.

.

.

.

.

    , , , , , , , ,

    ELVIPS.COM - DPR lewat rapat paripurna sudah mengesahkan Perppu 2/2017 tentang Ormas menjadi UU. Mari melihat kembali perppu yang diterbitkan Presiden Joko Widodo pada Juli 2017. 

    Perppu Ormas merupakan perubahan atas UU 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Ada sederet hal baru di Perppu Ormas ini. 

    Ketentuan yang diatur dalam Perppu Ormas yang diteken Presiden Joko Widodo pada Senin, 10 Juli, memperluas unsur larangan untuk ormas. Larangan yang lebih luas dari aturan sebelumnya di antaranya soal definisi paham yang bertentangan dengan Pancasila.

    Selain itu, Menteri Hukum dan HAM punya kewenangan langsung membubarkan ormas anti-Pancasila tanpa jalur pengadilan. Untuk mencabut status badan hukum ormas anti-Pancasila, Menteri Hukum dan HAM hanya melewati dua sanksi administratif.

    Pencabutan status badan hukum ditegaskan Perppu Ormas bersifat langsung. Pencabutan status badan hukum yang sama dengan pembubaran ormas ini dapat dilaksanakan Menteri Dalam Negeri atau Menteri Hukum dan HAM terhadap ormas yang asas dan kegiatannya nyata-nyata mengancam kedaulatan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

    Pada Selasa (24/10/2017) hari ini, Perppu Ormas diketok menjadi UU saat rapat paripurna DPR. Ada tujuh fraksi yang setuju, yaitu PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, dan Demokrat. Tiga fraksi yang tidak setuju adalah Gerindra, PKS, dan PAN. 

    Berikut isi lengkap Perppu Ormas yang kini sudah sah jadi UU:

    , , , , ,

    SETELAH pidato pertanggungjawabannya yang berjudul Nawaksara ditolak, kekuasaan negara Presiden Sukarno ditarik Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS). Tak ada wakil presiden, Soeharto sebagai penerima Supersemar diangkat sebagai pejabat presiden. Namun Soeharto tak mau disebut pejabat presiden.

    Apa pasal? Dalam pertemuan di kediamannya di Jalan Haji Agus Salim Menteng, Jakarta Pusat, 11 Maret 1967 malam, Soeharto mengungkapkan alasannya. Pertemuan ini dihadiri para pendukungnya dari kalangan militer, organisasi politik, mahasiswa dan pemuda.

    Jusuf Wanandi, aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), mengatakan, Soeharto tak mau menjadi pejabat presiden karena dia secara emosional merasa dekat dengan Sukarno, bapak pendiri bangsa yang mengangkat banyak pemimpin sipil dan militer. “Soeharto juga pernah bergantung pada Soekarno. Dia tidak ingin terkutuk karena mengkhianati penolongnya,” kata Jusuf dalam memoarnya, Menyibak Tabir Orde Baru. Soeharto juga tidak ingin menjadi lawan politik Sukarno, tetapi dia tidak dapat menerima PKI dan tiga kali meminta agar PKI dibubarkan, tapi Sukarno menolaknya.

    Peserta lain yang hadir, anggota DPR-GR/MPRS, Ismail Suny dalam Misteri Supersemar karya Eros Jarotmengungkapkan bahwa sebenarnya, “Soeharto itu takut sama Soekarno.” Pengaruh Sukarno masih kuat dan angkatan perang (Angkatan Udara, Angkatan Laut, polisi, dan sebagian besar Angkatan Darat) masih memihaknya. Semua siaga tinggal menunggu komando Sukarno untuk melawan Soeharto. Kalau terjadi kesalahan kecil saja, “Bisa-bisa semua melawan saya,” kata Soeharto kepada mereka.

    Namun, menurut Jusuf, Soeharto membangun argumennya dengan cerita pewayangan Mahabharata. Ketika Abiyasa, pendiri dinasti Pandawa dan Kurawa, sudah tua, ia menarik diri dari urusan dunia dan menjadi pertapa. Pemerintahan diserahkan kepada generasi berikutnya. Soeharto ingin Sukarno menjadi Abiyasa, sementara dialah yang menjalankan tugas sehari-hari kepresidenan. “Tujuannya bukan menjadi pejabat presiden karena ini berarti dia menggantikan Sukarno, melainkan menjadi orang yang melaksanakan tugas presiden,” kata Jusuf.

    Soeharto mengatakan, “Saya hanya ingin menjadi pengawal kepresidenan. Kalau saya menggunakan istilah pejabat presiden, rakyat akan mengutuk saya.”

    Menolak istilah “pejabat presiden”, Soeharto mengusulkan “Pd Presiden” artinya “pemangku djabatan presiden.”

    “Kami menolak karena istilah itu seharusnya pejabat presiden,” kata Jusuf. Perdebatan berjam-jam. “Baik bapak,” Jusuf melanjutkan, “bapak tidak ingin pejabat; mahasiswa tidak menerima istilah pemangku djabatan. Kenapa kita tidak menafsirkan masing-masing saja. Bapak satu tafsir, kami tafsir lain.”

    Soeharto yang semula enggan menjadi pejabat presiden, kata Ismail Suny, “kita bujuk terus dia hingga akhirnya mau.”

    Soeharto setuju. Jam menunjukkan pukul lima pagi. Beberapa jam kemudian, Sukarno diturunkan dari jabatan sebagai presiden. “Sementara Soeharto diangkat sebagai pejabat atau pemangku djabatan tergantung siapa yang menafsirkan: MPRS atau Soeharto,” kata Jusuf.

    Waktu dilantik menjadi pejabat presiden oleh ketua DPR-GR/MPRS A.H. Nasution, “Soeharto dalam sumpahnya tidak mau mengucapkan kata-kata pejabat presiden,” kata Ismail Suny. “Eh, setahun kemudian Soeharto minta diangkat menjadi presiden. Alasannya, Jepang enggan memberi utang pada Indonesia kalau Soeharto berstatus pejabat presiden.”

    Soeharto dilantik sebagai presiden dalam Sidang Umum MPRS V tanggal 27 Maret 1968. Hal ini sebenarnya melanggar Tap MPRS No. XXXI-11/1967 yang menyebutkan Soeharto diangkat menjadi pejabat presiden sampai pemilihan umum.

    “Jika awalnya Soeharto sangat sederhana dan tidak ingin menjadi presiden penuh menggantikan Soekarno,” kata Jusuf, “kelak dia berubah dan malah terlalu lama menjabat sebagai presiden.

    Sumber : http://historia.id/modern/ternyata-soeharto-pernah-menolak-jadi-pejabat-presiden

    , , , ,

    Nama VISA dan MasterCard pasti sudah sangat dikenal di kalangan pengguna kartu kredit. Di setiap kartu kredit biasanya tertera logo ini di sebelah kanan bawahnya. VISA dan MasterCard merupakan provider yang memungkinkan Bank untuk dapat menerbitkan kartu kredit sehingga dapat berlaku di merchant-merchant yang berlogo VISA atau MasterCard. Kedua provider ini tampak sangat serupa. Keduanya memberikan fasilitas dan kemudahan yang sama, yaitu dengan satu kartu Anda dapat menggunakannya di banyak tempat dimanapun, kapanpun.
    Ketika Anda ingin membuat kartu kredit, biasanya ada beberapa bank yang suka menanyakan “Ingin kartu kredit VISA atau MasterCard”? Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus mengetahui perbedaan dari dua hal yang sangat serupa ini. Oleh karena itu, kami akan membantu Anda melihat perbedaan dari VISA dan MasterCard.

    1. Perusahaan Provider

    Perbedaan pertama yang sangat jelas adalah perusahaan induk dari kedua provider ini. VISA merupakan produk dari Visa International Service Association (VISA .INC) yang berlokasi di Foster City, California. VISA .INC sudah berdiri sejak tahun 1955. Sedangkan MasterCard adalah produk dari MasterCard Worldwide. Korporasi ini sudah berdiri sejak tahun 1966 dan berlokasi di Purchase, New York. MasterCard adalah saingan dari VISA, keduanya menjadi provider kartu kredit terbesar di dunia.

    2. Popularitas dan Jangkauan

    Kartu kredit VISA dan MasterCard akan berlaku di merchant yang bekerja sama dengan provider tersebut. Misal, sebuah toko elektronik bekerjasama dengan VISA, maka kartu kredit yang dapat digunakan adalah kartu kredit VISA, kartu kredit MasterCard tidak dapat digunakan. Secara umum, kartu kredit VISA lebih popular di negara-negara Asia. MasterCard lebih banyak digunakan di negara-negara Amerika dan Eropa.

    3. Jenis Kartu Kredit dan Keuntungannya

    Terdapat beberapa jenis kartu kredit yang sama antara VISA dan MasterCard, namun ada juga yang berbeda. Perbedaan jenis ini tentu akan berdampak pada perbedaan keuntungan yang diberikannya. Pada dasarnya, ada 3 jenis kartu kredit yang sama baik di VISA maupun di MasterCard, yaitu Classic, Gold, dan platinum. Untuk ulasan jenis kartu kredit ini dapat Anda lihat di artikel kami, disini. Namun, ada beberapa jenis kartu kredit yang berbeda, berikut ini adalah jenis kartu kredit yang berbeda antara VISA dan MasterCard.

    VISA :


    - VISA Signature

    Jenis kartu kredit ini tergolong sangat eksklusif. Orang yang memiliki kartu ini tidak bisa sembarangan, biasanya untuk Anda yang pengusaha atau professional yang sudah ternama dan terkemuka. Tidak hanya itu, untuk memiliki kartu ini, masih akan dinilai kelayakan harta yang dimiliki, seperti deposito, investasi, rekening koran, rekening tabungan, dll yang berhubungan dengan kekayaan Anda. Keuntungan dari memiliki kartu kredit ini adalah Anda memiliki limit yang sangat besar. Awal minimum limit Anda mulai dari 100 Jutaan rupiah hingga tak terhingga. Fasilitas yang diberikan pun sangat bervariasi, mulai dari Airport Lounge, travel assist, keanggotaan klub golf, special travel, dsb.

    Baca Juga: 5 Kartu Kredit Bagi Anda yang Suka Travelling

    - VISA Infinite

    Kartu kredit jenis ini tidak ditawarkan kepada umum. Pemiliknya terbatas hanya untuk Anda yang memiliki aset atas 100 ribu USD atau 1 Milyar rupiah dalam bentuk tunai. Selain itu, pemiliknya khusus bagi nasabah premium, yakni yang memiliki rekening, deposito, atau investasi dari bank penerbit kartu. Limit kartu kredit ini dimulai dari 50 Juta rupiah hingga tak terbatas. Semakin besar harta Anda, maka semakin besar pula limit kartu kredit Anda. Fasilitas yang ditawarkan oleh kartu kredit ini adalah asuransi perjalanan, travel assist, hingga special priority pass, yaitu kemudahan yang diberikan ketika berhadapan dengan petugas imigrasi di airport hamper seluruh dunia. Bahkan pemilik kartu kredit ini biasanya memiliki akses langsung untuk menyewa jet pribadi.

    MasterCard:


    - World MasterCard

    Kartu kredit MasterCard ini setara dengan kartu VISA Infinite. Minimum penggunaannya adalah 75 Juta dalam setahun, jika Anda bertransaksi di bawah jumlah ini, maka akan dikenakan biaya tahunan atau bulanan tergantung dari Bank penerbit kartu kredit yang jumlahnya besar. Untuk memiliki kartu ini, Anda harus bisa memenuhi standar yang sama seperti VISA Infinite. Kelebihan dari kartu ini adalah dapat diterima 2 kali lipat lebih banyak di berbagai negara. Selain itu, Anda akan mendapatkan kemudahan dalam melakukan reservasi, di Airport, dll. World MasterCard juga memberikan layanan Identity Theft Resolution Service, yaitu layanan untuk melindungi identitas Anda, ketika ada yang mencoba mencuri identitas Anda, Anda akan menerima peringatan dari fitur ini.

    - World Elite MasterCard

    Kartu ini merupakan jenis tertinggi dari MasterCard. Dengan memiliki kartu kredit ini, Anda akan mendapatkan kemudahan lebih di semua aspek, baik dalam reservasi hotel berkelas tinggi, di airport, restoran mewah, dll. Kartu ini akan sangat cocok untuk Anda yang suka berpergian. World Elite Mastercard juga dilengkapi dengan fitur Identity Theft Resolution Service.

    Baca Juga: 7 Fitur Menarik Dalam Kartu Kredit

    4. Perlindungan nasabah

    Kedua provider ini memiliki caranya masing-masing dalam rangka melindungi nasabah. Ketika melakukan transaksi secara online, keamanan kartu kredit Anda sangat beresiko. Maka itulah VISA menawarkan pengamanan berupa memasukkan pin statis atau One Time Password (OTP) ke dalam jendela Verified by VISA. Dengan cara ini, kartu kredit Anda lebih terproteksi.  OTP akan dikirimkan pada saat Anda hendak melakukan transaksi ke nomor telepon genggam yang Anda daftarkan.
    Berbeda dengan VISA, MasterCard memberikan proteksi kepada nasabahnya berupa Secure Code. Secure code merupakan kode pin tambahan yang harus dimasukkan pengguna ketika bertransaksi secara online. Pin tersebut dibuat oleh Anda sendiri secara online.

    5. Biaya Transaksi

    Ketika Anda bertransaksi, ada biaya tambahan yantg dikenakan oleh VISA atau MasterCard. Biaya tambahan oleh VISA dan MasterCard memiliki perbedaan. Misal, untuk VISA jika Anda bertransaksi di luar negeri, biaya yang harus Anda bayarkan adalah 1% dari total transaksi Anda, sedangkan MasterCard memiliki biaya yang berbeda-beda, yaitu berkisar 0,2% hingga 1% tergantung dari merchant-nya.

    Baca Juga: Surcharge Kartu Kredit, Legal atau Tidak?


    Itulah beberapa perbedaan dari kartu kredit VISA dan MasterCard. Meski terlihat sama, namun ada beberapa perbedaannya, sehingga dapat membantu Anda untuk menentukan yang sesuai dengan tujuan Anda membuat kartu kredit. Semoga bermanfaat!

    , , ,

    Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Begitulah pepatah Indonesia yang menjelaskan bagaimana kita harus menjadi manusia. Hal-hal yang diingat ketika manusia mati, adalah jasa-jasanya ataupun kesalahan-kesalahannya. Perbuatan manusia baik maupun buruk, akan tetap dikenal dan dikenang meskipun sekarang sudah tidak ada lagi.
    Orang yang mati, suaranya tetap terdengar, baik itu perkataan positif maupun perkataan negatif. Tindakan orang yang sudah mati, tetap dapat dirasakan. Tindakan-tindakan yang baik atau buruk, akan menghasilkan buah yang manis atau yang pahit. Manusia adalah makhluk tertinggi yang diciptakan Tuhan, untuk mengatur dunia ini. Namun sayangnya, manusia merasa besar hati dan jumawa, sehingga mereka lupa daratan, dan mencoba untuk merusak tatanan kehidupan yang baik.
    Melihat situasi politik sekarang ini, sulit bagi kita untuk menampik fakta bahwa ada orang-orang yang ingin dan sedang memperjuangkan kebangkitan orde baru yang sudah mati pada tahun 1998. Isu kebangkitan orde baru diembuskan di kalangan grass root sampai kalangan militer.
    Pemutaran film G30S/PKI pada saat itu dihentikan di era Presiden BJ Habibie, karena berbagai pertimbangan, salah satunya keakuratan sejarah. Sejarah yang buram mengenai G30S dibuat lebih buram lagi dengan pemutaran film Penghianatan G30S/PKI yang dibuat di era orde baru, sesuai dengan permintaan tentara dan setting tentara.
    Bagi orang-orang waras, tentu merupakan sebuah hal yang sangat wajar apabila kita menyimpulkan bahwa pemutaran film di zaman ini sarat dengan kepentingan politik.
    Alih-alih ingin belajar sejarah, kita malah disuguhkan satu film propaganda Soeharto yang meninggi-ninggikan kinerja jajarannya pada saat itu. Inikah yang namanya belajar sejarah? Saya cukup yakin, ini bukan bentuk mengenal sejarah, melainkan memelihara ketakutan, dan ada lagi satu agenda yang saya curigai menjadi agenda yang paling penting, yakni menggulingkan presiden.
    Menurut Jajang C Noer, istri dari sutradara film G30S/PKI, Arifin C Noer, ia mengatakan film tersebut dibuat dengan tujuan agar orang membenci PKI. Bahkan sang sutradara pun dikatakan kaget ketika film itu diputar setiap 30 September malam. Menurut Sukmawati Sukarnoputri, ini merupakan bentuk pemeliharaan trauma yang dilakukan oleh rezim orde baru.
    “Memang target film itu, mesti saya tekankan sekali lagi supaya kita membenci PKI. Supaya kita mengerti bahwa PKI tidak benar. Ya, kalau mau dikatakan jahat… Bahwa itu dikatakan propaganda Soeharto, ya apa boleh buat. Soeharto memang ada di peristiwa tersebut. Dia kepala pemerintahan dan yang mengongkosi itu semua… Kata propaganda itu aja sudah tidak begitu enak didengar. Yang mas Arifin tidak sangka adalah bahwa film itu diputar setiap 30 September… Saya perlu tekankan demikian, karena ada salah satu data yang mengatakan para jenderal itu disiksa, ada penganiayaan antara lain mata dicongkel, penis dipotong… Mas Arifin ya karena datanya seperti itu, dia bikin seolah-olah para jenderal disiksa. Karena itu kelihatan ada darah-darah. Tetapi, tidak ada adegan karena dia tidak percaya. Masa ada sih orang sesadis itu,” kata Jajang dalam talkshow Perspektif Indonesia di Jakarta, Sabtu (23/9/2017).
    Jadi sebenarnya, kewajiban nonton film G30S/PKI di era sekarang, rasanya sangat irrelevan dan tidak kontekstual! Jelas alasannya, karena PKI sudah mati, buat apa diingat-ingat. Jika ingin berlaku adil, mari kita tonton film-film sejenis seperti Jagal dan Senyap, karena film-film tersebut pun bisa jadi sebuah film docudrama, yang belum tentu terjadi.
    Dunia ini memang tidak adil, sejarah ditulis oleh pemenang, dan penguasa, dan bahkan di Indonesia, sejarah ditulis oleh tentara? Mari kita cerdas, kita harus tolak kebangkitan orde baru, dengan dalih ingin menenggelamkan pemerintahan dengan isu PKI.
    Kawal terus Indonesia, agar rakyat Indonesia tidak mudah dibodoh-bodohi oleh manusia gila yang haus kekuasaan. Sekadar informasi, bertepatan dengan peringatan kenaikan Yesus Kristus 21 Mei 1998, Soeharto lengser.  Semoga saja ini hanya ‘cocoklogi’.
    Sebenarnya, PKI dan Orde Baru sama-sama sudah mati. Apakah kita sama-sama terpikir bahwa isu PKI sengaja dibangkitkan, sebagai umpan lambung bagi kebangkitan orde baru? Cerdas dong! Mari kita bersama-sama menolak kebangkitan orde baru, karena kita sudah ada di era modern, revolusi mental!

    Betul kan yang saya katakan?
    (Sumber : SEWORD DOT COM)

    , , , , ,

    ELVIPS.COM - Sebanyak 386 jamaah calon haji kloter pertama embarkasi Jakarta diberangkatkan pagi ini dari Pondok Gede, Jakarta Timur. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek ikut melepas keberangkatan pertama haji 2017.

    "Senantiasa mengharapkan keberkahan dan dengan mengucap bismillah, pada pagi hari ini kami melepas keberangkatan bapak dan ibu semua untuk melaksanakan ibadah haji," ucap Lukman Hakim di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (28/7/2017) pukul 04.35 WIB. 

    Dalam sambutannya Lukman berpesan untuk para jamaah haji agar saling menjaga diri satu dengan lainnya. Hal ini karena mayoritas jamaah haji tahun ini telah berusia lanjut. 

    "Dimohon untuk saling menjaga satu dan lainnya, serta jika ingin pergi sedianya tetap bersama rombongan atau bila ingin pergi ke masjidil haram sendiri sedianya menghubungi ketua kelompoknya," lanjut lukman. 

    Total kuota jemaah haji Indonesia tahun ini sebanyak 221.000, terdiri dari 204.000 jemaah haji reguler dan 17.000 jemaah haji khusus.

    Gelombang pertama akan terbang menuju Madinah Arab Saudi untuk menjalani ibadah Arbain (Jamaah haji mengejar keutamaan salat wajib 40 waktu tanpa putus di masjid Nabawi) selama 8-9 hari. Setelah itu, mereka secara bertahap diberangkatkan menuju Makkah untuk menjalani proses ibadah haji.

    , , , ,


    Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Hussein Obama memberikan pidato di Kongres Diaspora Indonesia keempat. Obama berbicara banyak hal di dalam pidatonya, salah satunya adalah kemajuan kota Jakarta saat ini. Obama membandingkan Jakarta dahulu kala yang masih banyak rawa-rawa dan persawahan di masa kecilnya, dengan Jakarta saat ini.

    Dahulu kala saat Obama tinggal di Menteng Dalam, ia masih teringat dengan becak dan bemo, namun sekarang sudah tidak ada lagi. Kemajuan teknologi dan transportasi menjadi sebuah hal yang tentu menyingkirkan alat transportasi konvensional yang ada di Jakarta, dan beralih kepada alat transportasi massal yang modern dan bebas polusi.

    Obama pun mengenang bagaimana dirinya harus mengeringkan lantai rumahnya ketika hujan karena rembesan atap. Obama mengakui bahwa Jakarta saat ini banyak perubahan. Obama sempat tinggal di Jakarta pada tahun 1967 hingga 1971, kira-kira 4 tahun. Obama lahir pada tahun 1961.

    Jadi kira-kira Obama sempat menetap di Jakarta pada usianya yang ke 6 hingga 10. Tentu masih teringat kenangan manis Obama di Jakarta. Dengan setiap apa yang menjadi kehidupannya pada masa lalu, tentu ia memiliki kedekatan tersendiri dengan negara Indonesia, khususnya di Jakarta. Suasana Jakarta yang sudah berubah, membuatnya tentu  harus terbiasa lagi dengan hal tersebut.

    Kenangan akan suasana Jakarta sebenarnya sudah pernah ditulis oleh Obama di bukunya ‘The Audacity of Hope’ pada tahun 2007. Obama menjelaskan dan mendeskripsikan bagaimana jumlah becak pada saat itu lebih banyak dari pada mobil yang ada di Jakarta. Gubernur Jakarta pada saat itu adalah Ali Sadikin.

    Ali Sadikin dikenal sebagai gubernur Jakarta yang cukup nyentrik. Bahkan konon katanya, ia pernah menampar perwira TNI di hadapan umum ketika mengetahui bahwa ada anggota TNI melanggar lalu lintas. Ketegasan Ali Sadikin sampai sekarang dikenang. Ia memimpin Jakarta pada tahun 1966 sampai 1977.

    Sebelas tahun ia memimpin Jakarta, berhasil mengontrol dan menyejahterakan para penghuni lingkungan kumuh di Jakarta. Kebijakan dan aturan yang diterapkan Bang Ali, membuat Jakarta berubah. Mungkin Obama yang pada saat itu masih kecil, tidak merasakan bagaimana kinerja sosok Ali Sadikin di Jakarta, berhubung pada saat itu, Ali Sadikin juga baru menjabat beberapa tahun di Jakarta.

    Kesal dengan perilaku sang sopir truk yang ugal-ugalan, Bang Ali, yang saat itu tengah dalam perjalanan usai mengunjungi kawasan Menteng Wadas memerintahkan sopirnya untuk mengejar truk tersebut. Akhirnya truk mau berhenti dan setelah beberapa kalimat interogasi, supir Angkatan Laut Republik Indonesia pun tidak mau mengalah, sehingga tamparan keras mendarat telak di pipinya. Inilah kenangan-kenangan yang dimiliki oleh Jakarta dengan pemimpin yang tegas.

    Tamparan pertama…

    “Wonderful to be back in Jakarta” – Obama.

    Baru saja kita kehilangan sosok gubernur yang tegas dan bertanggung jawab terhadap rakyat, Pak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok yang saat ini sedang mendekam di sel rumah tahanan Mako Brimob pun menjadi seseorang yang pernah memajukan Jakarta dan membahagiakan warganya, jauh sebelum Anies bicara tentang hal ini.

    Kemajuan Jakarta saat ini pun dirasakan bukan hanya oleh warga Jakarta, melainkan mantan Presiden ke-44 Amerika, Barack Obama pun memuji kinerjanya dengan pengakuannya, langsung telak di muka Anies.

    Kongres Diaspora Indonesia IV yang diisi oleh pembicara mantan Presiden AS Barack Hussein Obama, dihadiri oleh beberapa tokoh seperti Zon, Anies, dan bahkan Gloria Natapradja Hamel yang merupakan anggota Paskibraka 2016. Selain mereka bertiga, sejumlah tokoh hadir.

    Ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menlu Retno LP Marsudi, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Menhub Budi Karya Sumadi, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Kang Emil), dan lain sebagainya.

    Tamparan kedua…

    “Bhinneka Tunggal Ika” – Obama.

    Bukan hanya memuji perubahan Jakarta, Obama pun menceritakan perjalanan liburannya kemarin di Candi Borobudur. Obama memuji dan mengapresiasi kebinekaan yang ada di Indonesia. Tentu lagi-lagi ini merupakan tamparan keras kepada Anies Baswedan yang didukung oleh ormas radikal nan intoleran, FPI dengan imam kecilnya, si tersangka Rizieq Shihab. Hahaha.

    “Kalau Anda lihat Borobudur, candinya umat Buddha, Candi Prambanan umat Hindu, dia ada di negara mayoritas muslim… Semangatnya toleransi. Ini terabadikan dalam konstitusinya. Saling menghargai dalam semangat harmoni…” kata Obama dalam bahasa Inggris di Kongres Diaspora Indonesia keempat, Sabtu (1/7/2017).

    Obama pun mendukung terus aksi-aksi perlawanan terhadap intoleransi. Aduh sampai sini, entah muka Anies mau ditaruh di mana. Sulit bagi Anies untuk tetap memandang wajah Obama yang setiap kalimatnya, mengoyak-ngoyak idealisme dan ‘menampar-nampar’ muka Anies.

    Tamparan ketiga, tamparan pamungkas!

    “Generasi muda harus melawan intoleransi!” –  Obama

    Mungkin di dalam ketiga ‘tamparan’ Obama yang sangat keras, Anies dan Fadli Zon yang merupakan tamu istimewa, gelisah dan berkeringat karena apa yang dikatakan Obama, menghantam telak mereka, yang dengan jelas didukung oleh ormas radikal nan intoleran, FPI.

    Terima kasih Obama, sudah mewakili Ahok dan Jokowi di dalam menumpas habis intoleransi dan mendukung habis ideologi Pancasila yang sampai saat ini menjadi pengisi dan pemberi makna hidup bagi rakyat Indonesia. Semoga Pak Obama sehat selalu. Sebagai mantan presiden Amerika, Pak Obama tidak baper dan tidak prihatin. Semoga Anda menjadi orang yang berkontribusi bagi negara Anda dan bahkan Indonesia, sampai ke seluruh dunia.

    Jangan sampai kebinekaan di Indonesia dikoyak-koyak oleh kaum muslim minoritas seperti FPI. Jangan pikir FPI itu mayoritas. Mereka adalah minoritas, yang bukan mewakili Islam Nusantara. Kita percaya bahwa Islam di Indonesia tidak seperti yang dikerjakan oleh Rizieq CS. Bayangkan agama macam apa yang dianut mereka, sehingga berani-beraninya si tersangka Rizieq lari dari tanggung jawab.

    Obama sukses mempermalukan FPI, Gerindra, PKS dan ormas-ormas lainnya yang mendukung atau pun didukung oleh aksi intoleransi di Indonesia.

    Entah apa yang Jokowi katakan kepada Obama di Bogor kemarin, sehingga Obama bisa ‘menampar’ telak orang-orang yang mendukung atau didukung oleh aksi maupun ormas intoleransi. Pidato yang dilakukan oleh Obama sangat kontekstual, khususnya di dalam membahas tentang ‘kemajuan Jakarta‘, ‘mengecam aksi intoleransi‘, dan ‘mendukung kebinekaan‘. Obama tahu betul gerakan catur Pak Dhe, sehingga kode tersebut tersampaikan dengan tepat.

    , , , , , ,

    ELVIPS.COM - Saya pernah baca buku tentang sejarah Nazi untuk menjawab pertanyaan ini, tapi saya lupa judul bukunya. Dan pertanyaan ini erat kaitannya dengan peristiwa genosida terhadap bangsa Yahudi (dikenal dengan Holokaus). Meskipun sejarah tentang hal ini masih simpang siur dan saya tidak bisa memastikan kebenaran yang sesungguhnya kerena belum lahir ketika itu. Tapi, saya tetap mencoba menjawab berdasarkan beberapa referensi yang saya dapatkan.
    Berawal dari sebuah legislasi yang memuat sebuah “Ayat Arya”, tentang penyingkiran orang-orang Yahudi yang diundangkan oleh Adolf Hitler ketika menjabat sebagai kanselir pada bulan April 1933. Maka, semua pegawai pemerintah harus memperlihatkan dokumentasi ihwal keturunan “Arya” mereka. Untuk pertama kalinya, sebuah legislasi menetapkan siapa yang dianggap orang Yahudi. Para pegawai yang diketahui keturunan Yahudi dicopot dari jabatannya. Orang Yahudi yang ikut berperang di lini depan selama Perang Dunia I atau yang anggota keluarga dekatnya gugur di dalam konflik dibebaskan dari aturan ini sampai tahun 1935, setelah itu mereka pun dicopot dari jabatannya. 
    Mulai dari tanggal 17 Agustus 1938, semua orang Yahudi di Jerman diharuskan menambahkan namanya dengan nama Yahudiah. Laki-laki wajib menambahkan "Israel" dan perempuan "Sara." Pada bulan Oktober, pemerintah Jerman menyita semua paspor yang dipegang oleh orang Yahudi. Paspor baru yang diberikan kepada orang Yahudi memiliki cap huruf "J," yang menandakan bahwa si pemegang paspor adalah orang Yahudi.
    Pada 19 September 1941, ditetapkan aturan bagi orang Yahudi berusia di atas enam tahun di Jerman diwajibkan untuk setiap waktu memakai bintang enam-titik berwarna kuning bertuliskan kata "Jude" ("Yahudi" dalam bahasa Jerman) dalam warna hitam yang melintang di bagian muka, yang dijahit pada baju luar. Setelah itu orang Yahudi di Jerman pun dapat dikenali secara visual. Deportasi secara sistematis kaum Yahudi dari Jerman dimulai pada bulan Oktober. Pada bulan Maret 1942, orang Yahudi juga diharuskan memperlihatkan lambang bintang tersebut di tempat tinggal mereka.
    Dengan demikian, pejabat Jerman dapat mengidentifikasi orang-orang Yahudi yang tinggal di Jerman melalui catatan sensus, pengembalian pajak, daftar anggota sinagoge (tempat ibadah orang Yahudi), catatan paroki (untuk orang Yahudi yang telah dikonversi), formulir pendaftaran polisi yang rutin tapi wajib, pertanyaan dari saudara, dan dari informasi yang diberikan oleh tetangga dan pejabat. Untuk wilayah yang diduduki oleh Nazi Jerman atau mitra Axisnya, orang-orang Yahudi sebagian besar diidentifikasi melalui daftar anggota masyarakat Yahudi, surat identitas individu, dokumen sensus yang didapatkan, catatan polisi, dan jaringan intelijen lokal.

    , , , , ,


    Salah satu perubahan yang diprakarsai oleh gerakan mahasiswa terjadi pada tahun 1998, Quipperian. Insiden 1998 ini menunjukkaan adanya peran besar mahasiswa dalam mengawasi kekeliruan yang  dilakukan pemerintah. Gerakan ini juga menandakan banyaknya mahasiswa yang mulai memahami peran mereka yang tidak hanya sebagai akademisi, namun juga sebagai pembawa perubahan untuk bangsa. Oleh karena itu, kampus harusnya tidak hanya menjadi tempat belajar untuk mendapatkan gelar sarjana dalam hidupmu, namun juga menjadi wadah untuk mendiskusikan konflik-konflik sosial dan isu-isu politik.

    Jika bisa seperti itu, maka kamu mampu menjadi anak muda yang memiliki peran sebagai agent of change. Salah satu mahasiswa yang menaruh perhatian pada peran mahasiswa sebagai aktivis ini adalah Sayed Junaidi Rizaldi, alumni UPN Veteran Jakarta yang sekarang menjadi Ketua DPD Provinsi Riau.

    Profil Singkat Sayed Junaidi Rizaldi

    Ketertarikan Sayed muda untuk mengkritisi berbagai kekeliruan yang ada di sekitar diwujudkannya pertama kali dengan menjadi wartawan kampus. Di tahun 1993, ia bergabung pada Lembaga Penerbitan Majalah (LPM) Aspirasi. Di majalah kampus inilah Sayed mulai belajar untuk mengaspirasikan kegelisahan-kegelisahan mahasiswa terhadap kekurangan yang dimiliki kampus tempat ia belajar.

    Mimpi Sayed cuma satu, yaitu bisa membawa perubahan untuk kampusnya. Agaknya, hal ini jua lah yang menggiring langkah Sayed untuk menjadi politisi. Perubahanlah yang ingin dicapai Sayed, perubahan agar Indonesia memiliki masyarakat yang lebih sejahtera. Perubahan agar Indonesia menjadi negara yang lebih baik.

    Sayed lahir dari keluarga sederhana di Dumai. Ia dilahirkan dari pasangan Sayed Abdul Rahman dan Syarifah Rodiah pada hari Kamis, 19 Desember 1974. Saat ini, Sayed telah dikarunia satu orang putra dan satu orang putri. Keluarga kecil Sayed menetap di Dumai. Sementara Sayed sendiri dikenal sebagai seoang politisi yang saat ini menjabat sebagai  Ketua DPD Provinsi Riau.

    Keaktifan Sayed dalam dunia organisasi memang sudah terlihat di tahun pertama perkuliahannya. Sayed juga tercatat aktif di Komunitas Pecinta Alam UPN Veteran Jakarta.  Selain itu, Sayed adalah orang yang ikut membantu membentuk berdirinya Teater Hijau 51, sebuah UKM Seni yang saat ini banyak diminati mahasiswa UPN Veteran Jakarta. Ketertarikannya pada Sastra juga ditunjukkan Sayed dengan menulis puisi-puisi patriotik yang berbicara tentang ‘perubahan’.

    Alhasil, Sayed juga menjadi bagian dari Gerakan Reformasi 1998 yang mewakili aktivis-aktivis UPN Veteran Jakarta untuk membuat perubahan baru yang lebih baik di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Diskusi mahasiwa mengenai Reformasi ini sudah dimulai sejak 1996. Diskusi ini berawal dari kegelisahan mahasiswa akan kehancuran NKRI atas berkuasanya seorang pemimpin negara selama lebih dari 30 tahun. Diskusi-diskusi inilah yang menjadi bagian dari hari-hari Sayed. Hingga akhirnya, Sayed dan beberapa rekan mahasiswa lainnya berhasil membawa isu ini untuk didiskusikan di tingkat Senat.

    Sayed dan Peristiwa Mei 1998

    Pada tahun 1997, Sayed bersama rekannya dari Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta terlibat dalam diskusi serius mengenai pergerakan mahasiswa di Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ). Di FKMSJ ini, beberapa aktivis yang berasal dari Universitas Indonesia, IKIP Jakarta (saat ini telah berubah nama menjadi Universitas Negeri Jakarta), Universitas Mercubuana, dan Universitas YARSI berdiskusi tentang pergerakan besar yang akan dilakukan mahasiswa untuk melakukan protes pada rezim yang saat itu sedang berkuasa.

    Satu bulan setelah pendirian organisasi ini, yaitu pada 17 April 1996, FKPMJ mulai unjuk gigi dengan melakukan aksi demonstrasi untuk menolak kenaikan biaya angkutan umum. Aksi ini dilakukan di Departemen Perhubungan Jakarta. Pada 27 Juli 1996, Sayed dan rekan-rekannya kembali melayangkan protes pada pemerintah yang kemudian berakhir rusuh

    Aksi berani para aktivis yang menjadi tempat Sayid bergabung ini kembali ditunjukkan pada peristiwa 27 Juli 1997 untuk melakukan gerakan penolakan pencalonan kembali Bapak (Alm.) Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Aksi protes ini terus berlanjut hingga pecahnya peristiwa Mei 1998 yang membuat Presiden kala itu meletakkan tampuk kekuasaan yang telah ia miliki selama 32 tahun. Beberapa mahasiswa yang menjadi aktivis di FKMSJ ini sempat diamankan oleh rezim yang berkuasa. Namun, koordinasi yang solid dari UPN Veteran Jakarta membuat Sayed dan aktivis UPN Veteran Jakarta lainnya tidak terjaring dalam pantauan penguasa.  

    Pengalaman berharga ketika menjadi aktivis di masa-masa kuliah ini lah yang pada akhirnya membuat Sayed berhasil menjadi politisi. Latar belakangnya yang menginginkan perubahan baik untuk Indonesia membuat Sayed dipercaya menjadi Ketua DPD Riau. Selama menjabat menjadi politisi, Sayed beberapa kali langsung datang ke daerah-daerah kecil di Riau dengan tujuan agar setiap daerah bisa mendapatkan pemerataan dalam segala bidang.

    Dengan jabatan yang ia miliki saat ini, Sayed tetap membawa mimpinya ketika masih kuliah, yaitu membawa perubahan untuk Indonesia. Bagi Sayed, jika pertarungan sudah dimulai, maka mundur tidak lah boleh dilakukan karena perjuangan harus selalu dilakukan tanpa peduli kalah atau menang.

    Sayed dan Keluarga

    Di usianya yang sudah menginjak kepala empat, Sayed menjalani kehidupan yang harmonis dengan keluarga kecilnya. Ia merasa bersyukur karena bisa membangun keluarga kecil dengan sang istri, Setyowati dan kedua anak mereka, Sayed Aqbil Ruhullya Muntazhar dan Syarifah Risya Dara Saqueena.

    Kunci keharmonisan yang dipegang Sayed adalah untuk tidak terlalu mempermasalahkan kesalahan di masa lalu, namun lebih fokus agar menjadi lebih baik di masa depan. Melalui blog pribadinya, Sayed berpesan ‘makin hari makin tua usia kita, tapi jarang orang-orang yang mampu belajar dari pengalaman. kebanyakan orang masih saja terperangkap pada masa lalu dan hanyut pada pusaran tersebut. Padahal, ada masa depan yang perlu diperhatikan.’

    , , , , , ,


    Enam tahun sudah revolusi Libya berjalan. Namun, bukannya mengalami perubahan positif, negeri di wilayah Afrika Utara itu malah terjebak dalam kekacauan tanpa akhir.

    Bagi kebanyakan warga Libya, revolusi tersebut hanya menghasilkan kerusuhan dan aksi teroris.

    Kebanyakan orang Libya menyesalkan penggulingan Muammar Khadafi, bukan karena mereka mencintai rezimnya, tapi karena pilihan revolusi ternyata tak sesuai harapan, kata Jalal Fituri, seorang pengajar di universitas setempat, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (18/2/2017).

    Fituri menambahkan, kekacauan dan kondisi tidak aman menggantikan keamanan enam tahun lalu. Dan lebih buruknya lagi praktik korupsi merajalela di seluruh Libya.

    "Ketika kami berdemonstrasi menentang rezim (Khadafi), kami memimpikan kebebasan dan menikmati kekayaan kami. Namun, kami sekarang dikelilingi oleh penjahat dan gembong perang. Bukannya menikmati kekayaan minyak kami, kemiskinan telah meningkat dan warga tak berdaya," katanya.

    Sementara itu, Ibtisam Naili, seorang perawat di Tripoli, mengatakan percaya ada persekongkolan internasional dalam revolusi itu.

    "Mereka yang berdemonstrasi menentang rezim Khadafi pada 2011 dibodohi politisi Libya di luar negeri yang sangat menginginkan kekuasaan. Mereka mengambil-alih kekuasaan dengan mencuci otak pemuda Libya," katanya.

    Naili melanjutkan, Libya telah terpecah akibat konflik di seluruh negeri.

    "Barat dan timur terpisah dan hasilnya tiga pemerintah yang bertikai yang mengakui keabsahan dan dua parlemen di timur dan barat, keduanya mengaku 'mereka mewakili rakyat Libya'," kata Naili, geram.

    Demonstrasi guna menentang rezim Khadafi meletus pada 17 Februari 2011 di Kota Benghazi, Libya Timur, dan dengan cepat menyebar ke kota lain. Beberapa pekan kemudian, demonstrasi damai itu berubah menjadi konflik bersenjata antara gerilyawan Libya dan pasukan Khadafi.

    Pada Oktober 2011, gerilyawan menangkap dan membunuh Khadafi di kota kelahirannya, Sirte, dan menggulingkan rezimnya yang telah berkuasa selama 42 tahun.

    "Kami turun ke jalan dengan spontan. Kami bersatu sekalipun kami tidak saling mengenal. Kami memiliki harapan tinggi dan setiap orang memimpinkan Libya baru yang stabil dan makmur. Tapi sayangnya, tidak semua keinginan dapat terwujud," kata Mohamed An-Ne'mi, seorang gerilyawan dari Tripoli.

    Tapi lelaki tersebut tidak kehilangan harapan buat negerinya.

    "Kami akan bersabar dan kami memiliki keyakinan pada tujuan kami meskipun kekacauan melanda negeri kami. Kami tetap optimistis mengenai masa depan kami," katanya.

    Di lain pihak, Najwa Al-Hami, seorang pegiat hak asasi manusia, mengatakan apa yang terjadi di Libya bukanlah revolusi.

    "Mana mungkin ini revolusi rakyat sedangkan tiga-perempat rakyat mendukung Khadafi?" kata Al-Hami.

    "Apakah protes oleh ratusan orang di setiap kota adalah revolusi? Saya percaya dinas intelijen barat berada di belakangnya untuk mengubah rezim Khadafi melalui kekerasan."

    "Revolusi milik setiap politikus yang memiliki dwi-kewarganegaraan dan memiliki rekening bank di luar negeri. Mereka sangat ingin merayakan peringatan sebab itulah alasan mengapa mereka berada pada posisi ini," ungkapnya.

    , , , ,


    ELVIPS.COM - Amerika mulai khawatir terhadaplangkah politik internasional Presiden sekarang dengan membangun poros “Jakarta-Beijing-Taheran-Moskow” meliputi perdagangan, teknologi sipil, teknologi militer, kesehatan, nuklir dan investasi.

    Hal yang paling merisaukan Amerika adalah hancurnya hegemoni mereka serta hilangnya kontrol atas geliat ekonomi di Indonesia yang pada akhirnya akan merubah kiblat negara-negara kawasan di Asia Tenggara mengikuti jejak langkah Indonesia yang progresif.

    Ketakutan Amerika juga tidak terlepas dari kebijakan Presiden terhadap perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia di bumi Papua, betapa besar kehilangan keuntungan bagi mereka apabila PT. FreeportIndonesia akan dimainkan Jokowi sebagai ‘capital politic’ pada pilpres tahun 2019 nanti, maka akan tamatlah Amerika di Indonesia.

    Ada beberapa langkah yang telah dan mulai dimainkan oleh Amerika di Indonesia dalam rangka tetap dapat mengusai Indonesia seperti selama ini berhasil mereka lakukan;

    1. Lewat bantuan Arab Saudi dengan memberikan suntikan dana besar kepada para radikalis dan teroris di Indonesia.

    2. Lewat Mesir dan Turkey dengan menggerakan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslim di Indonesia.

    3. Lewat Alumnus West Point, Minneapolis, dan kursus perwira Indonesia di negeri Paman Sam dengan memainkan isu bangkitnya PKI.

    Ada pertanyaan, apakah CIA bermain di sini, maka jawabnya tentu saja. Sebab sudah bukan rahasia lagi bahwa selama ini, mereka (CIA) telah merekrut alumnus sekolah perwira militer maupun para akademisi terbaik dari sipil yang pernah mengenyam pendidikan Amerika, dan terlihat dari unsur Radikalis merapat ke blok Amrikiyya ini.

    Maka janganlah heran kalau yang menyebar isu anti Cina dan tuduhan bahwa Ahok bisa menjadi pemicunya mungkin mengarah ke tragedi tahun 1998, dan yang mengatakan bahwa hantu PKI itu memang nyata, serta yang membakar masa dalam pidato tentang bangkitnya ideologi komunis lewat PKI di Indonesia, semuanya adalah purnawirawan Jenderal lulusan Amerika. Apakah bukan kebetulan semata?

    Sederhana saja jawabnya, bahwa pola yang dimainkan Amerika sangat mirip dengan yang terjadi pada situasi sebelum meledaknya G 30 S/PKI seperti contoh di bawah ini: 

    – Settingnya dulu adalah Tritura, juga terselip sentimen anti Cina. Golnya adalah jatuhnya Bung Karno. Dan saat ini setingnya adalah “Turunkan Jokowi dan hancurkan PKI”, targetnya jatuhkan Jokowi.

    – Dulu Amerika memainkan kebodohan dan ambisi PKI dengan memusuhi para ulama dan agamawan, kemudian melakukan kudeta terhadap para Pahlawan Revolusi, maka saat ini digandengnya kaum radikalis yang anti Pancasila karena dianggap ajaran Thoghut untuk propaganda bangkitnya PKI. Padahal apa urusan mereka soal PKI, mereka itu jelas-jelas anti Pancasila dan ingin mendirikan Khilafah Islamiyah diIndonesia.

    – Pola penghancuran Indonesia telah dilakukan lewat aksi teror dan rencana membagi Indonesia menjadi 18 sampai 20 negara baru sehingga mudah dikuasai sesuai kepentingan mereka. Langkah itu tidak membuahkan hasil, maka mereka (Amerika) lewat antek-antek mereka di Indonesia memainkan isu yang paling sensitive yaitu “Bangkitnya PKI”.

    – Membangun fitnah terhadap pribadi Agus Wijoyo, purnawirawan Jenderal bintang 3 anak dari salah seorang Pahlawan Revolusi yang adalah tokoh penggagas serta pelopor rekonsiliasi antara anak mantan PKI dengan anak Pahlawan Revolusi. Sehingga ditimbulkanlah pertanyaan nyeleneh dari juga purnawirawan Jenderal lulusan Amerika bahwa perlu dipertanyakan apakah betul Agus Wijoyo itu anak dari Pahlawan Revolusi? Hal yang kemudian dibantah dan diluruskan oleh AM. 

    Hendropriyono, purnawirawan Jenderal mantan kepala BIN menyatakan bahwa dia kenal betul siapa Agus Wijoyo dan kenal betul siapa bapaknya. Sekarang isu bangkitnya PKI menjadi mainan yang menyatukan para alumnus Amerika baik sipil maupun militer bergandeng tangan dengan mesin penghancur Amerika di Timur Tengah yaitu kelompok radikal serta teroris berbaju agama.

    Akankah kita Bangsa Indonesia dapat dihancurkan oleh mereka dengan cara-cara keji di atas? Tentu kondisi nya berbeda, karena langkah yang ditempuh Jokowi adalah sebagai berikut:

    1. Membangun kekuatan TNI, baik lewat perbaikan Alusista, baik produksi dalam negeri maupun lewat pembelian dengan melirik Rusia sebagai mitra utama.

    2. Membersihkan BIN dari agen ganda pengabdi kepada kepentingan Amerika dengan agen Merah Putih.

    3. Menempatkan jabatan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, serta juga Kapolri yang bukan lagi lulusan Amerika.

    4. Membangun infrastruktur besar di Indonesia. 

    Semuanya adalah dalam memperkuat ketahanan nasional, serta meninggikan martabat bangsa dengan tidak lagi tunduk kepada kemauan Amerika. Maka malulah kita, kalau masih saja mau menjual diri kepada kepentingan Amerika. [dutaislam.com/ ed]

    Sumber : http://www.muslimoderat.net/2016/12/isu-pki-adalah-permainan-amerika-ini.html#ixzz4Wuja3cHp


Top