.

.

.

.

.

    , ,


    ELVIPS.COM — Banyak orang berpikir kreatif ketika berhadapan dengan masalah. Berangkat dari kesulitan mencari modal untuk memperluas kebun ubi jalar di kampungnya, di Baso, Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Masril Koto bertekad membuat bank petani.

    Bank inilah yang kemudian mengantarkan pria asli Minang itu memenangi berbagai penghargaan sebagai social entrepreneur. Dengan semangat dan ketekunan, Masril membangun lebih dari 900 bank petani berbentuk lembaga keuangan mikro-agribisnis (LKMA) di seluruh Indonesia. Sistem bank ini juga diadopsi oleh pemerintah dan menjadi cikal bakal Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan Nasional.

    Seperti sebagian pria Minang lain, Masril muda merantau ke Jakarta pada 1994. Seorang teman ibunya mengajak Masril, saat itu buruh di Pasar Padang Luar, Bukittinggi, membantunya di usaha percetakan di Jakarta. Tak cuma memproduksi kantong, karena lokasinya dekat dengan kampus Trisakti di Cempaka Putih, pemilik percetakan juga berbisnis jasa fotokopi. 

    Masril yang hanya tamat kelas 4 SD ini ikut membaca materi-materi kuliah. Pria kelahiran 13 Mei 1974 ini juga belajar berorganisasi dari para mahasiswa. Tempat Masril bekerja menjadi tempat berkumpul para perantau asal Sumbar. "Di Jakarta, saya belajar berorganisasi," ujar Masril.

    Setelah empat tahun di Ibu Kota, Masril pulang ke Agam. "Saya tidak tahan melihat kekerasan yang terjadi di saat krisis," kenang Masril.

    Setibanya di kampung, dia terkejut mendapati pemuda di kampungnya mulai terkotak-kotak. Ada kelompok perantau dan pemuda yang belum pernah merantau. Melihat kondisi itu, Masril merangkul para remaja untuk bergotong royong membangun lapangan basket. Lapangan ini yang akhirnya menjadi tempat berkumpul para pemuda di kampung Masril. Di situ pula terbentuk organisasi kepemudaan Karang Taruna di kampungnya, Banu Hampu.

    Supaya bisa mendanai berbagai kegiatan organisasi, Masril berinisiatif membangun ruko di tanah desa yang akan menjadi milik para pemuda. "Kebetulan ada jalan baru di depan ruko," tutur Masril. 

    Untuk membangun enam ruko, Masril berutang ke toko bangunan. Selama dua tahun, uang sewa dari lima ruko dibayarkan ke toko bahan bangunan. Sementara, uang sewa satu ruko sisanya menjadi milik organisasi pemuda di sana yang akhirnya berkembang menjadi Yayasan Amai Setia.

    Diundang Bank Indonesia

    Masril menikah dengan Ade Suryani yang berasal dari kecamatan berbeda di Agam. Masril mengikuti keluarga istrinya di Nagari Koto Tinggi, Baso. Kembali, Masril menemui berbagai masalah. Satu yang paling mencuri perhatiannya adalah masalah modal memperluas kebun.

    Setelah melalui serangkaian diskusi, baik dengan petani maupun instansi pemerintahan terkait, para petani ubi jalar di Baso ingin adanya sebuah bank petani. Masril kembali tampil. "Saya merasa punya talenta berorganisasi," kata dia. 

    Demi merintis bank petani, Masril keluar masuk bank di Padang. Ia menanyakan cara-cara mendirikan bank, tetapi ia tak pernah mendapat jawaban memuaskan. "Sepertinya kami tak mungkin membuat bank sendiri," ujar dia.

    Tak patah semangat, Masril terus berkonsultasi dengan Dinas Pertanian di kabupatennya. Hingga suatu ketika, ada sebuah pelatihan akuntansi yang diselenggarakan untuk kelompok tani tersebut. Masril pun mendapat kesempatan berkenalan dengan pegawai Bank Indonesia (BI). Merasa bertemu orang yang tepat, dia bertanya segala sesuatu tentang seluk-beluk pendirian bank. Masril pun diundang datang ke kantor BI. 

    "Sekitar 2005, saya baru datang ke BI. Pengalaman pertama saya datang ke gedung perkantoran di kota," ujar dia.

    Berbekal penjelasan dari BI, Masril dan para petani segera menyusun rencana membuat bank petani. Dia mengumpulkan modal dari para petani, dengan cara menjual saham, senilai Rp 100.000 per saham. Dari 200 petani di Baso, terkumpul modal Rp 15 juta. Setelah empat tahun melewati perjuangan melelahkan, baru pada awal 2006, bank yang dikelola lima pengurus ini mulai beroperasi. Masril pun ditunjuk sebagai ketua.

    Dalam hitungan hari, seluruh modal terserap habis menjadi kredit. Masril kembali bingung karena tak ada uang yang mengendap. Dari situ, dia lantas berpikir perlunya iuran pokok bagi nasabah yang dibayar setahun sekali untuk biaya operasional. Masril juga membuat beberapa produk tabungan, sesuai dengan kebutuhan petani, seperti tabungan pupuk. Oh, iya, agar meyakinkan, Masril yang paham produk percetakan membuat saham dan buku-buku tabungan dan catatan kredit seperti bank pada umumnya.

    Keberhasilan bank petani ini segera tersebar luas. Banyak organisasi masyarakat datang ke bank petani ini untuk melakukan studi banding. Bahkan, dalam kunjungannya meninjau gempa di Padang pada 2007, beberapa menteri mampir ke bank petani yang kemudian berubah nama menjadi LKM Prima Tani ini.

    Sayang, lantaran tak lagi sepaham dengan visi yang diemban para pengurus LKM, Masril keluar pada 2009. Saat itu aset sudah mencapai Rp 150 juta. "Saya ingin menularkan keberhasilan ini untuk petani lainnya," tutur dia.

    Mulailah Masril berjuang seorang diri menjadi relawan. Ditemani sepeda motor kesayangan, dia memperkenalkan konsep LKM agribisnis ini ke kelompok-kelompok petani di Sumatera Barat, tanpa bayaran sepeser pun. "Mereka hanya mengisi bahan bakar sepeda motor saya," kata Masril. 

    Pada 2010, seorang warga Jepang menemuinya dan meminta Masril membantu membuat LKM agribisnis untuk 2.000 petani di Sumbar. Ini merupakan pencapaian besar karena rata-rata kelompok tani yang ia kelola hanya setingkat desa, terdiri dari 200 petani. Namanya pun kian berkibar sebagai pencetus bank petani. 

    Tak berhenti di Sumbar, Masril juga menularkan konsep bank petani ini ke seluruh daerah di Indonesia. "Saya ingin mengajak petani berdaulat secara pangan dan ekonomi di desanya," katanya.

    Kini, ada sekitar 900 LMK yang telah dibentuk Masril, dengan aset mulai dari Rp 300 juta hingga Rp 4 miliar per LMK. Dia menaksir, total kelolaan dana LKMA secara keseluruhan mencapai Rp 90 miliar dengan 1.500 tenaga kerja yang merupakan anak petani.

    Masril yang kini sering tampil sebagai pembicara, sebagai wakil BI atau dosen undangan di berbagai universitas, menargetkan 1.000 LKMA pada 2016. Dia menitikberatkan pendirian LKMA di Indonesia Timur, khususnya daerah yang belum terjamah institusi keuangan.


    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/04/03/1055218/Pria.Tak.Lulus.SD.Ini.Membangun.900.Bank.di.Kampung

    ,

    ELVIPS.COM - Bupati Pertama Bergelar Profesor, Peraih 50 Award, Sukses Mengubah dari Daerah Transit Menjadi Daerah Destinasi, Tanpa Pencitraan !

    Sejak lepas shalat subuh, warga dapat dgn mudah bertemu Bupatinya tanpa protokoler yg rumit. Bahkan dgn bebasnya masyarakat dapat mencurahkan segala keluh kesah mengenai berbagai permasalahan. Di rumah dinas dan rumah pribadi Nurdin, siapa pun bebas masuk tanpa ada hambatan, baik untuk mengadu atau sekadar mengusulkan program. Saat menerima pengaduan warganya, bupati bergelar profesor Ilmu Kehutanan Universitas Hasanudin ini sesegera mungkin menyelesaikannya dgn melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

    "Selama 6 tahun ini, sudah banyak pejabat yg saya copot, seperti Kepala Badan Kepegawaian Daerah sudah berganti 4 kali, wakil bupati saya itu beberapa kali ikut lelang jabatan”.

    Ketika pertama kali memenangi Pemilukada Bantaeng 2008 lalu, mantan CEO sejumlah perusahaan di Jepang ini bergerak cepat. Ia blusukan hingga ke kampung2 menemui warga. Tak mengherankan bila mulai dari anak2 sampai orang tua sangat dekat dan bersahabat dgn pemimpin daerahnya itu. Ia senantiasa ingin mencari tahu akar masalah langsung ke sumbernya. Jika sudah tahu penyebabnya, dgn cepat ia mengambil tindakan. Bekerja dgn fokus, itulah kunci keberhasilannya.

    Seluruh kepala dinas dilarang memakai sepatu mahal karena beliau tidak ingin pejabatnya tampil mewah sekaligus sayang jika sepatunya kena lumpur karena mahal. Jadi jangan harap anda melihat pejabat di Bantaeng memakai sepatu pantofel yg mengkilat. Mobil dinas yg dipakai Kadis hanya Toyota Avanza, sementara beliau sendiri menggunakan Toyota Innova. Untuk keperluan di luar dinas, Beliau menggunakan mobil pribadinya Crown th 2000.

    Bupati yg menjunjung tinggi filosofi Jepang pantang berbohong, disiplin, sesuai kata dan perbuatan ini juga berhasil membenahi sistem pelayanan kesehatan warganya. Warga Bantaeng paling dimanjakan untuk pelayanan kesehatan. Jika ada warga yg sakit, cukup menelpon Brigade Siaga Bencana (BSB ) di 113 atau 0413-22724 / 0413-21408 maka dalam waktu kurang dari 20 menit dokter serta perawat bersama ambulans gratis akan segera menjemput pasien di rumahnya. Pasukan ini mampu menurunkan angka kematian ibu melahirkan menjadi NOL dari sebelumnya 12/100.000 kematian per tahun. BSB siaga 24 jam dgn 20 dokter, 16 perawat dan 8 unit mobil ambulans berfasilitas emergency. Selain itu, BSB Bantaeng juga menyiagakan 11 unit mobil pemadam kebakaran berstandar Internasional, yg kemampuannya melebihi armada yg dimiliki Dinas Damkar Makassar. Bahkan, mobil ambulans milik Pemkab Bantaeng kerap dipinjamkan di kabupaten tetangga bilamana ada pasien yg akan dirujuk ke Makassar. Selain itu pula, Nurdin yg menguasai 3 bahasa asing, Inggris, Jepang dan Cina ini berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk menggelontorkan dana sekitar Rp 120 miliar untuk membangun gedung rumah sakit 8 lantai berstandar internasional.

    Networking-nya yg terjaga baik, terutama dgn Jepang, membuat berbagai bantuan dgn mudah didapatnya. Ambulans dan mobil pemadam kebakaran adalah di antaranya. 8 unit ambulans dan Damkar, semuanya diperoleh dari Jepang. Sistem pelayanan di BSB, diadopsinya dari Jepang meski tidak seluruhnya. Berkat mapannya pelayanan kesehatan di daerah berjuluk Butta Toa atau Tanah Tua ini, BSB Bantaeng masuk nominator United Nations Public Service Award, yg dibawahi PBB. BSB Bantaeng sengaja ditunjuk Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara mewakili Indonesia. Penataan Kota Bantaeng yg dulu terkenal dgn semak belukar kini menjadi kabupaten dgn "sejuta" tempat wisata indah. Bahkan Belia bercita-cita menjadikan Bantaeng "Singapura" di Indonesia. Karena itu sebagian besar pusat pemerintahan dan fasilitas pelayanan publik dipindahkan di daerah pantai.

    Dahulu, Bantaeng hanya dipandang sebelah mata dibanding 23 kabupaten di Sulsel. Orang2 yg akan menuju 6 kabupaten di sisi selatan Sulsel ini hanya mampir sejenak atau bahkan melintas begitu saja. Sepertinya tak ada hal menarik untuk disinggahi. Namun, sejak 2009, Bantaeng menjadi daerah yg cukup menonjol. Bantaeng menjadi destinasi, bukan lagi tempat transit. Investor kelas dunia berdatangan ke kabupaten yg jaraknya 120 kilometer dari Makassar ini.

    Penyebabnya, kini Bantaeng memiliki sejumlah ikon yg membuatnya menonjol dibanding daerah2 lain di Sulsel. Contohnya, tak banyak yg menyangka jika berbagai tumbuhan seperti stroberi, apel, durian bisa tumbuh subur di pegunungan Bantaeng. Juga tak pernah terbayangkan jika di daerah ini bisa menjadi penghasil benih unggul yg menaikkan tingkat ekonomi masyarakatnya terutama petani.

    Daerah ini pun tumbuh dgn berbagai industri pengolahan. Di bidang industri pengolahan hasil pertanian, Bantaeng sukses merintis pengolahan hasil pangan sekaligus pengepakannya. Hasil-hasilnya pun kini sudah diekspor ke berbagai negara, khususnya Jepang dan Cina. Selain itu, industri pengalengan hasil laut pun berkembang di daerah ini.
    Bangkitnya industri di daerah ini cukup mengagumkan karena Bantaeng bukan daerah tambang yg bisa dgn cepat mengundang investor. Bantaeng adalah daerah pertanian sehingga butuh waktu cukup lama untuk bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
    Namun, hal itu tak menjadi masalah bagi Bupati Nurdin Abdullah. Ia berhasil mendatangkan investor asing, tercatat dari Jepang, Cina, dan Korea.

    Dengan perubahan dan pembangunan yg terus bergerak itu, tak mengherankan jika banyak daerah yg berkaca pada daerah ini. Banteng menjadi “laboratorium” pilihan 104 kabupaten kota di Indonesia yg melakukan studi banding di daerah itu selama 2014.

    Meski tak menutup peluang masuknya investor asing, di tangan Nurdin, pembangunan di Bantaeng senantiasa mengutamakan kearifan lokal. Guru Besar Universitas Hasanuddin ini belum berpikir untuk membangun mal di Bantaeng. "Biarkan perekonomian masyarakat dulu yg tumbuh, baru kita bangun yg lain," ujar alumni Universitas Kyushu, Jepang, ini.

    Sebagai orang berlatar belakang pertanian, tekadnya bulat ingin meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, jika dulu petani jagung menanam jagung dan menjual jagung, sekarang petani jagung tak hanya menjual jagung, tapi juga benihnya. Penjualan benih itu mendongkrak penghasilan petani menjadi berlipat-lipat. Ia mencontohkan, jika sekilo jagung dijual dengan harga Rp 2.000, dgn menjual benih, penghasilan yg diperoleh bisa Rp 50 ribu per kilo.

    Saat ini, produksi benih yg dikembangkan masyarakat Bantaeng ada berbagai jenis. Jumlahnya mencapai lima ton per tahun. "Dan semuanya adalah benih unggulan yg sudah melalui uji coba dan penelitian terpadu," ujarnya.

    Penanganan banjir di Bantaeng adalah salah satu masalah yg sukses dipecahkannya. Di masa putaran akhir kampanye sebelum ia terpilih sebagai bupati, Nurdin mendapati rumah jabatan bupati terendam banjir. Setelah terpilih, ia menargetkan, banjir yg menghantui warga Bantaeng setiap tahun harus ia selesaikan dalam waktu dua tahun. Untuk melihat langsung permasalahan tsb, Nurdin Abdullah turun langsung mencari titik air penyebab banjir di saat hujan deras menyusuri anak sungai sampai sekitar 6 jam. Survei dan kajian yg melibatkan pakar dari berbagai kampus melahirkan solusi berupa pembangunan cek dam seluas 5 Ha. Pembangunan cek dam itu dipantaunya langsung. Maka, ketika hujan turun, Nurdin pasti tak berada di rumah. Ia memilih memantau kondisi di lapangan tanpa peduli meski tengah malam sekalipun. Kehadiran cek dam memang berhasil mengatasi banjir di wilayah itu sampai saat ini. Bahkan, Cek dam ini juga menjadi sumber air baku PDAM Bantaeng dan sekaligus irigasi untuk pertanian dan perkebunan warga yg sebelumnya hanya lahan tadah hujan.

    Pria kelahiran Pare-Pare, 7 Feb 1963, ini selalu menunjukkan kesungguhannya jika menghadapi suatu masalah. Ia berharap, camat, dan lurah yg menjadi mitranya melayani masyarakat bisa mencontoh hal itu. "Saya selalu sampaikan, ini masalah keteladanan. Sebagai pemimpin, selalulah memberikan contoh terbaik," ujarnya.

    Yang penting baginya, sistem harus diciptakan dan tertata bagus. Sebab, jika sistem sudah bagus, siapa pun yg akan memimpin Bantaeng kelak tinggal meneruskannya. Hal itulah yg dirintisnya sejak awal hingga tahun kedua memimpin Bantaeng. "Setahun dua tahun boleh bergantung pada bupati, tapi tahun ketiga kita harus bergantung pada sistem yg kuat," katanya.

    "Kami normalisasi sungai dan drainase lalu membangun cek dam, membangkitkan petani dgn ketersediaan pupuk, benih unggulan dan irigasi pertanian di daerah-daerah terisolir dan menggeliatkan perekonomian Bantaeng dgn membuka pintu masuk bagi para investor," ujar Nurdin.


    Mantan Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia ini membuka kesempatan bagi para investor kelas dunia untuk berbisnis di Bantaeng. Nurdin menyiapkan lahan sekitar 1.000 hektar di daerah Pajjukukkang yg tuntas di th 2015 untuk pabrik smelter yg dibangun investor Jepang, Cina dan India. 2.000 hektar untuk relokasi industri dari Jepang. Bahkan rencananya akan dibangun sekolah mekanik Asia Pasifik kerjasama dgn Toyota serta BLK dgn standar internasional.

    "Triliunan uang investor masuk ke Bantaeng tanpa ada pungutan sepeser pun. Kita menerapkan pelayanan one day service. Proses perizinan selesai dalam sehari tanpa pungutan. Investor kita jemput di bandara lalu kita antar sampai ke Bantaeng. Kta mengelola keuangan daerah secara terbuka dan transparan, buktinya tidak ada pejabat saya yg korupsi."

    Di tahun pertama kepemimpinannya, bupati berusia 50 tahun ini melakukan pembenahan dan peningkatan kapasitas aparat-aparatnya dgn menerapkan pola assesment dgn melibatkan Universitas Indonesia dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jatinangor. Sistem lelang jabatan di kepemimpinan Nurdin sudah dilakukan sejak 2009, jauh lebih awal dibandingkan yg dilakukan Jokowi sebagai Gubernur DKI.

    Di periode pertama, Nurdin berhasil duduk sebagai bupati dgn raihan suara 46 persen, meskipun tanpa kampanye yg meriah. Nurdin yg 'pulang-kampung' demi amanah almarhum ayahnya, berhasil mengungguli para kandidat yg sudah lama berkiprah di Bantaeng. Di periode kedua, tanpa kampanye dan atribut, Nurdin melenggang dgn meraih suara 84 persen dalam Pilkada 2013 silam.

    Di kepemimpinan alumni fakultas pertanian Universitas Kyushu di Jepang ini, perekonomian Bantaeng tumbuh dari 5,3 persen menjadi 8,9 persen pertahun serta berhasil meningkatkan indeks pendapatan perkapita warga Bantaeng dari Rp 5 juta menjadi Rp 14,7 juta.

    Nurdin berhasil memajukan kembali varietas sayuran, buah dan hasil2 perikanan, dgn konsep Agri-Marine Economy. Berkat kemajuan perekonomian di Bantaeng, terjadi arus balik warga Bantaeng yg merantau di luar, serta bertambahnya penduduk yg bermigrasi ke Bantaeng.

    Selama 6 tahun kepemimpinannya, Bantaeng menyabet lebih dari 50 penghargaan tingkat nasional, termasuk 4 kali berturut-turut piala adipura yag sebelumnya tidak pernah didapatkan, 3 tahun berturut-turut meraih Otonomi Award dan berhasil memenangkan Innovative Government Award (IGA) th 2013 yg diadakan Kementerian Dalam Negeri.

    Bagi Nurdin, ia tidak mau berorientasi pada piagam penghargaan semata, tanpa dibarengi karya nyata yg dirasakan warganya. Menurut Nurdin, berkat caranya memimpin Bantaeng dgn menggunakan hati, Bantaeng kemudian jadi terkenal dan jadi sering kedatangan tamu dari pemda di Indonesia untuk melakukan studi banding, termasuk pula sering diundang pemerintah Jepang dan China untuk melakukan benchmarking.

    Berkat kepiawaiannya memimpin, nama Nurdin termasuk 19 tokoh alternatif oleh Komunike Bangsa Peduli Indonesia (KBPI) yg digagas pengusaha senior Sofjan Wanandi. Nama Nurdin dijadikan figur capres alternatif, sejajar dgn nama tokoh bereputasi seperti Jusuf Kalla, Khofifah Indar Parawansa, Chairul Tanjung, Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

    "Saya terkejut sekaligus senang dijadikan figur capres alternatif. Sebagai anak bangsa, saya siap untuk menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk kemajuan bangsa. Namun saat ini saya masih fokus untuk memimpin Bantaeng. Tunggu mapan dulu daerah saya baru lompat ke pusat, saat ini masih dalam proses, bila masanya nanti akan tiba saya akan siap bila dibutuhkan," tutup suami dari Listiaty Fachruddin ini. (Sumber : Kompasiana, Tribunnews, Detiknews) #BeritaSeputarBontang

    , ,

    ELVIPS.COM - Mengapa pembayaran zakat dalam Islam dipatok sebesar 2,5 persen?

    Mungkin ada di antara kaum muslim yang penasaran, mengapa pembayaran zakat dalam Islam dipatok sebesar 2,5 persen? Padahal pajak saja 10 persen bahkan ada yang lebih.

    Apakah ada dalil yang mendasarinya? Apakah di zaman nabi sudah dikenal persen? Berikut ulasannya.

    Sejarah persentase sendiri tidak ada kaitan erat dengan kehidupan manusia. Hanya saja di dalam Alquran, Allah telah menyebutkan pecahan. Tepatnya ketika Allah menjelaskan jatah warisan. Ada yang dapat setengah, seperempat, sepertiga, dua pertiga, dan sebagainya.

    Demikian pula ketika Nabi Muhammad SAW menjelaskan zakat, beliau menggunakan angka pecahan. Dari situ, para ulama mengkonversi menjadi persen. Dan jika kita konversi 2,5 persen sama dengan 1/40.

    Mengapa Zakat itu 2,5 %

    Mengapa zakat itu Cuma 2,5%, padahal pajak saja 10% bahkan ada yang lebih.. apakah ada dalil? Apakah di zaman nabi sudah kenal persen? Semoga bsa menjawab kecurigaan saya.

    Jawab:
    Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
    Kami tidak tahu, kapan pertama kali istilah persen itu muncul. Dan sebenarnya sejarah semacam ini tidak terlalu penting. Sejarah persen tidak ada kaitan erat dengan kehidupan manusia. Hanya saja di dalam al-Quran sendiri, Allah telah menyebutkan pecahan. Tepatnya ketika Allah menjelaskan jatah warisan. Ada yang dapat ½, ¼, 1/3, 2/3, dst.

    Demikian pula ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan zakat, beliau menggunakan angka pecahan. Dari situ, para ulama mengkonversi menjadi persen. Dan jika kita konversi, 2,5% = 1/40.

    Dalil Zakat Mal 2,5%

    Terdapat banyak hadis, mengenai penjelasan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang nishab (batas nilai) zakat dan besar yang dibayarkan. Berikut diantaranya,

    [1] Hadis dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu,
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَا دِرْهَمٍ وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ ، وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَيْءٌ يَعْنِي فِي الذَّهَبِ حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا ، فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ ، فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ

    Jika kamu punya 200 dirham dan sudah mengendap selama setahun maka ada kewajiban zakat 5 dirham. Dan kamu tidak memiliki kewajiban zakat untuk emas, kecuali jika kamu memiliki 20 dinar. Jika kamu memiliki 20 dinar, dan sudah genap selama setahun, maka zakatnya ½ dinar. Lebih dari itu, mengikuti hitungan sebelumnya. (HR. Abu Daud 1575 dan dishahihkan al-Albani).
    [2] Hadis dari Aisyah dan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhum,

    Mereka mengatakan,

    أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْخُذُ مِنْ كُلِّ عِشْرِينَ دِينَارًا فَصَاعِدًا نِصْفَ دِينَارٍ ، وَمِنْ الْأَرْبَعِينَ دِينَارًا دِينَارًا

    Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil zakat dari 20 dinar atau lebih sebesar ½ dinar. Sementara dari 40 dinar masing-masing diambil satu dinar-satu dinar. (HR. Ibnu Majah 1863, Daruquthni 1919, dan dishahihkan al-Albani).

    [3] Hadis Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

    Bahwa beliau pernah diutus Abu Bakr untuk menjadi wakilnya untuk wilayah Bahrain. Kemudian beliau mendapat surat dari Khalifah Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu tentang rincian zakat. Di sana dinyatakan,

    هَذِهِ فَرِيضَةُ الصَّدَقَةِ الَّتِي فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ ، وَالَّتِي أَمَرَ اللَّهُ بِهَا رَسُولَهُ … وَفِي الرِّقَّةِ رُبْعُ الْعُشْرِ

    Ini adalah kewajiban zakat yang ditetapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kaum muslimin.. dan yang diperintah Allah dan Rasul-Nya….
    Kemudian Abu Bakr menyebutkan rincian zakat ternak dan mal. Ketika beliau menjelaskan zakat mal, Abu Bakr menuliskan,

    وَفِي الرِّقَّةِ رُبْعُ الْعُشْرِ
    Untuk zakat riqqah sebesar 1/40. (HR. Bukhari 1454).

    Dari beberapa hadis di atas, kita bisa membuat perhitungan:

    Pertama, Nishab emas
    Nishab emas      = 20 dinar.
    Zakatnya             = ½ dinar

    Konversi Satuan uang
    1 dinar = 4,25 gr emas
    20 dinar  = 20 x 4,25 gr emas = 85 gr emas.

    Jika harga emas Rp 500.000/gr maka nishab zakat uang dan emas sekitar 42,5 juta.

    Kedua, Nishab perak
    Nishab perak     = 200 dirham
    Zakatnya             = 5 dirham

    Konversi Satuan uang
    1 dirham = 2,975 gr perak (menurut pendapat jumhur ulama)
    200 dirham = 200 x 2,975 gr perak = 595 gr perak.
    Jika harga perak adalah Rp 20.000/gr maka nishab zakat perak jika dikonversi ke uang adalah 11,9 juta.

    Mana yang digunakan sebagai acuan nishab zakat uang, emas atau perak?
    Ulama berbeda pedapat dalam kasus ini.

    ,

    ELVIPS.COM - Kebutuhan ekonomi yang semakin mahal membuat sebagian orang memutar otak untuk mendapatkan penghasilan lebih. Ada yang mencari pekerjaan tambahan, tapi ada juga yang putus asa dan memilih berhutang kepada keluarga atau tetangganya.

    Berhutang memang suatu hal yang ingin dihindari setiap orang. Menanggung hutang menyebabkan perasaan tidak nyaman, gelisah serta menjadi beban tersendiri sampai mereka bisa melunasinya.

    Sebenarnya Rasulullah SAW telah mengajarkan doa bagi mereka yang sedang terlilit hutang. Doa ini dapat menghilangkan kebingungan dalam diri seseorang sehingga dapat segera melunasi hutang. Seperti apa doanya? Berikut ini ulasan selengkapnya.
    Rasulullah SAW selalu mengajarkan umatnya agar berdoa kepada Allah ketika menghadapi persoalan hidup. Termasuk ketika seseorang menghadapi masalah berupa hutang yang banyak.

     Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu’anhu bertutur, “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya, ‘Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu shalat?’ Ia menjawab, ‘Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.’

    Beliau bertanya, ‘Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?’ Ia menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

    "Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazani wa a'udzubika minal 'ajzi wal kasali wa a'udzubika minal jubni wal bukhli wa a'udzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali"
    “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

    Kata Abu Umamah, ‘Setelah membaca do’a tersebut, Allah ta’aala berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku’,” (HR. Abu Dawud 4/353).

    Ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan dari hadist di atas. Di antaranya ialah ternyata para sahabat Rasul itu juga merupakan manusia biasa yang bisa mengalami masalah. Mereka bisa bingung dan sedih jika sedang terlibat dalam masalah hutang. Seperti Abu Umamah radhiyallahu ’anhu yang terlihat sedih saat berdiam diri di dalam masjid dan ketahuan oleh Rasulullah SAW.

    Pelajaran kedua yang bisa kita sahabat Nabi tersebut tidak ragu tatkala Rasulullah menawarkan doa untuk menghilangkan kebingungan dan mengatasi beban hutangnya. Sehingga setelah beberapa saat ia rajin berdoa, maka Allah SWT berkenan mengatasi masalah hutangnya tersebut.

    Tentu saja sahabat Nabi tersebut melantunkan doanya dengan penuh khitmad serta meyakini kekuatan doa itu. Di samping itu, ia juga berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengatasi apa-apa yang ia lontarkan di dalam doa tersebut. Ia mencoba untuk mengatasi bingungnya, sedih, lemah dirinya, serta rasa malas dan ketidakberdayaan dalam menghadapi tindakan sewenang-wenangan manusia lain terhadap dirinya.
    Allah SWT berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran,” (QS. Al-Baqarah ayat 186).

    Dari ayat di atas dapat kita simpulkan beberapa pelajaran yang sangat penting:
    Allah SWT itu dekat. Dalam artian jangan mengira bahwa Allah itu tidak melihat dan mengetahui apa yang sedang kita kerjakan dan kita rasakan. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu terlebih lagi bila umatnya sedang menghadapi kesulitan.

    Barang siapa yang meminta dan memohon kepada Allah SWT, maka Allah berjanji pasti akan mengabulkan permohonannya tersebut.

    Agar lebih besar kemungkinan dikabulkannya permohonan tersebut, hendaknya kita penuhi semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.

    Berimanlah hanya kepada Allah. Sebab Allah mempunyai nama-nama yang baik (Asmaul Husna). Allah Maha Kaya, Maha Mendengar dan Maha Kuasa untuk mengabulkan setiap doa hamba-Nya.

    Berimanlah kepada Allah Ta’aala. Sebab Allah Ta’aala memliki nama-nama yang baik.
    Demikianlah ulasan mengenai pesan Rasulullah SAW kepada sahabtanya yang terlilit hutang. Untuk itu, sebagai kaum yang beriman lakukanlah anjuran di atas ketika kita sedang ditimpa masalah yang sama. Namun ingatlah, jangan hanya berdoa kepada Allah saja, tapi perlu juga diimbangi dengan usaha dan kerja keras untuk mengatasi masalah tersebut

    ,

    ELVIPS.COM - Letusan gunung berapi masih masuk sebagai salah satu bencana paling berbahaya di Bumi. Dan guna meningkatkan kesadaran umat manusia akan hal ini, University of Manchester dibantu pengamat gunung berapi amatir merilis daftar 10 gunung BERAPI paling berbahaya.

    Daftar ini sudah dipublikasikan di situs Volcano Cafe agar mudah dilihat oleh masyarakat. Gunung-gunung berapi yang masuk daftar ini adalah berpotensi untuk mengeluarkan erupsi dahsyat dalam kurun waktu 100 dan mampu menimbulkan korban jiwa sampai 1 juta orang.
    Menurut Profesor Albert Zijlstra dari University of Manchester, banyak gunung berapi yang terletak di kawasan tak terpantau. Padahal, mereka sangat dekat dengan pemukiman padat penduduk.

    "Daftar seperti ini terakhir dibuat sekitar 25 tahun lalu, dan gunung yang masuk daftar kebanyakan dari negara maju. Namun, daftar terbaru kami ini mengambil gunung-gunung berapi dari berbagai belahan Bumi, tidak banyak dari negara maju," ujar Profesor Zijlstra, Phys.org (15/11).

    Pembuatan daftar ini juga ditujukan untuk lebih meningkatkan pemantauan dan penelitian terhadap gunung-gunung tersebut. Sebab, ada peluang 1 dibanding 3 akan ada letusan dahsyat mirip Tambora di tahun 1815 di masa depan.

    Berikut daftar gunung berapi paling berbahaya itu (urut berdasarkan tingkat bahaya):

    1. Iwo Jima - Jepang, daerah terdampak meliputi Jepang, Filipina, dan China
    2. Chiltepe/Apoyeque - Nicaragua, daerah terdampak: Managua.
    3. Campei Flegrei - Italia, daerah terdampak: Naples.
    4. Gunung Aso - Jepang, daerah terdampak: Kumamoto dan Nagasaki.
    5. Sabuk vulkanik trans Meksiko - Meksiko, daerah terdampak: Mexico City, Pueblo, dan Toluca.
    6. Gunung Agung - Indonesia, daerah terdampak: Bali
    7. Gunung Cameroon (Mongo ma Ndemi) - Kamerun, daerah terdampak: Buea, Douala.
    8. Gunung Taal - Filipina, daerah terdampak: Manila
    9. Gunung Mayon - Filipina, daerah terdampak: Legazpi
    10. Gunung Kelud - Indonesia, daerah terdampak: Malang, Kediri, Blitar

    Pulau vulkanik Iwo Jima menempati urutan nomor satu karena pertumbuhan kantung magmanya sangat cepat. Sejak tahun 1945, pulau Iwo Jima bertambah tinggi sampai 20 meter akibat muntahan lava.

    Efek tekntonik dan vulkanik yang mempengaruhi dapur magma Iwo Jima juga membuat pulau ini bergerak 1 meter per 4 tahun. Ilmuwan memprediksi tidak lama lagi seluruh pulau Iwo Jima bakal meletus. Letusan itu diprediksi menimbulkan tsunami setinggi 25 meter yang bisa meluluhlantakkan pantai Jepang, China, dan Hong Kong.

    , ,

    ELVIPD.COM - Kemenhub meluncurkan 6 trayek angkutan laut berjadwal atau familiar disebut 'tol laut' gagasan Presiden Jokowi. 

    Dengan beroperasinya 6 trayek ini, Kemenhub akan membiayai operasional kapal pembawa barang yang berlayar secara terjadwal. Trayek ini akan menghubungkan pelabuhan besar dan kecil di penjuru negeri.

    Untuk merealisasikan pengoperasian trayek ini, Kemenhub menunjuk PT Pelni (Persero) sebagai operator. Pelni akan mengoperasikan 6 kapal barang untuk berlayar ke 6 rute.
    "Pemerintah memberikan penugasan kepada penyedia jasa angkutan laut untuk menyelenggarakan kewajiban pelayanan kepada masyarakat dalam hal ini pelaksanaannya ditugaskan kepada Pelni," kata Dirjen Perhubungan Laut Bobby M. Mamahit dalam siaran pers, Jumat (30/10/2015).

    Pelni akan memperoleh subsidi alias Public Service Obligation (PSO) senilai Rp 257 miliar untuk menjalankan penugasan itu.

    "Kemenhub mengusulkan anggaran biaya subsidi untuk pelaksanaan program tol laut melalui DIPA tanggal 20 Oktober 2015, dengan besaran subsidi senilai Rp 257.907.959.000 untuk 6 unit kapal," sebutnya.

    Keenam jaringan trayek 'tol laut' tersebut antara lain:

    1. Tanjung Perak (Jawa Timur) – Tual (Maluku) – Fakfak (Papua Barat) – Kaimana (Papua) – Timika (Papua) – Kaimana – Fak-Fak – Tual – Tanjung Perak

    2. Tanjung Perak – Saumlaki (Maluku) – Dobo ­(Maluku) – Merauke (Papua) – Dobo – Saumlaki – Tanjung Perak

    3. Tanjung Perak – Reo (Nusa Tenggara Timur/NTT) – Maumere (NTT) – Lewoleba (NTT) – Rote (NTT) – Sabu (NTT) – Waingapu (NTT) – Sabu – Rote – Lewoleba – Maumere – Reo – Tajung Perak

    4. Tanjung Priok (DKI Jakarta) – Biak (Papua) – Serui (Papua) – Nabire (Papua) – Wasior (Papua Barat) – Manokwari (Papua Barat) – Wasior – Nabire – Serui – Biak – Tanjung Priok

    5. Tanjung Priok – Ternate (Maluku Utara) – Tobelo (Maluku Utara) – Babang (Maluku Utara) – Tobelo – Ternate – Tanjung Priok

    6. Tanjung Priok – Kijang (Kepulauan Riau) – Natuna (Kepulauan Riau) – Kijang – Tanjung Priok

    ,

    Lima negara itu adalah Suriname, Belanda, Nouvelle-Celedoni, Kepulauan Cocos, dan Malaysia.

    Dream - Bahasa Jawa dikenal sebagai salah satu dari sekian banyak bahasa yang ada di Indonesia. Meski sebagai bahasa suku, Bahasa Jawa ternyata memiliki banyak varian dialek, tergantung kawasan mana yang menggunakannya.

    Sebut saja Jawa Mataraman. Dialek ini biasa dipakai oleh orang-orang yang mendiami kawasan Jawa Tengah hingga Jawa Timur bagian selatan. Terdapat pula ragam dialek Jawa Ngapak, biasa digunakan oleh orang-orang yang mendiami wilayah dekat dengan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

    Tetapi, ternyata ada juga negara yang menggunakan Bahasa Jawa untuk berkomunikasi. Negara itu adalah Suriname, Belanda, Nouvelle-Celedoni, Kepulauan Cocos, dan Malaysia.

    Di lima negara ini, Bahasa Jawa dibawa oleh orang-orang Jawa yang menjadi kuli kontrak. Mereka dibawa ke lima negara tersebut oleh Pemerintah Kolonial.

    Sebagian besar orang Indonesia tentunya telah mengenal Bahasa Jawa walau pun hanya sebagian yang mengerti dan memahami maksud dari orang-orang yang sedang menggunakan Bahasa Jawa tersebut. Bahasa Jawa banyak digunakan oleh penduduk bersuku Jawa di Jawa tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Ada juga beberapa kota di Jawa seperti Serang, Tangerang, Cilegon, Karawang, Cirebon, Subang, dan masih banyak lagi yang menggunakan bahasa ini.

    Penyebaran Bahasa Jawa yang ada di seluruh daerah di Indonesia dipengaruhi dari migrasi penduduk suku Jawa ke daerah-daerah di Indonesia. Perpindahan penduduk ini sudah dilakukan dari zaman penjajahan Belanda hingga sekarang. Daerah luar Jawa yang paling banyak menggunakan bahasa ini yaitu Lampung dengan presentase 61,9% penduduknya menggunakan bahasa Jawa. Sedangkan diurutan kedua dan ketiga yaitu Sumatera utara dan Jambi dengan presentasi 32,6% dan 27,6% dari penduduk yang tinggal di daerah tersebut.  

    Selain daerah-daerah di Indonesia, ternyata bahasa Jawa telah menyebar luas sampai kebeberapa belahan bumi lainnya. Berikut kelima negara di dunia ini yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa untuk berkomunikasi.

    1. Republik Suriname
    Negara ini merupakan negara di Amerika Selatan yang dulunya adalah bekas jajahan Belanda dan bernama Guyana Belanda. Negara ini berbatasan dengan Guyana Perancis di sebalah timur, Di selatan dengan negara brazil, di barat dengan Guyanama dan di utara dengan Samudera Atlantik. Pada tahun 1890-1939 sekitar 75.000 orang Jawa dibawa oleh Belanda untuk tinggal di negara ini. Sehingga sekitar 15% penduduk di sana menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya.

    2. Belanda
    Penyebaran bahasa Jawa di negara Belanda ternyata dibawa oleh orang-orang Jawa yang menjadi budak untuk negara Belanda. Sehingga sekarang beberapa negara di Eropa termasuk Belanda sendiri ingin mempelajari bahasa Jawa dan bahkan kebudayaan Jawa. Di sebuah Universitas di Belanda, Universitas Leiden terdapat naskah-naskah kuno yang berhurufkan tulisan Jawa atau sastra jawa yang masih bisa kita jumpai di sana.

    3. Nouvelle-Celedoni
    Nouvelle-Celedoni atau sering disebut Kaledonia baru merupakan negara kepulauan di seberang laut Perancis yang terletak di selatan Samudera Pasifik dan memiliki ibu kota bernama Noumea. Sebagian penduduk di negara ini dihuni oleh penduduk suku Jawa. Meraka dulunya merupakan pekerja kontrak yang ingin mencari kehidupan lebih baik di negara ini. Penduduk di sana menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari hingga sekarang.

    4. Kepualauan Cocos
    Kepualauan Cocos atau Cocos Island adalah kepulauan dengan luas 14,2 kilometer persegi yang terdiri dari dataran rendah berkarang koral di Samudera Hindia. Kepulauan ini memiliki ibu kota bernama West Island. Di kepulauan ini sekitar 80% penduduknya bersuku Jawa dan Melayu yang merupakan keturunan orang Indonesia dari Jawa yang dibawah oleh bangsa Inggris sebagai pekerja perkebunan pada abad ke-19. Bahasa Indonesia bahkan terlihat jelas di gunakan oleh negara ini pada logo kepulauan tersebut. 

    5. Malaysia
    Para penduduk Jawa yang kini tinggal di Malaysia pada umumnya sudah menjadi warga negara ini. Para leluhur mereka datang ke Maaysia akibat dari tekanan perekonomian di Indonesia pada tahun 1900-an. Mereka kini yang tinggal di Malaysia merupakan generasi ketiga atau keempat dari penduduk yang bermigrasi pada tahun tersebut. Walaupun masih menggunakan bahasa Jawa pada saat berkomunikasi, mereka telah dianggap sebagai warga yang sah di negara tersebut menurut undang-undang di Malaysia. 

    Itulah kelima negara di dunia ini selain Indonesia yang masih menggunakan bahasa Jawa pada saat berkomunikasi. Masih banyak lagi negar-negara yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasi namun, penggunaannya masih sedikit seperti negara Korea, Hongkong, Singapore dan beberapa negara di Timur Tengah. Semoga Bermanfaat.

    ,

    ELVIPS -  Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melaporkan, selama 9 bulan di tahun ini, angka ekspor ikan Indonesia naik 240%. Ini hasil pemberantasan pencurian ikan (illegal fishing) yang dilakukannya.

    Demikian disampaikan Susi, dalam acara The International Navy, 2nd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2015 dengan tema Maritime Confidence Building and Mutual Cooperation For Peace and Prosperity, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

    "Perjalanan 9 bulan sangat mengesankan. Hasilnya, sektor perikanan 8,4% tumbuh. Ekspor tuna naik 80%. Ekspor ikan-ikan naik 240%. Kami ingin memberantas illegal fishing. Sebab illegal fishing itu kendaraan untuk kejahatan lain. Ada perbudakan, ada perdagangan ilegal," jelas Susi.

    Susi memaparkan kerugian akibat illegal fishing, di antaranya, konsumsi solar ilegal hingga US$ 10 juta. Karena itu, illegal fishing akan menjadi musuh pertama Susi.

    "Illegal fishing betul-betul global enemy. Laut untuk masa depan. Laut sumber protein dunia. Perubahan iklim di hadapan kita. Kita harus memberantas illegal fishing. Kerugian kita tidak hanya ikan, tapi bahan bakar, good governance, dan lainnya," jelas Susi.

    "Illegal fishing turut membawa migran beserta perdagangan manusia. Bagaimana bisa tidak peduli soal itu," imbuhnya.

    Asing Curi Ikan dengan Tebar Jaring Ratusan Km dan Peledak

    Telah lama lautan Indonesia menjadi sasaran pencurian ikan kapal-kapal asing. Tak hanya ikan, biota laut di dalamnya ikut hancur, karena cara penangkapan ikan dengan cara ilegal.
    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, kapal-kapal asing ilegal biasanya berkapasitas besar, dan bisa mengangkut ikan dalam jumlah banyak. Kapal-kapal ini menebar jaring hingga ratusan kilometer (km)

    "Kapal asing, mengalahkan nelayan lokal. Mereka kebanyakan pakai kapal-kapal dengan muatan tonnase besar yang sangat efektif dan efisien fishing. Kepunyaan mereka bisa membentangkan jaring ratusan kilometer dan dengan peledakan. Itu merusak apa yang kita punya di bawah laut. Karang dan ikan," tutur Susi.

    Hal ini diutarakan Susi dalam acara, The International Navy, 2nd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2015 dengan tema Maritime Confidence Building and Mutual Cooperation For Peace and Prosperity, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (16/9/2015).
    Nilai kerugian akibat pencurian ikan atau illegal fishing ini mencapai US$ 20 miliar, atau sekitar Rp 280 triliun per tahun.

    "Illegal fishing merupakan hal pertama yang harus diberantas. Presiden katakan laut harus jadi masa depan kita. Laut itu halaman kita. Samudera sudah sewajarnya jadi masa depan. Lima juta hektar lahan perikanan kita. Laut juga jadi lapangan kegiatan migas offshore pertambangan minyak," papar Susi depan 350 peserta dari 42 negara.

    Banyaknya pencurian ikan oleh kapal-kapal asing berkapasitas besar ini, ujar Susi, membuat nelayan lokal tak semangat untuk mencari ikan. Karena itu illegal fishing harus diberantas. Belum lagi, laut bisa menjadi lahan untuk memperkuat ketahanan pangan.
    "Praktik-praktik eksploitasi kekayaan laut Indonesia oleh kapal asing mengapa sangat mudah dilakukan. Hanya dengan meng-copy dan duplikasi dokumen mereka bisa melaut. Sudah 10 kali kami lakukan penenggelaman kapal," ungkap Susi.

    ,


    ELVIPS.COM - Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat merupakan waduk terbesar ke dua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat. Waduk yang Senin 31 agustus 2015 nanti bakal resmi diisi air oleh Presiden Joko Widodo ini punya sejarah panjang yang pembangunannya bahkan memakan waktu hingga 50 tahun.

    Pada tahun 1963 saat itu di bawah pimpinan Presiden Soekarno, waduk ini mulai digagas pembangunannya dengan tujuan untuk menyediakan air baku, yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti air minum, irigasi dan kebutuhan lainnya. Air dari bendungan ini juga sedianya dapat digunakan untuk memutar turbin pembangkit listrik.

    Berbekal gagasan tersebut pada tahun 1970-an pembebasan lahan mulai dilakukan. Proses pembebasan lahan dilanjutkan dengan pembuatan desain waduk dan bangunan bendungan yang baru dilakukan pada tahun 1988, saat itu pemerintahaan sudah berpindah ke tangan Presiden Soeharto.

    Pada tahun 2010 di era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pembangunan konstruksi baru benar-benar dilakukan dengan menelan dana hingga Rp 4 triliun dari pinjaman Bank Exim China, tapi stuck. Pembangunan konstruksi stop karena banyaknya masalah dan memakan waktu kurang lebih 4 tahun.

    Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR Imam Santoso mengatakan, progress pembangunan fisik telah mencapai 99,76% dan progress penyerapan keuangan telah mencapai 90,48%.

    Sebenarnya bendungan ini bisa mulai digenangi pada tahun 2014 silam. Namun terkendala masalah pembebasan lahan pada area genangan. Pemerintah pun tak berdaya untuk menggelontorkan anggaran untuk membayar ganti rugi ke pada warga yang bermukim di area genangan.

    Ia menjelaskan, sejak tahun 1970-an sebenarnya warga yang dibebaskan lahannya sudah dibayarkan uang ganti rugi. Namun karena terlalu lama tak juga dibangun, sekitar 6.000 kepala keluarga kembali menempati waduk yang belum diselesaikan itu.

    Bila Pemerintah kembali menggelontorkan dana ganti rugi maka secara hukum keputusan tersebut bisa dianggap sebagai pelanggaran.

    Hingga pada Rabu 10 September 2014, Menteri Koordinator bidang Perekonomian saat itu dipegang Chairul Tanjung langsung mengambil langkah serius. Pria yang akrab disapa CT tersebut mengumpulkan 6 menteri ekonomi dan Gubernur Jabar di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat.

    Pertemuan tersebut menghasilkan putusan penting, bahwa agar warga dapat dipindahkan maka pemerintah harus mengalokasikan dana yang digunakan sebagai dana ganti rugi ke pada warga yang kembali bermukim di lokasi area genangan. Namun agar langkah tersebut tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari, maka CT mengusulkan agar ada payung hukum atas tindakan tersebut.

    Meski tidak sempat terealisasi pada masa jabatannya yang hanya berlangsung kurang dari 6 bulan menjelang pergantian Presiden SBY, namun langkah CT ini menjadi momentum penting yang menginspirasi pemerintahan berikutnya untuk menyiapkan payung hukum untuk merelokasi warga yang tinggal di lokasi tersebut, juga warga yang sempat diganti rugi di tahun 1970.

    Pada era Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo, Menteri PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono langsung mengambil langkah cepat mendorong payung hukum yang digagas seniornya tersebut cepat terbit. Baru pada era Presiden Jokowi ini terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 tahun 2015 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakat Pembangunan Waduk Jatigede.

    Setelah Perpres itu terbit pun proses penggenangan ternyata tak berjalan mulus. Jokowi dan Jajarannya harus menghadapi beberapa rintangan lagi. Pertama adalah adanya penolakan warga atas keberadaan bendungan tersebut. alasan penolakannya dari mulai letaknya yang rawan gempa, hingga terancamnya warisan budaya dan terganggunya kehidupan sosial warga yang terlanjur lama bermukin di sana.

    Hambatan lainnya adalah adanya warga yang iseng mendirikan 'rumah hantu' atau rumah tak berpenghuni di sekitar lokasi genangan, dengan harapan juga mendapat dana ganti rugi seperti warga lainya. Belum lagi adanya perpindahan hak atas tanah ke pada ahli waris lantaran pemilik sebelumnya telah meninggal dunia.

    Akhirnya, pemerintah harus melakukan pencocok data ulang alias validasi yang mengakibatkan proses pembayaran ganti rugi molor dan proses penggenangan mundur dari tanggal yang direncaakan bisa dilakukan pada 1 Agustus 2015 kemarin.

    Setelah perjalanan panjang tersebut, Presiden Jokowi akhirnya bakal resmi mengisi waduk tersebut degan air untuk pertama kalinya yang direncanakan akan mulai dilakukan pada 31 Agustus 2015 mendatang.

    Waduk Jajigede di Sumedang Jawa Barat punya luas mencapai 4.983 hektar dengan kapasitas tampung 980 juta m3 menjadikannya sebagai waduk kedua terbesar di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur di Purwakarta yang luasnya mencapai 8.300 hektar.

    Keberadaan waduk ini sangat penting karena dapat memenuhi kebutuhan air daerah irigasi seluas 90.000 hektar, penyediaan air baku kapasitas 3,5 m3/detik dengan target layanan adalah Kota Cirebon, Majalengka, Sumedang dan Indramayu, serta mendungkung pembangkitan listrik untuk PLTA dengan kapasitas hingga 110 MW dan pengendalian banjir seluas 14000 hektar.

    , , , ,


    Tahfidz Quran - Amanah Yatim - Amanah Juara - Amanah sehat - Rumah Dakwah - Sigap Bencana - Generasi Berdaya - Senyum Ramadhan - Amanah Qurban

    Tahfidz Quran

    Progam Pembibitan barisan Santri Penghafal Al-quran yang di berlakuklan di setiap rumah dakwah yang menjadi rekanan yayasan dalam memelihara kesucian Al-Quran ... Read More ...

    Amanah Yatim

    Progam Pemuliaan Anak Yatim dan Dhufa dengan memberikan santunan pendidikan dan ketrampilan sehingga mereka mampu menghadapi perkembangan dunia global sebagai bentuk nilai nilai luhur berkehidupan ... Read More ...

    Rumah Dakwah

    Progam pengadaan kantong kantong Belajar putra putri sebagai sarana belajar dan ngaji yang bertempat di rumah rumah warga ... Read More ...
    Silahkan kunjungi website:

    www.mandiriamanah.org 


Top