.

.

.

.

.


    Para teroris berlabel `serigala tunggal` ini bisa jadi tidak terkait langsung dengan struktur organisasi kelompok teroris seperti ISIS, namun mereka jelas bersimpati.

    Menurut Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Jenderal (Purn) Wiranto, teroris individual atau lone wolf ini merupakan fenomena baru dalam dunia terorisme.

    "Kembalinya pejuang ISIS ke negaranya masing-masing menciptakan fenomena baru yang dikenal dengan sebutan lone wolf. Fenomena ini tantangan baru yang perlu kita antisipasi," kata Wiranto dalam Pertemuan Internasional Penanggulangan Terorisme (International Meeting on Counter Terrorism/IMCT) di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Rabu (10/8/2016).

    Pertemuan itu dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, dan dihadiri pula oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

    Wiranto menjelaskan, beberapa di antara lone wolf tersebut merupakan veteran Suriah dan Irak, beberapa lainnya direkrut oleh ISIS.

    Selain itu, ada juga yang menjadi radikal setelah didoktrin melalui media sosial(seperti facebook dantwitter) oleh kelompok ekstremis.
    "Hal tersebut memerlukan perhatian serius dan membutuhkan kerjasama lanjutan," ucap Wiranto.

    Pertemuan IMCT tersebut dihadiri 20 negara di antaranya Australia, Amerika Serikat, Belgia, Belanda, Prancis, Rusia, Tiongkok, Selandia Baru, Turki, India, Filipina, Inggris, Malaysia, Pakistan dan Kanada.
    Selain itu juga turut hadir tiga organisasi internasional yakni ASEAN, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Interpol.

    Berdasarkan penelusuran informasi, istilah ‘serigala tunggal` atau ‘serigala sendirian’ (lone wolf) dipopulerkan oleh ekstremis ultra-kanan Amerika Serikat (AS) seperti Alex Curtis dan Tom Metzger pada awal 1990-an.

    Disebut teroris ‘serigala tunggal’ karena teroris itu merencanakan dan melakukan aksinya sendirian, tidak dalam kelompok.

    Tidak ada komando dari siapapun, karena dia beraksi atas kehendaknya sendiri.

    Teroris jenis lone wolf  ini tidak selalu tergabung secara resmi atau dapat bantuan material dari kelompok teror.

    Karena sifat aksinya individual itulah,lone wolf justru lebih sulit dideteksi oleh aparat keamanan.

    Salah-satu contoh terakhir aksi lone wolf adalah aksi yang dilakukan seorang sopir, yang tiba-tiba menabrakkan truknya ke arah kerumunan orang di Nice, Prancis, saat parade Hari Nasional Prancis 14 Juli 2016 lalu.

    Akibat aksi teror seorang diri itu, 85 orang tewas.

    Aksi teror tersebut tidak menggunakan bahan peledak atau senjata api sebagaimana aksi-aksi teror yang lazim dilakukan oleh kelompok teroris selama ini.

    , , , ,

    ELVIPS.COM - Pengamat Terorisme, Sydney Jones menilai beredarnya foto kelompok Jaisy Al Fath di Suriah yang bertuliskan 'Tangkap Ahok atau Peti Mati Ahok' menunjukkan memang gerakan anti Ahok di Indonesia telah ditunggangi oleh kelompok radikal.

    "Kalau melihat fakta tersebut, gerakan 4 November nanti memang berpotensi ditunggangi oleh kelompok kelompok garis keras," kata Sydney dalam diskusi 'Ancaman Radikalisme dan Terorisme di Pilgub DKI' di Wahid Institute, Jakarta, Selasa (1/11).

    Sydney mengatakan foto itu bukanlah kelompok ISIS tapi kelompok Al Nusra yang terkait Abu Jibril. Karena anaknya memang pernah tewas di Suriah. Tapi ia mengaku memang cukup heran untuk apa mereka kemudian memperhatikan Ahok dan Pilkada DKI. 

    Kepada Presiden, ia mempertanyakan kenapa baru sekarang mengundang para ulama dari NU, Muhammadiyah dan MUI. Kenapa sejak awal munculnya kasus Ahok, pemerintah tidak mendinginkan dengan memanggil Ahok dan para ulama.  

    Padahal, jelas sejak awal ada pihak yang memanfaatkan isu Ahok sebagai non-Muslim yang akan memimpin Jakarta. Jauh sebelum kasus Almaidah ayat 51, kata ia, sebenarnya sudah ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Ahok. 

    "Dan yang saya heran kenapa politisi di Indonesia membiarkan ormas-ormas garis keras untuk mengisi agenda agenda politik seperti ini," terangnya.


    Akibatnya sekarang ini banyak kelompok yang memanfaatkan untuk rencana radikalisme. Selain itu, lanjutnya, harus menjadi perhatian siapa yang mendanai kegiatan demo besar pada 4 november nanti. Hal itu menjadi pertanyaan yang mendasar siapa yang berada di belakang demo ini, walaupun bisa jadi ada unsur pokitik juga.

    Sumber: Republika

    , , ,

    ELVIPS.COM - Banser adalah tentaranya NU,Apa yang sulit bagi Nahdlatul Ulama sekarang ini dalam menguasai NKRI ?

    Hampir tidak ada. Dengan umat yang diperkirakan berjumlah 50 juta orang ( bahkan ada yang mengatakan 80 juta ), NU bisa melakukan apa saja, termasuk makar.

    Dalam bidang ekonomi, NU sangat mungkin merebut "pasar" MUI dalam mengeluarkan fatwa halal dan haram. MUI hanyalah sebuah organisasi saja, dan jika dibandingkan dengan organisasi NU bagaikan bumi dan langit.

    Tetapi NU tidak melakukan itu. Mereka tidak mencari uang dengan cara2 seperti itu, padahal ketika mereka membentuk badan fatwa sertifikasi halal banyak yang akan beralih ke NU. Siapa yang melarang emangnya ? NU bisa saja berdalih bahwa ini khusus untuk umatnya. Dan ketika NU mau melakukan itu, habis sudah pendapatan MUI yang terbesar dan kering kerontanglah mereka spt unta kehausan di padang.

    NU juga bisa saja membuat fatwa2 bahwa aliran A sesat, aliran B menyimpang dsb-nya. Dan berkillah lagi, ini untuk warga NU saja. Lalu siapa yg bisa melarang ? NU tidak begitu. Mereka membiarkan semua berjalan apa adanya, tidak takut akidah umatnya tergerus apalagi cuma dengan mie instan. Malah kalau ada non muslim yang membagi2kan mie instan, mereka akan dengan senang hati datang. Kapan lagi dapat gratisan ?

    NU sebagai pembela NKRI, bisa saja membenturkan dirinya dengan HTI, Majeliss Mujahidin dan organisasi2 Islam gurem lainnya yang menguasai khilafah. GP Ansor dan Banser punya kemampuan untuk itu. Tapi untuk apa ? NU tetap berjalan pada koridor hukum dan undang2. Mereka melawan dengan cara yang sangat soft dan smart, membuat Islam Nusantara sebagai tandingan dari Islam Radikal yang diusung para pecinta khilafah.


    Siapa yang bisa menjaga gereja2 dan perayaan hari besar umat non muslim, selain NU ? Tanpa ada NU, mungkin sudah banyak bom berletusan ya
    g menjadikan gesekan besar antar umat beragama. Kita bisa seperti Suriah, Afghanistan dan Irak. Bahkan salah seorang anggotanya syahid ketika melindungi sebuah gereja dari bom.

    NU-lah pelopor gerakan pluralisme dengan berdakwah, menunjukkan wajah Islam yang penuh rahmat di gereja2. Tidak ada rasa takut bahwa automurtad seperti propaganda bodoh yg terus dilancarkan. NU pula-lah yang menjaga budaya asli Islam Indonesia sehingga tidak terkontaminasi budaya arab.

    Begitu kuat dan tenangnya NU bergerak, sehingga langkahnya terasa tidak terdengar. NU seperti singa yang tidak perlu mengaum, ketika dirasa tidak ada bahaya. Beda dengan anjing yang selalu menggonggong bahkan ketika orang sekedar lewat saja.

    Karena itu temanku, kalau mau melihat bagaimana Islam di Indonesia, lihatlah NU (dan Muhammadiyah). Masih selamatnya kita di Indonesia ini tidak lepas dari besarnya peran mereka menjaga kita tetap utuh.

    Jangan lihat yang organisasi2 gurem itu. Mereka harus teriak keras2 supaya diperhatikan NU.


    Mereka berteriak, "kami umat Islam.." padahal mereka kecil saja. Mereka teriak, "kami mayoritas.." NU ketawa saja. Elu ? Mayoritas ? Emak lu robot...

    Sayang, NU ga tertarik dengan teriakan2 minta perhatian mereka. Bahkan cenderung menyindir2 kebodohan mereka dalam beragama dengan gaya yang masih santun, sarungan, kopiahan dan cangkrukan sambil ngudut dan ngopi.

    Mari kita angkat secangkir kopi untuk NU. Mereka layak mendapatkan itu.

    Oleh : Denny Siregar

    , , , ,

    ELVIPS.COM - Jejak-jejak roda yang telah ditemukan di berbagai lokasi, termasuk di Turki dan Spanyol, yang tampaknya ditinggalkan oleh semacam jejak kendaraan berat yang bisa melintasi segala medan pada sekitar 12 juta hingga 14 juta tahun yang lalu, menurut Dr. Alexander Koltypin, seorang ahli geologi dan direktur Natural Science Research Center di Universitas Internasional Independen Ekologi dan Politologi Moskow, Rusia.


    Ini adalah sebuah pengakuan yang kontroversial, mengingat peradaban manusia yang dipikirkan oleh para golongan arkeolog utama hanya berkisar beberapa ribu tahun ke belakang, bukannya jutaan tahun. Belum lagi itu juga merupakan ide tentang peradaban prasejarah yang cukup maju untuk memiliki kendaraan tersebut.
    Menurut Koltypin di situsnya, jejak roda itu terbentuk pada periode Miosen tengah dan akhir (sekitar 12 sampai 14 juta tahun yang lalu).
    Pada waktu itu, tanah masih basah dan lembut, layaknya tanah liat lunak. Kendaraan besar itu tenggelam ke dalam lumpur saat mereka berkendara di atasnya. Ban bekas roda di berbagai kedalaman menunjukkan bahwa dari waktu ke waktu daerah itu mengalami pengeringan. Dan kendaraan itu masih melaju di atasnya ketika sudah kering, menurut Koltypin, sehingga tidak tenggelam sedalam sebelumnya.
    Kendaraan itu ditaksir memiliki panjang yang sama dengan mobil modern, tetapi bannya memiliki lebar 23 cm.
    Menurut Koltypin, karya geologi dan arkeologi yang berisi informasi tentang hipotesis semacam ini sangat sedikit, terutama dalam bahasa Inggris. Referensi biasanya hanya mengatakan bahwa jejak-jejak itu ditinggalkan oleh gerobak yang ditarik oleh keledai atau unta.
    “Saya tidak akan pernah menerimanya,” tulisnya dalam penjelasan tersebut. “Saya sendiri akan selalu mengingat … bahwa banyak peradaban lain dari planet kita yang dihapus dari sejarah kita sendiri.”
    Koltypin menyatakan bahwa jejak kendaraan semacam itu tidak bisa ditinggalkan oleh gerobak atau kereta yang berbobot ringan, karena jejak itu begitu dalam dan lebar sehingga seharusnya terdapat kendaraan yang jauh lebih berat daripada gerobak atau kereta.
    Ia telah melakukan banyak studi lapangan di berbagai lokasi dan meninjau terbitan studi tentang geologi lokal secara luas. Menurut hipotesisnya, sebuah jaringan jalan raya tersebar melintasi Mediterania pada lebih dari 12 juta tahun yang lalu.

    Jejak yang telah membatu di Frigia Valley, Turki. Menurut Dr. Alexander Koltypin, kemungkinan besar jejak-jejak itu ditinggalkan oleh kendaraan kargo yang ditempatkan di sana oleh peradaban yang sama. (COURTESY OF DR. ALEXANDER KOLTYPIN)
    Jejak yang telah membatu di Frigia Valley, Turki (COURTESY OF DR. ALEXANDER KOLTYPIN)

    Cara ini tampaknya digunakan oleh orang-orang yang membangun kota bawah tanah seperti Cappadocia di Turki, yang juga diduga berusia jauh lebih tua daripada perkiraan para ahli arkeologi utama.
    “Jejak-jejak roda yang telah membatu juga ditemukan di Malta, Italia, Kazakhstan, Perancis, dan bahkan di Amerika Utara,” ujar Koltypin.

    Jejak yang telah membatu di Frigia Valley, Turki (COURTESY OF DR. ALEXANDER KOLTYPIN)
    Jejak yang telah membatu di Frigia Valley, Turki (COURTESY OF DR. ALEXANDER KOLTYPIN)

    Salah satu bukti utama adalah di Sofca, Turki, dengan trek seluas sekitar 75 x 15 kilometer. Sedangkan bukti lain adalah di Cappadocia, Turki, dimana terdapat beberapa kantong trek, salah satu yang terbesar adalah sekitar 40 x 24 km.
    Para arkeolog utama menyebut banyak trek itu berasal dari berbagai peradaban pada periode waktu yang berbeda. Namun, Koltypin mengatakan bahwa itu tidak benar sebab atribut jejak itu tampak identik, berdasarkan pada bekas roda dan kompleksitas bawah tanah untuk era dan budaya yang berbeda.
    Koltypin menyebutkan bahwa jejak- jejak kendaraan itu berasal dari peradaban luas tunggal dalam rentang usia yang panjang. “Beberapa kejadian seperti bencana alam seperti tsunami, letusan gunung berapi, banjir, dan gangguan tektonik yang telah meninggalkan patahan besar di Bumi sehingga menghapuskan banyak sisa-sisa peradaban prasejarah yang maju ini,” menurut Koltypin.
    Namun jika melihat dampak peristiwa ini berdasarkan formasi geologi, Koltypin juga dapat menentukan bahwa bekas roda ini dan jalanan yang dilaluinya paling mungkin terbentuk sebelum peristiwa bencana terjadi.
    “Deposit mineral berat lapisan trek dan erosi menunjukkan tentang eksisnya sebuah peradaban kuno yang besar,” tambahnya.
    Proses membatu memang dapat terjadi dalam beberapa ratus tahun atau bahkan beberapa bulan, sehingga tidak ada fakta yang menunjukkan bahwa jejak- jejak kendaraan yang telah membatu itu telah sangat tua. Namun, Koltypin berpendapat bahwa bukti geologi lainnya menunjukkan mereka dibuat selama periode Miosen jutaan tahun yang lalu.
    “Kota-kota bawah tanah di sekitarnya, sistem irigasi, sumur, dan banyak lagi, juga menunjukkan tanda-tanda yang berusia jutaan tahun,” tegas Koltypin. Akan tetapi ia juga menambahkan, “Tanpa studi tambahan yang signifikan bersama dengan sekelompok besar arkeolog, ahli geologi, dan ahli tentang legenda rakyat, tidak mungkin untuk menjawab pertanyaan mengenai peradaban masa lalu ini.” (Epochtimes/Tara Macisaac/Osc)

    , , , ,

    ELVIPS.COM - Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto mengikutkan Menko Maritim, Luhut Panjaitan. Dulunya, Luhut dan Prabowo sama-sama di Kopassus dan Luhut lebih senior.
    Jelang aksi demontrasi 4 November 2016 yang isunya makin panas, Presiden Joko Widodo pun sowan ke rumah Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Banyak yang menilai pertemuan dua tokoh itu dalam rangka meredakan gejolak pascaucapan Ahok soal Al-Maidah 51 pada 4 November nanti. Penilaian yang sangat masuk akal dan sudah jelas. 


    Prabowo sendiri, tak lama setelah kedatangan Jokowi, langsung bicara soal rencana aksi demonstrasi 4 November. "Kita harus jaga jangan sampai ada unsur-unsur yang mau pecah belah bangsa. Kalau ada masalah, kita selesaikan dengan sejuk dan damai," ujar Prabowo.



    Isu  4 November 2016 tampak diperlakukan sangat serius. Ini terkait banyak hal, yang sudah pasti terkait isu keamanan dan stabilitas nasional. Secara teori, tentu ini wilayah yang menjadi tugasnya Panglima TNI dan Menteri Pertahanan, yang keduanya berada di bawah koordinasi Menkopolhukam.  Tapi, tidak kali ini. Presiden justru didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia (Menko Maritim), Luhut Binsar Panjaitan, bukan didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menkopolhukam), Wiranto.



    Selain Luhut, Jokowi saat itu didampingi juga oleh Menteri Sekertaris Negara, Pratikno. Keduanya mengawal Jokowi saat bertamu ke Hambalang. Daripada Pratikno, Luhut terlihat lebih intens terlibat. Ia selalu berada tak jauh dari Jokowi. Raut mukanya ekspresif, terus merespons setiap kalimat yang dikeluarkan Jokowi maupun Prabowo, saat tanya jawab dengan wartawan. 



    Sebelum Jokowi meninggalkan Hambalang, Luhut sempat ngobrol sebentar dan lantas bersalaman dengan Prabowo. Sedangkan Luhut memperlihatkan sikap siap dan berhormat. Setelah itu Luhut pun masuk ke dalam mobil. 



    Siapa tak kenal Luhut Binsar Pandjaitan? Kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo tak dapat dibantah. Beberapa pos kementerian pernah didudukinya. Tapi bicara kedekatan, atau lebih tepatnya: hubungan, antara Luhut dan Prabowo rasanya lebih menarik. 

    Bicara soal masa lalu, Luhut punya riwayat sangar. Lebih dari dua puluh tahun dalam dinas militernya berada di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Menariknya, kariernya di Kopassus mentok hanya sebagai Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) saja. 

    Prabowo, tentu tak kalah sangar, juga lebih dari dua puluh tahun di Kopassus. Prabowo bahkan menjadi Komandan Jenderal Kopassus ke-15, dari 1995 hingga 1998. Setelah itu ia menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), walau hanya dua bulan. Karier militernya mentok sampai Komandan Sekolah Komando ABRI. Pangkat terakhirnya hanya sampai Letnan Jenderal saja. 

    Sedangkan Luhut, setelah 1995, ia ditugaskan sebagai Komandan Komando Resort Militer (Danrem) di Madiun. Luhut tak pernah jadi panglima. Setelah menjabat Komandan pada Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD), Luhut sudah didutabesarkan di Singapura dari 1999 hingga 2000. 


    Meski tak lagi berdinas di militer pada 1999, pangkatnya sudah Jenderal penuh. Namun kendati berstatus jenderal penuh, pemilik bintang empat, Luhut tak pernah menjadi kepala staf angkatan. Selain Luhut, ada beberapa tentara yang berstatus jenderal penuh tapi tidak pernah memimpin angkatan. Di antaranya adalah Hendropriyono, Susilo Bambang Yudhoyono dan Hari Sabarno. 



    Ketika Abdurahman Wahid jadi Presiden, Luhut ditarik menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI, dari 2000-2001. Dalam politik praktis, Luhut pernah menjadi Wakil Ketua DPP Golongan Karya (Golkar) dari 2008 hingga 2014.



    Luhut sendiri sudah berusia 69 tahun. Empat tahun lebih tua dari Prabowo. Luhut yang lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1970 masuk ke Kopassus sejak 1971.  Sementara Prabowo yang lulusan Akabari 1974 baru masuk Kopassus pada 1976. 



    Persamaannya: baik Luhut dan Prabowo sama-masa memulai karier di Korps Baret Merah alias Kopassus sebagai Komandan Peleton Para Komando. Saat itu Kopassus masih bernama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha). Keduanya juga sama-sama pernah dikirim bertugas ke Timor-Timur. 



    Zaman Prabowo-Luhut ini masih muda, terorisme ala Black September berjaya di Eropa. Pembajakan pesawat terbang sering jadi aksi utama para teroris. Kasus pembajakan pesawat pun harus dialami oleh Indonesia. Pesawat Garuda dibajak dan digiring ke Don Muang, Thailand, pada 1981. 



    Meski memakan korban, baik di pihak pembajak dan Kopassus, operasi pembebasan sandera dianggap sukses oleh Menteri Pertahanan Keamanan (Menhankam) merangkap Panglima ABRI yang dijabat M Jusuf. Kala itu, Sintong Panjaitan sendiri yang memimpin operasi pembebasan sandera.



    Demi mengantisipasi pembajakan lagi, maka beberapa personil Kopassus dikirim ke Jerman. Untuk belajar pada Polisi Elit Jerman Barat, Grenzschutzgrupppe 9 (GSG-9).  Abang Luhut dan Adik Prabowo pun pernah dikirim belajar ke sana soal operasi khusus kontra terorisme pada 1981. Keduanya menjadi pendiri dan pemimpin Detasemen 81/Anti Teror. Si abang menjadi komandan, dan si adik jadi wakilnya.  



    Sudah jadi hal umum di kalangan militer Indonesia semua senior (apalagi jika usianya pun lebih tua) dipanggil: abang. Bagi Prabowo, Luhut adalah Abang.  Tak hanya di kalangan militer, di organisasi sipil yang terpengaruh militer, ada doktrin tak tertulis, senior selalu benar. Adik harus turut dan hormat pada abang. Bahkan ada cerita miring soal adik angkatan, harus rela melepaskan pacarnya jika abang yang senior naksir pacarnya adik angkatan.






    Peristiwanya terjadi pada suatu hari di bulan Maret 1983. Ketika itu Sidang Umum MPR sedang berlangsung. Luhut, yang masih berpangkat Mayor, dikejutkan oleh laporan dari bawahannya soal pasukan Detasemen 81/Anti Teror yang dipimpinnya malah sedang bersiaga. 



    Abang Luhut bertanya kepada bawahannya: “Mengapa bersiaga?” 



    Bawahannya itu menjawab itu atas perintah Kapten Prabowo, sang adik, alias wakilnya. Rupanya, menurut Abang Sintong, sedang disiapkan sebuah plot penculikan terhadap Letnan Jenderal L.B. Moerdani, Letnan Jenderal Sudharmono, dan Marsekal Madya Ginandjar Kartasasmita. 



    Abang Luhut pun heran. Ada angin apa sang adik tiba-tiba berencana menculik Moerdani, yang ketika itu menjadi Asisten Intelejen Hankam? Padahal dua hari sebelumnya, sang adik mengajak Abang Luhut untuk mendukung Moerdani menjadi Menhankam/Panglima ABRI. Abang lalu memanggil si adik ke kantor. Namun mereka malah bicara di luar.



    “Ada apa, Wo?” tanya Abang Luhut.



    “Ini bahaya, Bang. Seluruh ruangan kita sudah disadap. Pak Benny (Moerdani) mau melakukan coup d'etat,” jelas Adik Prabowo untuk meyakinkan Abang Luhut. Namun si abang membantahnya. Bagi Luhut, Benny Moerdani tak mungkin melakukan kudeta. 



    Sampai akhirnya Prabowo pun mengatakan sesuatu kepada Luhut: “Bang, nasib negara ini ditentukan oleh seorang Kapten dan seorang Mayor.” 
    Sintong menafsirkan kalimat Prabowo yang diucapkan dengan bangga itu sebagai permintaan dukungan dari Abang Luhut, sebagai pelindung dan dirinya sebagai pemain utama. Abang Luhut tak termakan dengan isu kudeta dan tak mau bertindak tanpa perintah atasannya. 


    Luhut akhirnya mengamankan semua senjata anak buahnya di markas detasemen. Luhut melapor kepada Sintong Pandjaitan soal ini.  Selidik punya selidik, berdasar pengakuan perwira yang terlibat dalam plot operasi, sasaran penculikan nantinya akan dibawa ke Cijantung untuk dihadapkan pada Soeharto.  Karena Abang Luhut tak memberi restu, gerakan sang adik akhirnya batal. Beruntunglah tak ada pemecatan untuk sang adik kala itu. 



    Belakangan Prabowo dipindahkan ke Kostrad. Di sana ia menjadi Komandan Batalyon Infanteri Raider 328. Tapi tak lama di sana, Prabowo kemudian kembali masuk ke Kopassus dan mencapai puncak kariernya sebagai Danjen Kopassus. 



    Begitulah romantisme Abang Luhut dan yuniornya, Adik Prabowo Subianto, yang sangat energik dan dinamis dalam berpolitik. Meski keduanya sudah tak lagi berdinas militer, jumlah bintang di baret merah tetaplah harus dihormati.  Luhut, seperti juga Hendropriyono, punya empat dan Prabowo hanya tiga.



    Apa pun itu, Luhur sendiri tidak menyanggah hubungan pribadi antara dirinya dengan Prabowo, yang tidak jarang diselingi perbedaan pendapat. Melalui laman resminya di Facebook, Luhut menulis: "Saya kenal Pak Prabowo sejak dari pangkat Letnan. Sudah lebih dari 30 tahun kami berteman, walaupun kadang kami berbeda pendapat. Tapi kalau kami sudah bicara tentang NKRI, kami jadi sepakat, kami jadi satu dan kokoh. Kami tidak mau ditawar soal itu."



    Pernyataan yang normatif, memang. Tapi dari sanalah dinamika hubungan abang-adik itu masih terus berlanjut.

    , , , , , ,

    ELVIPS.COM - KH Said Aqil Siroj menyebutkan, hampir setiap minggu PBNU menerima tamu dari luar negeri. Tamu yang datang belakangan ini di antaranya Duta Besar Prancis dan Swedia. Mereka tertarik pada Islam di Indonesia. 

    Menurut Ketua Umum PBNU tersebut, mereka selalu bertanya bagaimana caranya umat Islam Indonesia yang mayoritas, tapi mengajak dan mengamalkan sikap toleran kepada yang minoritas, juga mengutuk terosrisme. 

    “Biasanya yang mayoritas itu semaunya sendiri,” katanya pada pidato pembukaan Konferensi Besar Fatayat NU di aula Gedung Kemenag RI, Jakarta, Jumat (21/11). 

    Dalam hal ini, menurut Kiai Said, tam-tamu tersebut mengapresiasi umat NU yang berjumlah 70 juta selalu bersikap moderat dan mengutuk kekerasan. “Apa yang bisa kita harapkan dari kemajuan Islam di Timur Tengah?” tanyanya. 

    Karena, kata kiai asal Cirebon tersebut, di Timur Tengah tiap hari bom meledak, tiap hari ada yang meninggal. Apa yang diharapkan dari negara yang tidak damai dengan sebangsanya sendiri. “Insya Allah kemajuan masa depan ada di umat Islam Indonesia. Umat Islam Indonesia itu ada di NU,” katanya disambut tepuk tangan kaum Fatayat.  

    Peran NU selama ini selalu menjadi penengah. NU sudah empat kali menjadi mediator perdamaian berbagai kelompok di Afghanistan. Jadi mediator Suni dan Syiah di Iraq. Begitu juga di Indonesia. “Contohnya waktu jemaat HKBP diusir di Ciketing, Bekasi, saya turun,” katanya. 

    Di ujung pidato, kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir pada kesempatan itu, kiai yang akrab disapa Kang Said, itu meminta untuk menyampaikan pada Presiden Joko Widodo menjadikan hari santri nasional pada tanggal 22 Oktober. 

    Menurut dia, tanggal 1 Muharam itu biarkan menjadi tahun baru umat Islam seluruh dunia. Sementara untuk konteks perjuangan Indonesia yang berkaitan dengan para santri adalah 22 Oktber tersebut. 

    Pada tanggal tersebut, lanjut Kang Said, ada Resolusi Jihad yang dikeluarkan Rais Akbar NU KH Hasyim Asy’ari. Resolusi itu memicu peperangan habis-habisan rakyat Jawa Timur untuk menghadang NICA masuk Surabaya.

    , , , , ,

    ELVIPS.COM - Kementerian BUMN didesak untuk segera menyatakan bahwa PT PLN (Persero) bukanlah induk usaha dari holding BUMN energi yang akan digagas oleh pemerintah.

    Pernyataan dari Kementerian BUMN sangat diperlukan agar kondisi sektor energi di Tanah Air kondusif. Hal itu ditegaskan oleh Direktur Eksekutif 98 Institute Sayed Junaidi Rizaldi di Jakarta, Sabtu (29/10).
    “Jangan membuat stakeholder energi saat ini menjadi gamang dengan adanya pernyataan bahwa PLN yang akan menjadi induk usaha dari holding BUMN energi.”
    Menurut Sayed, PLN belum layak menjadi induk usaha holding BUMN energi di tengah masih banyaknya permasalahan di tubuh perusahaan setrum pelat merah tersebut.
    “Contoh kecilnya soal keuangan saja. PLN merupakan salah satu BUMN energi yang kerap mengalami kerugian. Inefisiensi di PLN juga lumayan besar. PLN butuh waktu untuk membenahi dirinya sendiri dulu. Jangan bebani PLN dengan persoalan baru,” jelas dia.
    Sayed memberi contoh lain, misalnya terkait tarif yang tidak mencerminkan biaya, kebutuhan investasi yang tidak terpenuhi, dan tidak adanya economic returns yang memadai.
    “Persoalan ini saja sudah menjadi kendala PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional. Belum lagi persoalan kebutuhan investasi PLN per tahunnya yang kerap mengalami kesulitan. Kasihan BUMN lain jika PLN yang menjadi induk usaha,” tegas dia.
    Menurut Sayed, sistem keuangan dan kinerja PLN saat ini bisa dikatakan masih sangat amburadul. Dia mengutip Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I-2016 yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
    Berdasarkan pemeriksaan BPK, jelas Sayed, banyak permasalahan di PLN yang justru sampai saat ini belum terselesaikan. “Ketua BPK Harry Azhar Azis pernah mengungkapkan bahwa berdasar hasil pemeriksaan atas pengelolaan subsidi atau Kewajiban Pelayanan Publik (KPP), BPK menemukan permasalahan yang perlu mendapat perhatian,” jelasnya.
    Sejumlah persoalan yang perlu juga segera mendapat perhatian PLN adalah, lanjut Sayed masih mengutip hasil pemeriksaan BPK, adanya kelebihan pembayaran subsidi tahun 2012-2014 senilai Rp 6,26 triliun atas penyajian kembali laporan keuangan PLN tahun 2012-2014.
    Penyajian kembali LK PLN ini, kata Harry, sebagai akibat penghentian penerapan kebijakan akuntansi terkait perjanjian pembelian tenaga listrik swasta yang mengandung sewa dan sudah diatur dalam Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 8.
    Belum lagi audit BPK terkait efektivitas pengendalian susut energi listrik pada PLN Disjaya. Hasil auditnya menunjukkan, pelaksanaan kegiatan pengendalian susut energi listrik di PLN Disjaya kurang efektif.
    Ini terjadi karena dua permasalahan. Pertama, panjang jaringan tidak sesuai ketentuan, feeder express berbeban dan beban trafo tinggi meningkatkan risiko susut distribusi.
    Kedua, perencanaan perbaikan dan pemeliharaan jaringan distribusi belum memprioritaskan pada jaringan yang sering mengalami gangguan dan penyebab gangguan yang dominan serta tidak menggunakan data hasil inspeksi.
    “Kinerja PLN yang tak sesuai standar akuntansi juga telah menyebabkan BPK memberikan predikat wajar dengan pengecualian (WDP) berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2015,” kata Sayed.
    Dia mengungkapkan, menurut BPK masih terdapat penyertaan modal negara (PMN) pada PLN sebesar Rp 848,38 triliun yang mengandung ketidakpastian.
    Ketidakpastian itu sehubungan dengan tidak diterapkannya kebijakan akuntansi terkait perjanjian pembelian tenaga listrik swasta yang mengandung sewa seperti yang diatur dalam ISAK 8 pada Laporan Keuangan PLN.
    “Sekali lagi kami tegaskan, 98 Institute sangat menyayangkan jika PLN yang ditunjuk Kementerian BUMN sebagai induk usaha. BUMN energi lain yang selama ini sudah on the track bisa malah kacau kalau PLN jadi induk usaha,” ujarnya.

    98 Institute adalah sebuah lembaga kajian lintas disiplin ilmu yang dibentuk oleh para mantan aktivis 98 yang sangat konsen akan segala kondisi permasalahan di Tanah Air, mulai dari sektor energi, ekonomi, kemanusiaan, hukum, hingga politik.

    , , , , , , ,

    ELVIPS.COM - Syamsir Alam pernah digadang-gadang bakal tumbuh sebagai pesepakbola hebat di Indonesia. Hal itu tak lepas dari kiprahnya yang pernah menimba ilmu dan berkarier di Uruguay bersama Penarol pada 2008-2009.

    Bakat Syamsir kala itu sempat dilirik dua klub Belanda, Heerenveen pada 2009-2010 dan pernah bermain untuk tim muda dari klub Belanda lainnya, Vitesse Arnhem, pada 2010-2011.

    Akan tetapi, kini karier sepakbola Syamsir Alam seakan berubah 360 derajat. Dari pemain muda potensial kemudian tumbuh menjadi pemain profesional, kini pesepakbola 24 tahun itu turun kasta bermain di liga antar kampung (Tarkam).

    Kisah perjalanan karier pemuda asal Sumatera Barat itu memang menarik untuk ditelisik. Pasalnya, ia juga pernah menghebohkan jagat hiburan Tanah Air, lantaran mengencani sejumlah wanita cantik sekaligus selebriti Indonesia.

    Lantas, seperti apa kehidupan dan perjalanan Syamsir Alam di sepakbola dan apa saja yang mesti dilakukan untuk mengembalikan kejayaannya? Berikut rangkumannya yang di lansir dari indosport.

    1. Langganan Timnas


    Beberapa tahun lalu, Syamsir Alam selalu menjadi langganan Timnas, mulai dari U-11 hingga U-23. Sepak terjangnya selama membela Garuda Muda tidak lah buruk, ia bahkan selalu menjadi andalan di lini penyerangan.

    Kemampuannya tersebut bahkan pernah dipuji oleh pelatih Timnas senior saat ini, Alfred Riedl. Ia menilai Syamsir merupakan pemain yang punya potensi karena memiliki skill yang mumpuni.



    “Dia pemain hebat, memang pada waktu itu (seleksi Timnas di 2011) dia mengalami cedera. Tapi saya melihat dia selama tiga atau empat jam sudah cukup untuk mengetahui potensinya,” tutur Alfred.

    “Syamsir Alam punya bakat yang bagus, sangat kuat dan postur di atas rata-rata untuk seorang pemain Indonesia, selain itu skill juga bagus,” sambung pelatih asal Austria tersebut.

    Saat membela Timnas U-23 dalam laga uji coba melawan Timor Leste yang berkesudahan dengan skor 5-0 pada 2011 lalu, Syamsir tampil bagus. Masuk di babak kedua, ia bermain cukup apik dan mencetak satu gol.

    2. Gonta-ganti Klub


    Digadang-gadang sebagai penerus era Bambang Pamungkas, kini Syamsir Alam belum mampu menunjukan tajinya di level senior. Padahal, dia mendapatkan beasiswa generasi pertama program pelatnas jangka panjang SAD Uruguay pada 2008.

    Pada musim perdana tampil di Liga U-17 Quinta Division 2008, Syamsir menjadi top scorer dari tim SAD Indonesia dengan mengemas 15 gol dari 29 laga. Ia pun sempat dipinjam Penarol pada musim selanjutnya.

    Pada 2011, Syamsir meninggalkan tim SAD untuk bergabung dengan klub Divisi II Belgia, CS Vise. Namun, selama dua musim berkiprah di Belgia, pemain berusia 24 tahun tersebut lebih banyak menghuni bangku cadangan.

    Cedera punggung membuat pemain kelahiran Agam, 6 Juli 1992, itu kesulitan menemukan level permainan terbaik. Meski begitu. Syamsir tetap mendapat kepercayaan Rahmad Darmawan saat dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas SEA Games 2011.


    Tampil impresif selama sepekan di sesi latihan pelatnas, nama Syamsir justru tak masuk skuat inti. Situasi serupa terjadi di SEA Games 2013, Syamsir dinilai tampil di bawah ekspektasi RD.

    Pada 2013, Syamsir membuat sensasi saat digaet klub asal Amerika, DC United. Klub itu dimiliki pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir. Tetapi, kesempatan emas berkarier di kompetisi MLS tak dimanfaatkan secara baik oleh sang pemain.

    Selama semusim di Washington DC, Syamsir lebih sering hanya ikut latihan bersama DC United. Namanya tidak pernah masuk line-up, sehingga ia memutuskan pulang ke Tanah Air, dan bergabung dengan Sriwijaya FC.


    Dewi Fortuna seakan belum berpihak pada Syamsir Alam. Ia kesulitan menembus tim inti dan lebih sering duduk di bangku cadangan. Ia kemudian memilih pindah ke Persipasi Bandung Raya (PBR) di awal 2015. Apesnya, kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 terhenti pada bulan April, akibat konflik antara PSSI dengan pemerintah.

    Di tahun 2016, Syamsir Alam kemudian mencoba peruntungannya di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) A bersama Persiba Balikpapan. Namun, lagi-lagi ia didepak lantaran dinilai minim kontribusi untuk tim.

    Namun, minimnya kontribusi yang diberikan Syamsir Alam disebakan karena jarangnya ia menadapatkan kesempatan bermain di beberapa klub yang pernah dibelanya. Hal itu diakui pula oleh pemain 24 tahun itu usai terdepak dari Persiba.

    "Terima kasih Balikpapan. Waktu yang singkat namun akan susah saya lupakan. Mungkin benar saya belum memberikan kontribusi berarti, tapi apa saya diberikan menit bermain yang adil?" ujarnya.

    3. Dikelilingi Selebritis


    Muda, tampan dan bergelut di sepakbola yang merupakan olahraga paling paling diminati di dunia, tentu membuat sosok Syamsir Alam cepat dikenal, termasuk bagi kaum wanita.

    Pria berumur 24 tahun tersebut bahkan mampu menyihir sejumlah selebriti Tanah Air hingga jatuh ke pelukannya. Sebut saja nama Aura Kasih, Tyas Mirasih hingga mantan model dewasa, Anggita Sari, dikabarkan pernah menjalin hubungan dengan Syamsir Alam.


    Kini, Syamsir Alam pun masih menjalin kasih dengan kalangan selebritis. Ia disebut berpacaran dengan model yang tengah naik daun, Picci Ramlan. Wanita cantik tersebut merupakan keponakan dari presenter seksi, Olla Ramlan.

    Kedekatan dirinya dengan sejumlah wanita cantik tersebut pun membuat Syamsir Alam seolah tak percaya. Ia mengaku heran kenapa selebritis tersebut mau dengan dirinya.

    "Gua juga bingung, kenapa artis-artis mau sama gua. Padahal kan gua pemain bola. Enggak ada uangnya, pergi aja naik mobil mereka," kata Syamsir.

    4. Tarkam Lebih Baik Dibanding Korupsi


    Usai didepak Persiba Balikpapan, Syamsir Alam muncul dengan kabar menghebohkan. Bagaimana tidak, pemain profesional yang semopat merumput di luar negeri kini harus melanjutkan karier sepakbola profesionalnya ke level turnamen antar kampung atau tarkam.

    Hal itu diketahui melalui sebuah foto yang diunggah Syamsir melalui akun Instagram pribadinya, @syamsir11alam. Mantan pemain Sriwijaya FC itu memperlihatkan dirinya dikerumuni masyarakat usai bermain dalam laga tarkam di sebuah kampung wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

    Ia tidak malu memperlihatkan dirinya yang bermain tarkam. Menurutnya, hal tersebut sangat sah dilakukan para pesepakbola profesional termasuk dirinya.

    "Benar saya bermain tarkam. Orang-orang pada heboh ya? Padahal saya cari uang halal. Gimana saya merampok? Pasti lebih heboh," ungkap Syamsir seraya bercanda kepada INDOSPORT.

    "Saya tarkam di mana-mana. Saya tidak malu bermain tarkam. Kenapa harus malu? Ini halal. Banyak orang yang korupsi saja tidak malu," lanjutnya.

    Apa yang dilakukan Syamsir Alam memang tak salah dan menunjukan dia adalah seorang yang pekerja keras. Tarkam menjadi ajang untuk menjaga kebugarannya saat belum mendapat tawaran bermain dari klub-klub tanah air dan luar negeri.


    Namun, karier Syamsir di Liga Tarkam bukan tanpa risiko. Ia bisa saja mendapatkan cedera parah, seperti yang sempat dialami pemain Persib Bandung, Zulham Zamrun.

    Winger lincah itu hampir saja menutup kariernya sebagai pesepakbola profesional, akibat cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang dideritanya ketika bermain tarkam di Habibie Cup 2015. ACL merupakan cedera yang terjadi karena adanya robekan pada cruciatum anterior ligamen dalam sendi lutut.

    5. Harus Lebih Disilpin dan Terus Belajar


    Muly Munial, mantan Manajer Pelita Bandung Raya (PBR), klub yang pernah memakai jasa Syamsir Alam, mengabarkan bahwa pemain 24 tahun itu kerapberlaku tidak disiplin. Hal itu pula yang menjadi penyebab ia terbuang dari klub.

    Ia diminta untuk serius menata kariernya di dunia sepak bola dibanding mengurusi kedekatannya dengan beberapa selebritis dari dunia entertain beberapa waktu lalu.

    Syamsir Alam dinilai punya bakat serta teknik bagus yang menunjangnya menjadi seorang penyerang hebat. Oleh karenanya sikap disiplin menjadi harga mati bagi mantan pemain CS Vise tersebut.


    "Saya melihat Syamsir punya bakat dan teknik yang dibutuhkan sebagai striker. Dia masih muda dan punya kesempatan luas untuk bangkit dari masa terpuruk asalkan mau disiplin diri mulai saat ini," ungkap legenda Timnas Indonesia, Bima Sakti, yang kini menjadi asisten pelatih Persiba Balikpapan.

    "Saya selalu ingatkan dia masih muda dan masih bisa mengejar cita-citanya asalkan mau kerja keras, fokus, dan tanggung jawab dengan profesinya,"sambungnya.

    Wejangan tak jauh berbeda juga pernah diungkapkan pelatih Tinmas, Alfred Riedl, jauh-jauh hari sebelum Syamsir kembali berkarier di Indonesia. Pria kelahiran Vienna, Austria, 66 tahun silam tersebut meminta agar Syamsir Alam terus belajar dan mencari pengalaman bermain agar bisa menjadi seorang pemain bintang.


    “Dia wajib menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari Uruguay dan mencari pengalaman bertanding sebanyak-banyaknya. Selanjutnya dia akan menjadi pemain profesional, kemudian kita lihat saja nanti," tandas Riedl beberapa tahun lalu.

    Dengan keadaan saat ini, nampaknya Syamsir Alam memang harus mulai bekerja keras mengawali kariernya dari nol lagi. Sikap kerja keras dan pantang menyerah yang ditunjukannya bisa menjadi modal awal untuk bangkit dan menunjukan kelasnya seperti beberapa tahun lalu.

    , ,

    ELVIPS.COM - Israel dikabarkan ‘ketar-ketir’ dengan kehadiran kapal induk Rusia di lepas pantai Suriah. Kehadiran kapal induk Admiral Kuznetsov akan membuat Israel semakin mengalami kesulitan melakukan operasi militer di Suriah, baik secara terbuka maupun diam-diam. 

    Sejak kedatangan militer Rusia di Suriah, Israel harus mendapatkan ijin dari Rusia sebelum menerbangkan pesawat-pesawatnya di atas Suriah dan Lebanon, dan hal ini tentu sangat menjengkelkan Israel yang sebelumnya leluasa melancarkan operasi militer di sana. Dan kedatangan Admiral Kuznetsov akan membuat ‘ijin’ itu semakin rumit.

    Seperti dilaporkan situs Algemeiner, 21 Oktober lalu, para pejabat keamanan Israel mengungkapkan kecemasannya terhadap kedatangan kapal induk Rusia yang diperkirakan akan tiba di lepas pantai Suriah pada akhir pekan ini atau awal pekan depan. Admiral Kuznetsov dan sejumlah armada pendukungnya kini tengah berlayar di Samudra Atlantik sebelum melintasi Gibraltar dan memasuki Laut Mediterania. Armada ini dikirim Rusia untuk memperkuat militer Rusia di Suriah paska gagalnya gencatan senjata yang digagas Rusia dan Amerika.

    Dalam beberapa tahun terakhir Israel leluasa melancarkan serangan udara diam-diam ke Suriah atau Lebanon untuk mencegah pengiriman senjata-senjata canggih Iran kepada kelompok Hizbollah. Bahkan, setelah kehadiran militer Rusia dengan sistem pertahanan udara canggihnya sejak September 2015 lalu, Israel masih ‘bisa’ melakukan serangan udara ke Suriah, diduga setelah mendapatkan ijin rahasia dari Rusia. 

    Namun sejak kegagalan gencatan senjata dan situasi di Suriah semakin memanas dengan ancaman konfrontasi langsung antara Amerika dan Rusia, Rusia dikabarkan telah menutup wilayah udara Suriah bagi Israel.

    Pada hari Jumat (21 Oktober) Admiral Kuznetsov terlihat melintasi lepas pantai Inggris. Sejumlah laporan menyebutkan kapal dengan 2000 awak yang mengangkut puluhan pesawat tempur dan helikopter ini akan mencapai Suriah dalam waktu seminggu. Rusia sendiri telah menempatkan sejumlah besar kapal perang di lepas pantai Suriah, tiga di antaranya dikirim segera setelah kegagalan gencatan senjata akhir bulan lalu. Di antara kapal perang tersebut dilengkapi dengan sistem pertahanan udara S-300 yang ditakuti Amerika dan Israel.

    Pada saat yang sama koordinasi antara Rusia dan Israel untuk mencegah konfrontasi langsung di Suriah telah hancur. Pada bulan Juli lalu, misalnya, dikabarkan Israel mencoba menembak jatuh drone Rusia yang memasuki wilayah Israel. Israel dikabarkan juga telah kehilangan sebuah pesawat tempurnya setelah ditembak rudal Rusia, meski tidak ada konfirmasi mengenai hal ini. 

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah empat kali bertemu Presiden Rusia Vladmir Putin sejak Rusia terjun ke Suriah, salah satu tujuannya untuk menghindari kesalah-fahaman antara kedua negara di Suriah.

    https://arrahmahnews.com

    , , , , , , , ,




    ELVIPS.COM - Semakin hari rahasia organisasi teroris yang menamakan diri sebagai ad Daulah al Islamiyah fi al Iraq wa as Suriyah alias Daisy atawa ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) makin terkuak. Terakhir mereka tidak menjadikan Zionis Israel sebagai musuh. Alasan yang dikemukakan, sebagaimana disampaikan Jurgen Todenhofer, karena Israel merupakan satu-satunya negara yang paling ditakuti ISIS.

    Todenfofer adalah seorang wartawan kawakan berusia 75 tahun. Pada 2014 ia pernah berada di Suriah selama sepuluh hari. Menurutnya, ISIS tidak takut terhadap serangan yang dilancarkan Rusia ataupun negara-negara yang tergabung dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). Pasukan darat AS, Inggris dan negara-negara Eropa lainnya dianggap tidak berpengalaman melawan gerilyawan kota atau strategi teroris seperti yang dilakukan ISIS. Sebaliknya, lanjut wartawan asal Jerman ini, Israel sangat tangguh dalam bertempur melawan gerilyawan dan teroris.

    Hingga sekarang negara-negara yang tergabung dalam koalisi pimpinan AS memang belum menurunkan pasukan darat mereka untuk melawan ISIS. Todenfofer menganalisa, hal itu sengaja dilakukan pasukan koalisi karena mereka mengetahui ketangguhan ISIS dalam perang gerilya kota ataupun dengan cara teror. Salah satunya dengan serangan bom bunuh diri.

    Namun, pandangan Todenhofer ini segera dibantah oleh sejumlah pengamat dan ahli strategi perang di Timur Tengah. Sebagaimana ditulis media al Sharq al Awsat dan Aljazeera.net, gabungan pasukan dari negara-negara NATO (North Atlantic Treaty Organization/Pakta Pertahanan Atlantik Utara) akan susah untuk dilawan, apalagi hanya oleh ISIS yang cuma mempunyai puluhan ribu personil. Itu pun bukan personil militer terlatih sebagaimana negara-negara maju. Dua media itu lalu mencontohkan tentang penggulingan rezim Taliban — yang didukung Alqaida — di Afghanistan, rezim Saddam Husein di Irak, dan rezim Muamar Qadafi di Libia.

    Yang jadi persolan adalah hingga kini koalisi internasional pimpinan AS dan juga koalisi negara-negara Islam pimpinan Arab Saudi yang baru terbentuk, serta militer dari negara asing lainnya — termasuk dari Rusia –, belum menurunkan pasukan darat mereka. Yang berlangsung selama ini adalah serangan udara secara sporadis dan kurang terkordinasi dalam satu komando, sehingga hasilnya pun kurang maksimal.

    Penyebabnya berbagai-bagai. Di antaranya, pertama, koalisi yang ada sekarang ini, terutama dari negara-negara Arab dan Islam (negara dengan penduduk mayoritas Muslim) bisa dikatakan sebagai koalisi setengah hati. Pemerintahan di Irak sekarang adalah penganut Syiah. Begitu pula dengan rezim Bashar Assad yang berkuasa di Suriah. Bila kelompok militan ISIS dihabisi, maka yang berkuasa di Irak dan Suriah otomatis adalah Syiah. Dan, bukan rahasia lagi negara-negara Arab, khususnya negara-negara Teluk, sangat khawatir dengan pengaruh Syiah yang semakin membesar.

    Kedua, AS sebagai pimpinan koalisi sebenarnya tahu segala gerak-gerik pasukan ISIS. Apalagi mereka mempunyai peralatan militer yang sangat canggih. Namun, mereka sengaja membiarkan pergerakan pasukan ISIS hanya dihadapi militer Irak. Padahal, tulis al Sharq al Awsat, bila AS mau mereka bisa langsung menggempur pasukan ISIS lewat serangan udara dan darat.

    Tidak diketahui dengan pasti apa alasan AS. Namun, yang bisa diprediksi adalah bahwa AS telah mengambil keuntungan dari konflik yang terjadi baik di Irak maupun Suriah. Bahkan di kawasan Timur Tengah pada umumnya. Terutama lewat perdagangan senjata, minyak, dan benda-benda purbakala, baik terang-terangan maupun lewat perdagangan gelap.

    Ketiga, meskipun pasukan koalisi internasional pimpinan AS telah berhasil dengan gemilang menghancurkan rezim Taliban dan Alqaida di Afghanistan dan rezim Saddam Husein di Irak, namun serangan itu telah meninggalkan trauma berkepanjangan, terutama buat AS dan Inggris. Serangan itu hingga sekarang masih memunculkan kritik yang tajam dari rakyat di kedua negara tersebut.

    Kondisi seperti itulah yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh ISIS. Apalagi mereka tahu persis tentara Irak kurang terlatih dan mentalnya juga payah. Mereka adalah rekrutan baru. Sedangkan para mantan tentara Saddam Husein yang terlatih yang meyoritas Suni tidak dipakai lantaran diragukan loyalitasnya kepada Pemerintah Irak. Sementara itu di Suriah, konflik antara rezim Bashar Assad dan kelompok-kelompok oposisi telah mempermudah ISIS untuk ikut ‘bermain’.

    Yang aneh bin memprihatinkan, meskipun ISIS selalu mengklaim sebagai pejuang demi Islam dan kepentingan umat Islam, namun tak pernah sekalipun mereka, termasuk pemimpin tertingginya Abu Bakar al Baghdadi, menyatakan perang terhadap Zionis Israel. Yang menjadi musuh mereka selama ini justru orang-orang atau kelompok yang dianggap bisa menghalangi atau bahkan hanya berbeda pandang dengan mereka. Termasuk dalam kelompok ini adalah orang-orang Islam sendiri, baik Syiah maupun Suni. Sementara itu Zionis Israel dianggap bukan sebagai panghalang sepak terjang ISIS alias sebagai teman.

    Padahal, selama ini, Zionis Israel merupakan musuh bebuyutan dari mayoritas umat Islam. Bukan lantaran mereka adalah bangsa Yahudi, namun lebih karena sikap mereka yang kolonialis alias bangsa penjajah. Sudah berpuluh-puluh tahun Israel menduduki wilayah bangsa Palestina. Termasuk kompleks Masjidil Aqsa yang merupakan kiblat pertama dan tempat suci ketiga bagi umat Islam. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini Israel terus berusaha untuk ‘mengyahudikan’ segala hal yang terkait dengan Masjidl Aqsa, termasuk menggantikan indentitas Islam dengan identitas Yahudi.

    Namun, dengan munculnya kelompok teroris ISIS yang menebarkan ketakutan pada masyarakat internasional, konsentrasi negara-negara Arab dan Islam (negara berpenduduk mayoritas Muslim) pun tersedot kepada mereka. Hal ini jelas menguntungkan Zionis Israel.

    Dalam jajak pendapat yang dilakukan kepada warga Israel bulan lalu didapat hasil bahwa negara-negara Arab dan Islam kini sudah tidak mereka anggap sebagai ancaman serius terhadap eksistensi negara Israel. Yang mereka khawatirkan justeru gerakan intifadah para pemuda Palestina. Mereka dianggap ancaman berbahaya bagi masyarakat Israel. Sayangnya, bangsa Palestina kini seolah berjuang sendirian. Tidak ada lagi negara Arab dan Islam yang memperdulikan nasib mereka, kecuali hanyalah dukungan politik alias hanya dukungan pernyataan.

    Karena itu, yang bisa dibaca dari pekembangan di Timur Tengah yang semakin ruwet ini adalah ISIS sangat pandai memanfaatkan keadaan demi kepentingan memperoleh kekuasaan. Sepak terjang mereka tidak ada hubungannya dengan ‘demi Islam dan membela serta memperjuangkan kepentingan umat Islam’. Bahkan tindakan teror yang mereka lakukan di mana-mana telah menimbulkan Islamophobia alias kebencian kepada Islam dan umat Islam. Hal ini jelas merugikan umat Islam sendiri.

    Yang memprihatinkan, ribuan orang, terutama para pemuda dari berbagai negara asing, telah berhasil direkrut oleh ISIS. Para pemuda itu terpincut pada klaim kelompok militan itu bahwa mereka berjuang demi Islam dan demi kepentingan umat Islam. Padahal, mereka sebenarnya hanyalah dimanfaatkan oleh para pemimpin ISIS untuk dijadikan tentara dalam rangka memperoleh kekuasaan. Sepak terjang ISIS jelas tidak ada hubungannya dengan Islam dan kepentingan umat Islam.

    Source: www.republika.co.id


Top