberapa kali menyiratkan ambisinya untuk memulihkan kembali Kekhalifahan Utsmani seperti tidak pernah merasa rela melihat Suriah menjauh dan kian mandiri dari pengaruh Turki. Apalagi, menurut hitungan Erdogan, mayoritas rakyat Suriah masih menginginkan tumbangnya kekuasaan minoritas Alawi yang melawan Imperium Turki.
    Walhasil, rivalitas lama itu memang mudah sekali untuk kembali kumat dan menyulut konflik. Dengan demikian, Suriah selalu bertetangga dengan negara yang menyimpan post-power syndrome terhadapnya.
    Ketiga, dan ini nyaris sama sekali tidak ada dalam kasus Indonesia, Suriah memiliki musuh yang hingga kini menjajah dan menduduki wilayahnya. Musuh itu tak lain adalah Israel. Hingga hari ini negara Yahudi itu menjajah dataran tinggi Golan dan tidak pernah membuat perjanjian damai.
    So, sejak 1960-an Suriah berada dalam status perang dengan negara tetangganya, Israel. Dalam konteks inilah Suriah kemudian mendukung gerakan-gerakan perlawanan Palestina dan Lebanon untuk memerangi Israel. Hamas dan Hezbollah sama-sama mengakui peran Suriah dalam membantu mereka melawan Israel, baik dalam persenjataan, pelatihan militer maupun dukungan politik.
    Jadi, selain perang frontal yang on-off dengan Israel, Suriah juga terlibat perang proksi selama puluhan tahun lamanya. Akibat dukungannya terhadap gerakan-gerakan perlawanan itu, maka perang intelijen Israel terhadap Damaskus tak pernah berhenti. Akibat lainnya, jutaan pengungsi Palestina yang berjuang untuk kembali ke tanah airnya juga tinggal sementara di berbagai kamp di Suriah.
    Rakyat Palestina yang tinggal di kamp-kamp itu tetap membawa senjata mereka ke dalam wilayah penampungan—menimbulkan komplikasi serius terhadap keamanan Suriah. Dampaknya, saat meletus konflik di tahun 2011, sebagian warga Palestina pendukung pemerintah berperang dengan sebagian lain yang mendukung pemberontak/oposisi.
    Peredaran senjata itu diperparah oleh adanya gerakan perlawanan Irak terhadap rezim Saddam dan Amerika Serikat pasca 2003 sebagaimana dipaparkan pada poin berikutnya.
    Dari satu dimensi objektif ini saja situasi Suriah tidak memiliki kesamaan kecuali mungkin dengan Lebanon yang juga tetangganya. Israel bersama sekutu terdekatnya juga melancarkan berbagai jenis perang lain, termasuk perang ekonomi dan politik di fora internasional. 

    Sejumlah perwira polisi berada di dekat barang bukti hasil penyisiran aparat di Kabupaten Poso yang digelar di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (31/12/2015). Barang bukti dengan atribut yang jelas tersebut menunjukkan adanya jaringan ISIS yang beroperasi di daerah bekas konflik horizontal itu. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pd/15

    Keempat, Suriah juga bertetangga dengan Lebanon. Negeri kecil di pinggir Mediteranea ini juga selama puluhan tahun tenggelam dalam berbagai perang, kecil dan besar, domestik dan eksternal. Meski kecil dalam skala, negeri ini telah mengalami perang saudara yang nyaris memusnahkan negara bangsa tersebut. Tidak kurang dari seperempat warganya tewas, luka-luka atau mengungsi.
    Luka akibat perang saudara itu juga hingga kini terus terasa, mengakibatkan wilayah ini juga banjir dengan milisi bersenjata. Di Lebanon, orang biasa saja melihat satu kelompok berperang di jalan dengan kelompok lain, menggunakan senjata ringan sampai senjata berat. Di titik-titik persinggungan yang dalam bahasa Arab disebut dengan khuthuth tamas itu seringkali pecah kontak senjata yang menewaskan banyak orang.
    Pertikaian bersenjata ini bahkan sudah menjadi perkara yang biasa saja. Di daerah Jabal Muhsin yang berbatasan dengan Tripoli, misalnya, satu kubu kerap menghantam kubu lain menggunakan senjata anti pesawat tempur peninggalan era perang saudara. Dan hal yang sama biasa terjadi di wiayah lain.
    Walhasil, di Lebanon banyak negara dalam negara, yang masing-masing punya pasukan dan persenjataan. Inilah salah satu negara unik di kawasan Timur Tengah yang sekaligus jadi barometer situasi geopolitik secara lebih luas.
    Kelima, selain bertetangga dengan eks penjajah (Turki), penjajah aktif (Israel), dan Lebanon yang punya situasi rumit, Suriah juga bertetangga dengan Irak yang sejak tahun 1980-an berperang dengan sekutu geopolitik Suriah, yakni Iran. Lalu pada tahun 1991 menyerang Kuwait dan berperang melawan hampir seluruh negara Arab, termasuk Suriah sendiri, dengan dukungan Amerika Serikat dan negara-negara Barat.
    Puncaknya pada 2003, Amerika Serikat menginvasi Irak secara total. Keadaan Irak pun porak-poranda. Kekacauan di Irak berakibat wilayah perbatasan seperti tidak terkontrol. Pengungsi mondar-mandir dengan membawa senjata keluar-masuk dua negeri ini.
    Situasi Irak yang kacau balau itu semula agak dimanfaatkan oleh sebagian anasir intelijen dan militer Suriah untuk memperlemah posisi AS di Irak. Mereka ikut melatih gerakan perlawanan dan menjual senjata dengan imbalan minyak dan barang-barang berharga lain. Inilah yang kemudian menyebabkan mudahnya beberapa kelompok ekstremis menginfiltrasi wilayah perbatasan.
    Maka, pada akhir 2011, ketika Suriah mulai terseret dalam perang internal, kelompok-kelompok ini memiliki basis di wilayah perbatasan Irak dan Suriah.
    Keenam, inilah kenyataan yang paling penting. Pemerintah Suriah sebenarnya tidak pernah dianggap sebagai rezim yang bersahabat oleh AS dan negara-negara Barat. Karena itu, AS menekan Suriah dengan berbagai cara, termasuk puncaknya dengan menggunakan oposisi bersenjata.
    Kenyataan inilah yang menyebabkan begitu mudahnya pasukan Free Syrian Army mendapat legitimasi politik internasional, suplai logistik, akses dana, data intelijen dan fasilitas-fasilitas lain dalam menghadapi rezim Bashar Assad. Tidak hanya itu, presiden AS dan banyak presiden negara Barat lain terang-terangan telah meminta Assad turun dari jabatan. Artinya, setidaknya sejak 2011, apa yang disebut sebagai komunitas internasional itu telah secara konfrontatif mengumumkan perang terhadap Assad.

    Anggota Pertahanan Sipil menyelamatkan anak-anak setelah sebuah serangan udara oleh pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad di wilayah al-Shaar Aleppo, Suriah, 2 Juni 2014. ANTARA FOTO/REUTERS/Sultan Kitaz/File Photo/cfo/16

    Kenyataan terakhir ini, misalnya, tidak pernah terjadi untuk kasus Indonesia. Setidaknya di periode ini. Sampai sekarang tidak ada negara mana pun di dunia, apatahlagi AS dan Barat, yang terang-terangan mendukung apa yang disebut dengan regime change dan menuntut presiden Indonesia mengundurkan diri.
    Presiden Indonesia belum sampai seapes Assad yang nyaris diminta turun oleh banyak kepala dunia—mempertontonkan kegagalan lembaga PBB yang salah satu landasan utamanya adalah menolak intervensi terhadap kedaulatan negara lain.
    Ironisnya, malah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara tidak langsung pernah meminta Assad untuk melepas mandat yang diraihnya dari rakyatnya sendiri. Walhasil, dengan menengok semua fakta dan situasi objektif di atas, agak sulit kita menganalisis kemungkinan Indonesia jadi seperti Suriah. “Bahan-bahan baku” Suriah tidak ada di Indonesia. Dan kalaupun Indonesia kacau balau atau pecah berantakan, maka kita tidak akan bisa membayangkan bakal seperti Suriah.
    ahmadiyah
    Indonesia pernah mengalami beberapa kali konflik suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang cukup serius, seperti di Ambon, Sampit, Poso, dan sebagainya. Kita bisa menyebutnya dengan konflik komunal, konflik yang merujuk pada situasi kekerasa etnik, konflik non-negara, konflik rasial massal, antar-agama, dan kelompok minoritas rentan.

    Tapi, karena fakta objektifnya Indonesia ini negara kepulauan, maka konflik-konflik komunal itu tetap terisolir. Ia tidak mudah merambat seperti dalam situasi Suriah yang dikepung oleh negara-negara tidak bersahabat dan diincar oleh negara adidaya AS. Kasus konflik di Suriah sejenis perang saudara nasional yang melibatkan negara bahkan semesta global.
    Jadi, jika kemudian ada beberapa ratus atau ribu orang Indonesia mengibarkan bendera ISIS, pengibaran itu patut dipantau dan diselidiki. Negara tidak boleh abai. Tapi pengibaran bendera seperti itu di Indonesia tidaklah mungkin bergaung seperti di Suriah. Indonesia punya situasi objektif yang demikian berbeda dengan Suriah—wong dengan Malaysia saja kita cukup berbeda, kok.
    Singkatnya, mungkinkah Indonesia mengalami nasib seperti Suriah? Jawabannya: mungkin. Sama dengan kemungkinannya besok pagi sebuah meteor raksasa menabrak teluk Jakarta. Sebagai suatu kemungkinan, nasib itu tetaplah mungkin. Tapi, kemungkinan yang seperti itu tidak lagi perlu terlalu kita analisis karena dasar-dasar objektifnya tidak terlihat.
    Janganlah kita terjebak menubuatkan situasi Indonesia seperti Suriah sampai ia menjadi suatu self-fulfilling prophecy. Yakni nubuat yang secara langsung ataupun tidak langsung merealisasikan dirinya akibat kandungan nubuat itu sendiri perlahan-lahan mengubah kepercayaan dan perilaku kita.
    Dalam contoh ini, kita melihat siapa saja yang sedang takbir layaknya orang ISIS yang kita saksikan di video-video kekerasan ISIS di Suriah atau Irak. Kita lalu membenci orang itu dan berusaha menghabisinya. Maka, orang itu bereaksi dan melawan balik sampai akhirnya kita terlibat percekcokan dan percekcokan itu kita perluas dari antara pribadi menjadi antara kelompok, maka… Suriah benar-benar di depan mata kita.
    Masih ada banyak kemungkinan lain yang lebih dekat yang wajib kita risaukan seputar nasib Indonesia. Kemungkinan yang lebih dekat dan nyata adalah terjatuhnya sebagian besar anak bangsa ke dalam jurang kemiskinan yang kian jeluk, saling membenci akibat ketimpangan sosial ekonomi yang kian menganga, disintegrasi menjadi negara-negara kecil lantaran rasa keadilan yang terus terusik dan sebagainya.
    Jadi, jangan sampai elite bangsa kita rabun dan melihat bayang-bayang di kejauhan tapi lupa dengan sosok yang di depan mata. 

    , , , , , ,

    ELVIPS.COM - KH Said Aqil Siroj menyebutkan, hampir setiap minggu PBNU menerima tamu dari luar negeri. Tamu yang datang belakangan ini di antaranya Duta Besar Prancis dan Swedia. Mereka tertarik pada Islam di Indonesia. 

    Menurut Ketua Umum PBNU tersebut, mereka selalu bertanya bagaimana caranya umat Islam Indonesia yang mayoritas, tapi mengajak dan mengamalkan sikap toleran kepada yang minoritas, juga mengutuk terosrisme. 

    “Biasanya yang mayoritas itu semaunya sendiri,” katanya pada pidato pembukaan Konferensi Besar Fatayat NU di aula Gedung Kemenag RI, Jakarta, Jumat (21/11). 

    Dalam hal ini, menurut Kiai Said, tam-tamu tersebut mengapresiasi umat NU yang berjumlah 70 juta selalu bersikap moderat dan mengutuk kekerasan. “Apa yang bisa kita harapkan dari kemajuan Islam di Timur Tengah?” tanyanya. 

    Karena, kata kiai asal Cirebon tersebut, di Timur Tengah tiap hari bom meledak, tiap hari ada yang meninggal. Apa yang diharapkan dari negara yang tidak damai dengan sebangsanya sendiri. “Insya Allah kemajuan masa depan ada di umat Islam Indonesia. Umat Islam Indonesia itu ada di NU,” katanya disambut tepuk tangan kaum Fatayat.  

    Peran NU selama ini selalu menjadi penengah. NU sudah empat kali menjadi mediator perdamaian berbagai kelompok di Afghanistan. Jadi mediator Suni dan Syiah di Iraq. Begitu juga di Indonesia. “Contohnya waktu jemaat HKBP diusir di Ciketing, Bekasi, saya turun,” katanya. 

    Di ujung pidato, kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir pada kesempatan itu, kiai yang akrab disapa Kang Said, itu meminta untuk menyampaikan pada Presiden Joko Widodo menjadikan hari santri nasional pada tanggal 22 Oktober. 

    Menurut dia, tanggal 1 Muharam itu biarkan menjadi tahun baru umat Islam seluruh dunia. Sementara untuk konteks perjuangan Indonesia yang berkaitan dengan para santri adalah 22 Oktber tersebut. 

    Pada tanggal tersebut, lanjut Kang Said, ada Resolusi Jihad yang dikeluarkan Rais Akbar NU KH Hasyim Asy’ari. Resolusi itu memicu peperangan habis-habisan rakyat Jawa Timur untuk menghadang NICA masuk Surabaya.

    , , , , ,

    ELVIPS.COM - Khutbah terakhir Rasulullah SAW

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    Khutbah ini disampaikan pada 9 Zulhijjah, Tahun 10 Hijriyah di Lembah Uranah, Gunung Arafah;

    Dari Jarir ra: “Sungguh Nabi SAW bersabda padanya, pada Haji Wada’ (Haji perpisahan/haji Nabi saw yang terakhir). Simaklah dengan baik wahai orang-orang, lalu beliau bersabda: “Jangan kalian kembali kepada kekufuran setelah aku wafat, saling bunuh dan memerangi satu sama lain” (Shahih Bukhari)

    Haji Wada’ dikenal juga dengan nama Haji Perpisahan Nabi Muhammad Saw. Beliau mengumumkan niatnya pada 25 Dzulqaidah 10 H atau setahun sebelum beliau wafat. Dari sekian banyak hikmah dari Haji Wada’ ini adalah pesan kemanusiaan yang terungkap dari khutbah beliau.

    Ketika Rasulullah Saw menyatakan diri hendak menunaikan haji, sekitar 90 ribu lebih pengikutnya terpana dan terkagum-kagum dengan sosok beliau. Lantas mereka mengikuti Rasulullah melakukan perjalanan dari Madinah ke Mekkah pada 25 Dzulqaidah 10 H.

    Dalam perjalanan ke Mekkah, Rasulullah bersama isteri-isterinya menginap semalam di Dzi al-Hulaifah. Dini hari sampai Shubuh, beliau dan pengikutnya melakukan ihram dan berjalan sambil mengucapkan “Labbaik, Allahumma labaik… Labbaik, la syarika laka labbaik!”

    Sampai di Mekkah, Rasulullah bergegas ke Masjidil Haram. Di sana, beliau melaksanakan ibadah thawaf, sa’i, lantas berdoa di Bukit Mekkah. Setelah itu, beliau berkhutbah di Padang Arafah di hadapan seratus ribu lebih pengikutnya dari Madinah dan Mekkah.


    Di Arafah, segala puji kepada Allah dan shalawat bergema ketika Rasulullah berdiri untuk memulai khutbah.

    ” Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah deign telti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

    Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kami lagi. Ingatlah bahawa sesungguhnya, kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan diatas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan sekarang.

    Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikuti dalam perkara-perkara kecil.

    Wahai Manusia Sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu mereka juga mempunyai hak di atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka keatas kamu, maka mereka, juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam Susana kasih saying. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai kedalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

    Wahai Manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-katku ini, sembahlah Allah, dirikanlah sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikankanlah zakat dari harta kekayaan kamu.Kerjakanlah Ibadah Haji sekiranya kamu mampu. Ketahui bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal saleh.

    Ingatlah, bahawa, kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggung jawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu Awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaaku.

    Wahai Manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan ada lain agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah ALQURAN dan SUNNAHKU.

    Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku.

    Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalahMu kepada hamba-hambaMU. “

    Pada saat itulah turun wahyu yang terakhir kepada Nabi Muhammad SAW :

    Firman Allah SWT :

    “Hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kamu, dan Aku Ridho Islam menjadi agama bagimu.”

    (QS. Al-Maidah : 3).

    Setelah mendengar wahyu ini Abu Bakar RA menangis terisak-isak, karena dia memahami bahwa jika suatu misi telah disempurnakan menandakan si pembawa misi tersebut (Nabi Muhammad SAW) akan segera kembali kepada Allah SWT (meninggal dunia).

    , , , , ,

    ELVIPS.COM - Merupakan kesempatan yang berharga bisa bertemu dengan Fethullah Gulen, seorang ulama kharismatik yang pernah dinobatkan oleh majalah Foreign Policy sebagai orang nomor satu paling berpengaruh pada tahun 2008. 


    detikcom bersama jurnalis lain berada seharian, Minggu (21/8/2016) pagi hingga sore di kamp yang menjadi tempat tinggalnya sekarang, di sebuah lahan seluas 10 hektar di kawasan pedesaan Saylorsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat. 

    Kamp ini bukan milik Gulen, tapi milik para pengusaha Turki di Amerika Serikat yang memang menjadi pengikut Gulen. Kamp ini dikelola di bawah Yayasan Golden Generation, dengan nama lengkap Golden Generation, Worship and Retreat Center (GGWRC). Gulen tinggal di kamp ini sejak 1999 saat dia meninggalkan Turki dan menetap di Amerika Serikat. Gulen yang saat itu baru saja selesai menjalani operasi jantung memang disarankan dokter tinggal di kawasan ini. Karena itulah, pengikutnya mengundang Gulen untuk menetap di kawasan yang asri ini sambil mengajarkan ilmu-ilmunya. 

    Di tengah perbincangan, Gulen memberi waktu 40 menit untuk wawancara. Dia membantah keras terlibat kudeta, sebagaimana yang dituduhkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Gulen meminta Erdogan membuktikan tuduhannya. Dia sangat tenang menghadapi tuduhan ini. Namun kini dia sangat terluka dan sedih dengan kondisi Turki akhir-akhir ini.


    Bangunan utama kamp GGWRC

    Berikut wawancara lengkap dengan Gulen:

    Anda dituduh sebagai dalang kudeta oleh Presiden Erdogan dan Anda telah membantah tuduhan itu. Bagaimana Anda meyakinkan, bukan hanya komunitas internasional, namun juga rakyat Indonesia, bahwa Anda 100 persen tak bersalah atas kudeta yang gagal itu? 

    Astaghfirullah. Ketika situasi tersebut dipelajari dengan kehati-hatian dari sudut pandang menyeluruh, dalam hal sebab dan akibat, saya pikir tak banyak yang bisa saya katakan. Komunitas global dan media internasional yakin dan menggambarkan keseluruhan kasus ini sebagai sebuah skenario. Ada rumor bahwa intelijen Turki mempersenjatai orang-orang mereka di malam itu dengan niat untuk memperburuk situasi. Hal-hal yang dikatakan Erdogan sebelumnya tidak meyakinkan bagi opini publik untuk menjuluki gerakan Hizmet sebagai organisasi teror. Pada tahun 2013, para perwira polisi tertentu, jaksa dan hakim-hakim mengungkapkan aib mereka, pencurian, korupsi dan penggelapan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya bahkan tidak mengenal 1 pun dari 1.000 orang itu (hakim, perwira polisi atau jaksa). Saya menjadi tahu beberapa dari mereka sebagaimana yang diketahui semua orang lainnya lewat televisi dan pemberitaan. Dia (Erdogan) kemudian menyalahkan Hizmet juga untuk itu.

    Dengan bantuan kepolisian dan kehakiman, dia melemahkan dan menundukkan militer (penjelasan: referendum tahun 2010 memungkinkan bagi pengadilan sipil mengadili personel militer atas pelanggaran-pelanggaran di luar tugas-tugas resmi mereka). Setelah dia menguasai militer, dia mengalihkan fokusnya ke gerakan ini (Hizmet). Karena dia berharap gerakan tersebut membantu membukakan jalan bagi dia untuk menyatakan dirinya sebagai Pemimpin Agama di 170 negara di mana Hizmet ada, untuk menempatkan dia di tengah-tengah, dan agar dia disambut kemanapun dia pergi. Namun, ini tidak terlaksana dan keinginan-keinginan dia tidak terpenuhi dikarenakan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan kami. Kapal-kapal tidak berlayar sesuai dengan keinginan manusia. Kapal-kapal berlayar sesuai dengan aturan fisika. Ketika dia tidak mendapatkan apa yang diharapkannya, dia memilih untuk berada di pihak yang berlawanan. 

    Kebencian sudah ada pada dia sejak awal, seperti yang saya jelaskan dalam berbagai kesempatan. Pernah, dia datang pada saya untuk meminta pendapat saya ketika dia membentuk partai. Saat dia akan keluar, dia mengatakan pada seorang teman bahwa 'gerakan mereka' harus dimusnahkan lebih dulu. Dia mengatakan itu 17 tahun silam. Dia hanya mencari kesempatan yang tepat. Dia bilang dia mengganti tiga menteri hanya untuk menutup kursus-kursus persiapan kuliah, padahal tak ada yang terjadi (belum ada dakwaan korupsi dan sebagainya). Dia sudah iri dan cemburu sejak awal. 


    Menurut pandangan Gulen, apa yang sebenarnya terjadi pada 15 Juli? Apakah benar atau apakah Anda pikir Erdogan merancang kudeta itu? 


    Ada sejumlah rumor bahwa Dogu Perincek atau sejumlah perwira militer di belakang kudeta ini. Orang-orang ini juga mungkin telah memperdaya mereka yang percaya dan mereka yang bersimpati pada Anda. Mereka bahkan mungkin juga telah memperdaya Kepala Staf Jenderal. Untuk memperkuat kekuasaan mereka, mereka terus dan terus memberikan daftar ke militer tentang nama-nama yang akan dipecat dari militer. Mereka memberikan daftar 600, 1.600, atau 2.000 tentara/perwira yang akan dipecat di waktu-waktu berbeda. Saya pikir para pejabat tinggi di militer (darat, udara dan laut) menolak permintaan mereka (Erdogan dan partai AKP). Mereka (AKP) menyiapkan skenario dan kemudian mereka menahan dan memenjarakan mereka yang ada dalam daftar dengan tuduhan merancang kudeta dan menjadi bagian dari sebuah organisasi teroris. Mungkin membunuh beberapa dari mereka. 

    Ada berita pemerkosaan dan penyiksaan di media. Pada akhirnya, itu memperkuat tangan-tangan mereka. Media oposisi telah dibungkam di Turki dan media Turki hanya menyampaikan cara pemikiran dia (Erdogan); oleh karena itu, 50 persen atau 60 persen rakyat di Turki yakin pada apa yang dikatakannya. Akan tetapi, semua ini akan menjadi jelas ketika dunia menyelidiki soal itu. Mungkin dengan caranya itu, dia telah memperkuat kekuasaannya dan dianggap kuat, namun dia akan menghancurkan semua yang telah dilakukannya dengan tangannya sendiri. Saya pikir, mereka saat ini sedang berencana untuk masuk ke Suriah. Jika mereka mendesak militer menggunakan cara tersebut, apa yang dilihatnya sebagai menguntungkan, semuanya akan hilang. Dia dalam segala hal seperti Machiavelli (filosof politik Italia, Niccolo Machiavelli yang termasyhur karena nasihatnya bahwa seorang penguasa yang ingin tetap berkuasa dan memperkuat kekuasaannya haruslah menggunakan tipu muslihat, kelicikan, digabung dengan penggunaan kekejaman dan kekuatan).

    Apakah klaim Erdogan bahwa Jenderal Hulusi Akar dan Muhammet Kose bagian dari gerakan Hizmet adalah benar?

    Saya tidak mengenal Jenderal Kose, namun saya tahu nama Kepala Staf Jenderal Hulusi Akar dari TV. Saya tidak tahu hingga sejauh apa dia mengetahui atau terkait dengan gerakan Hizmet. Ada rumor bahwa dia berdoa, namun saya tak tahu seberapa tulus dia berdasarkan rumor-rumor itu. 

    Beberapa orang menyebarkan rumor beberapa tahun lalu bahwa Hulusi Akar bisa melakukan sesuatu terhadap pemerintahan sipil. Jadi dia juga bisa saja berada di belakang ini semua. Juga mungkin saja bahwa untuk memperdaya para perwira berpangkat rendah, para pemimpin politik mungkin telah menyebarkan rumor bahwa para pejabat tinggi akan beraksi melawan pemerintah, bahkan para agen mungkin telah menyebarkan rumor ini. Rumor seperti ini tersebar luas, bahkan hingga mencapai ke AS. Mereka menciptakan kesan bahwa sebuah aksi terhadap mereka (pemerintah) sedang direncanakan. 

    Dengan ini, mereka telah memperdaya orang-orang di militer yang memiliki pandangan positif pada Kepala Staf Jenderal. Mereka mungkin saja orang-orang Kemal, demokrat sosial, para pengikut Dogu Perincek, masyarakat yang tertipu, atau mereka yang bersimpati. Singkatnya, tahapan ini disiapkan sejak awal. Saya mempercayai rumor Hulusi Akar merencanakan hal seperti itu dengan para jenderal dari empat kekuatan sejak dua tahun lalu. Rumor-rumor jenderal tingkat tinggi seperti ini mungkin mendorong para perwira berpangkat rendah yang merasa antipati pada Erdogan. Dogu Perincek adalah salah satu orang yang merasa antipati pada Erdogan. Sekarang, dia ada di TV-TV mengumumkan bagaimana mereka menyingkirkan semua lawan mereka dan bagaimana militer sekarang persis seperti yang mereka inginkan. 

    Jika situasi seperti sekarang ini terus berlangsung di Turki, banyak rakyat yang akan menderita. Apa pesan Anda untuk membuat negara lebih damai dan membebaskan rakyat dari penderitaan?

    Dia (Erdogan) berharap untuk menundukkan semua oposisi. Sebelumnya dia telah menyulitkan pemilik Milliyet, dia membuatnya menangis di telepon dan juga Aydin Dogan, pemilik Hurriyet. Dia telah membungkam semua yang menentang dia. Dalam hal ini, semua yang menentang dia telah diprofilkan. Segera setelah kudeta, keesokan harinya, banyak orang dipenjara, dan hakim-hakim dan polisi diskors, yang menunjukkan bahwa mereka telah diprofil sejak lama. Rencana tersebut telah ada sejak lama. 

    Ada pepatah di Turki bahwa "ketika Anda membakar sesuatu, ada ranting kering dan ranting hidup." Ranting hidup juga terbakar bersama ranting kering, yang artinya bahwa dalam hukuman kolektif ini, siapapun yang dianggap mencurigakan ditahan tanpa memperhatikan ke siapa yang sebenarnya bertanggung jawab. Ada dua tujuan di balik ini. Tujuan pertama adalah membungkam siapapun yang kritis pada dia. Tujuan kedua adalah memanipulasi opini publik, untuk menakuti generasi mendatang, kaum muda, guna mencegah oposisi lebih jauh di masa mendatang. Dia mengeksploitasi sentimen agama di publik. Sebagai contoh, dia telah menutup ratusan sekolah dan mengubahnya menjadi sekolah-sekolah Islam untuk mengklaim bahwa dia melayani Islam. Ini menunjukkan bahwa dia bermain dengan sensitivitas masyarakat. Sejumlah tindakannya seperti memberantas oposisi, memenjarakan, menakuti kaum muda, menyebabkan mereka meninggalkan negara, dan memperkuat keotoriterannya bisa digambarkan sebagai tirani. 


    Sejumlah akademisi di Indonesia dan masyarakat Indonesia memandang Erdogan sebagai pembela heroik Islam dan Palestina. Apa pendapat Anda soal ini? 

    Astaghfirullah. Erdogan tidak tulus ketika dia membela Palestina. Kimse Yok Mu dari Hizmet dan teman-teman kamilah yang mengirimkan bantuan dan dukungan ke Gaza. Faktanya, Erdogan menutup rumah sakit Kimse Yok Mu untuk anak-anak di Gaza. Jika penyelidikan dimulai dari sana, maka bisa terlihat bahwa pemerintah Turki tidak membantu bahkan sedikitpun. 

    Agar tidak terlihat seperti pembohong, mereka beberapa waktu lalu mengirimkan sebuah kapal. Flotila Mavi Marmara itu menimbulkan lebih banyak masalah. Mereka berhadapan dengan Yahudi. Saat itu, kekerasan yang lebih serius bisa terjadi. Mereka (Wall Street Journal) meminta saya untuk diwawancarai saat itu. Salah satu menteri mereka (Nimet Cubukcu), menelepon saya untuk berterima kasih karena menyadarkan rakyat Turki. Tadinya rakyat siap untuk mempersenjatai diri mereka guna ikut bertempur. 

    Maafkan saya, tapi tak ada yang seperti dia jika menyangkut berbohong mengenai siapa dirinya sebenarnya. Dia seperti Machiavelli. Dia akan melakukan apapun, bahkan jika itu melanggar hukum, untuk mencapai tujuan-tujuannya. Tindakannya untuk muslim sama sekali tidak tulus. Itu semua tindakan agar terlihat seperti Pemimpin Agama, seperti Indonesia memandang dirinya.

    Saya akan cerita mengenai peristiwa seorang jurnalis yang menemani Erdogan ke sebuah negara di Timur Tengah. Jurnalis itu mengingat bagaimana saat mereka sedang berjalan bersama, seorang warga sipil menyapa dia dengan menyebut Amirul Mukminin. Erdogan kemudian menoleh ke jurnalis itu dan berkata, "Lihat, kan? Semua orang menerima saya sebagai Amirul Mukminin. Saya tidak menyuruh dia untuk memanggil saya seperti itu." 

    Dia memiliki semacam citra diri untuk dirinya sendiri. Dia berasal dari latar belakang sederhana namun dengan cepat meraih kekuasaan, yang merusak dirinya. Ada pepatah di Turki yang mengatakan 'seorang gipsi menjadi seorang raja, jadi untuk membuktikan dirinya dia menggantung ayahnya'. Siapapun yang datang dari daerah kumuh namun kini punya kekuasaan dan kekayaan untuk menyelundupkan jutaan dolar ke luar negeri, membuat armada-armada dan membangun vila-vila di mana-mana, akan dirusak dan diracuni oleh kekuasaan. Persis seperti Fuhrer dan Saddam, terlalu banyak kekuasaan meracuni dia. 

    Senjata dia paling berbahaya adalah penampilannya yang seperti muslim. Seorang mantan anggota parlemen dari partainya mengatakan bahwa selama empat tahun dia menjadi anggota parlemen, dia tidak pernah melihat Erdogan salat sekali pun. Jika warga Indonesia menganggapnya sebagai muslim, mereka bisa terus menyebut dia begitu. Dia bahkan mengadakan aksi-aksi demo selama kampanyenya di waktu salat Jumat, jadi para peserta demo tak bisa salat. Seseorang melakukan riset dan menemukan bahwa dia hanya melakukan salat Tarawih sekali dalam hidupnya karena dia terpaksa. Jika saudara-saudara muslim dan muslimah saya di Indonesia menganggap ini cerminan Islam yang benar, biarlah mereka terus menganggapnya demikian.

    Anda dan Erdogan dulunya sekutu erat namun bagaimana bisa berubah menjadi buruk, jika tidak bermusuhan, dan nilai-nilai dan prinsip apa dari Erdogan yang paling Anda tentang? 

    Kami tak pernah bersama. (Dukungan itu dasarnya semua prinsip). Dialah yang memulai kebencian dan permusuhan. Saya tidak bersikap seperti itu pada siapapun. Setelah dugaan korupsi 2013 muncul, dia mulai menyerang Hizmet. Ada beberapa orang yang mencoba memperbaiki situasi. Saya katakan pada mereka, jika dia muncul di TV-TV mengakui bahwa dia berdusta, memfitnah para pengikut Hizmet dan saya, saya akan menerimanya. Jika dihitung, kebohongan dan tuduhan-tuduhan dia mencapai hampir seribu, yang jika dikompilasi, bisa dijadikan sebuah buku. Jika dia mengatakan dia melakukan kesalahan dengan berdusta dan memfitnah dan meminta maaf saya, saya akan memaafkan dia karena Allah menyuruh kita untuk memaafkan. Namun, saya tak bisa memaafkan dia atas nama gerakan Hizmet seluruhnya dan para pengikut Hizmet yang dia fitnah. Itu urusan dengan Allah.

    Sumber:
    http://news.detik.com/berita/3283710/gulen-menjawab-lengkap-dari-tuduhan-kudeta-sampai-siapa-sosok-erdogan


Top