.

.

.

.

.

    , , , ,


    ELVIPS.COM - Amerika mulai khawatir terhadaplangkah politik internasional Presiden sekarang dengan membangun poros “Jakarta-Beijing-Taheran-Moskow” meliputi perdagangan, teknologi sipil, teknologi militer, kesehatan, nuklir dan investasi.

    Hal yang paling merisaukan Amerika adalah hancurnya hegemoni mereka serta hilangnya kontrol atas geliat ekonomi di Indonesia yang pada akhirnya akan merubah kiblat negara-negara kawasan di Asia Tenggara mengikuti jejak langkah Indonesia yang progresif.

    Ketakutan Amerika juga tidak terlepas dari kebijakan Presiden terhadap perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia di bumi Papua, betapa besar kehilangan keuntungan bagi mereka apabila PT. FreeportIndonesia akan dimainkan Jokowi sebagai ‘capital politic’ pada pilpres tahun 2019 nanti, maka akan tamatlah Amerika di Indonesia.

    Ada beberapa langkah yang telah dan mulai dimainkan oleh Amerika di Indonesia dalam rangka tetap dapat mengusai Indonesia seperti selama ini berhasil mereka lakukan;

    1. Lewat bantuan Arab Saudi dengan memberikan suntikan dana besar kepada para radikalis dan teroris di Indonesia.

    2. Lewat Mesir dan Turkey dengan menggerakan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslim di Indonesia.

    3. Lewat Alumnus West Point, Minneapolis, dan kursus perwira Indonesia di negeri Paman Sam dengan memainkan isu bangkitnya PKI.

    Ada pertanyaan, apakah CIA bermain di sini, maka jawabnya tentu saja. Sebab sudah bukan rahasia lagi bahwa selama ini, mereka (CIA) telah merekrut alumnus sekolah perwira militer maupun para akademisi terbaik dari sipil yang pernah mengenyam pendidikan Amerika, dan terlihat dari unsur Radikalis merapat ke blok Amrikiyya ini.

    Maka janganlah heran kalau yang menyebar isu anti Cina dan tuduhan bahwa Ahok bisa menjadi pemicunya mungkin mengarah ke tragedi tahun 1998, dan yang mengatakan bahwa hantu PKI itu memang nyata, serta yang membakar masa dalam pidato tentang bangkitnya ideologi komunis lewat PKI di Indonesia, semuanya adalah purnawirawan Jenderal lulusan Amerika. Apakah bukan kebetulan semata?

    Sederhana saja jawabnya, bahwa pola yang dimainkan Amerika sangat mirip dengan yang terjadi pada situasi sebelum meledaknya G 30 S/PKI seperti contoh di bawah ini: 

    – Settingnya dulu adalah Tritura, juga terselip sentimen anti Cina. Golnya adalah jatuhnya Bung Karno. Dan saat ini setingnya adalah “Turunkan Jokowi dan hancurkan PKI”, targetnya jatuhkan Jokowi.

    – Dulu Amerika memainkan kebodohan dan ambisi PKI dengan memusuhi para ulama dan agamawan, kemudian melakukan kudeta terhadap para Pahlawan Revolusi, maka saat ini digandengnya kaum radikalis yang anti Pancasila karena dianggap ajaran Thoghut untuk propaganda bangkitnya PKI. Padahal apa urusan mereka soal PKI, mereka itu jelas-jelas anti Pancasila dan ingin mendirikan Khilafah Islamiyah diIndonesia.

    – Pola penghancuran Indonesia telah dilakukan lewat aksi teror dan rencana membagi Indonesia menjadi 18 sampai 20 negara baru sehingga mudah dikuasai sesuai kepentingan mereka. Langkah itu tidak membuahkan hasil, maka mereka (Amerika) lewat antek-antek mereka di Indonesia memainkan isu yang paling sensitive yaitu “Bangkitnya PKI”.

    – Membangun fitnah terhadap pribadi Agus Wijoyo, purnawirawan Jenderal bintang 3 anak dari salah seorang Pahlawan Revolusi yang adalah tokoh penggagas serta pelopor rekonsiliasi antara anak mantan PKI dengan anak Pahlawan Revolusi. Sehingga ditimbulkanlah pertanyaan nyeleneh dari juga purnawirawan Jenderal lulusan Amerika bahwa perlu dipertanyakan apakah betul Agus Wijoyo itu anak dari Pahlawan Revolusi? Hal yang kemudian dibantah dan diluruskan oleh AM. 

    Hendropriyono, purnawirawan Jenderal mantan kepala BIN menyatakan bahwa dia kenal betul siapa Agus Wijoyo dan kenal betul siapa bapaknya. Sekarang isu bangkitnya PKI menjadi mainan yang menyatukan para alumnus Amerika baik sipil maupun militer bergandeng tangan dengan mesin penghancur Amerika di Timur Tengah yaitu kelompok radikal serta teroris berbaju agama.

    Akankah kita Bangsa Indonesia dapat dihancurkan oleh mereka dengan cara-cara keji di atas? Tentu kondisi nya berbeda, karena langkah yang ditempuh Jokowi adalah sebagai berikut:

    1. Membangun kekuatan TNI, baik lewat perbaikan Alusista, baik produksi dalam negeri maupun lewat pembelian dengan melirik Rusia sebagai mitra utama.

    2. Membersihkan BIN dari agen ganda pengabdi kepada kepentingan Amerika dengan agen Merah Putih.

    3. Menempatkan jabatan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, serta juga Kapolri yang bukan lagi lulusan Amerika.

    4. Membangun infrastruktur besar di Indonesia. 

    Semuanya adalah dalam memperkuat ketahanan nasional, serta meninggikan martabat bangsa dengan tidak lagi tunduk kepada kemauan Amerika. Maka malulah kita, kalau masih saja mau menjual diri kepada kepentingan Amerika. [dutaislam.com/ ed]

    Sumber : http://www.muslimoderat.net/2016/12/isu-pki-adalah-permainan-amerika-ini.html#ixzz4Wuja3cHp

    , , , , , ,


    ELVIPS.COM - Kita sėmua pasti pėrnah mėrasakan sakit, baik itu sakit yang ringan atau pun sakit yang parah, akan tėtapi kėtika kita mėngalami sakit kita tidak pėrlu tėrburu buru untuk mėmėriksanya kė doktėr, karėna sėbėnarnya kita dapat mėlakukan pėncėgahan atau pėngobatan sėndiri dėngan mėmijat tėlapak tangan kita sėndiri, bėrdasarkan pėnėlitian kėtika kita mėmijat titik titk pada tėlapak tangan kita hal ini dapat mėngobati sakit yang sėdang kita dėrita.

    Titik titik saraf tersebut dapat di lihat pada gambar di atas.

    Caranya :

    • Tekan titik organ mana yang sakit didalam tubuh dengan ibu jari, selama 5 detik.

    • Bebaskan ibu jari Anda - 3 detik.

    • Lalu tekan lagi. Ulangi ini selama beberapa menit.

    • Saat merasa sakit yang berkelanjutan, pijat sekurang-kurangnya sekali satu hari. Setelah satu minggu Anda bakal terasa jauh lebih membaik.

    7 BAGIAN ANGGOTA TUBUH YANG NYAMAN DIPIJAT KETIKA SAKIT :

    1. Pelipis Dekat Mata 5-7 detik, lepaskan perlahan

    2. Di antar Ibu Jari Dan Jari Telunjuk

    Area ini jika dipijat dapat menolong Anda yang alami sakit leher. Coba pijat selama 2 menit dengan gerakan yang lembut serta semakin intens.

    3. Tulang di Pergelangan Kaki

    Jika Anda mengalami sakit punggung bawah, sakit panggul maupun pinggul, Anda dapat memijat di pergelangan kaki, terutama dibagian tulang yang besar. Mungkin saja terdengar aneh, tetapi perlahan Anda bakal rasakan otot lebih santai dan nyaman.

    4. Mata Ketiga

    Kata orang, mata ketiga ini ada di pangkal hidung dekat kening. Dengan memijat ruang ini, Anda bisa meredakan mata yang capek. Langkahnya yaitu dengan memijat lembut ruang ini.

    Kerjakan sebagian tekanan biasa selama 1 menit. Mendekati sebagian tekanan akhir, tutup mata Anda. Tekan selama 9 kali, pada tekanan ke 10, tekan agak lama, lalu lepas perlahan-lahan.

    5. Sayap di Punggung

    Di punggung kita ada tulang yang menonjol seperti sayap, memijat ruang di sekitar sana memang bisa merasa nyaman. Tahukah Anda, pijatan ini bisa menolong meredakan permasalahan kelelahan leher, kepala, nyeri yang nampak di payud*R* bahkan juga permasalahan pernapasan.

    6. Telapak Kaki

    Di bagian telapak kaki, ada banyak sekali titik akupresur yang nyaman serta terkadang menyakitkan untuk dipijat. Memakai ibu jari untuk memijat sisi tengah telapak kaki dapat membantu Anda menangani permasalahan pencernaan.

    7. Punggung dan Telapak Tangan

    Waktu alami nyeri menstruasi yang tak melilit akan tetapi cukup mengganggu, cobalah pijat sisi tengah punggung telapak tangan serta sisi dalam telapaknya.

    Nah itulah titik – titik yang dapat anda pijat jika anda merasa sakit pada tubuh anda. Semoga bermanfaat.

    , , , , ,

    ELVIPS.COM - Upaya intensive untuk meminisir penyampaian penyampaian bernada kebencian dan penyampaian berita syarat dengan fitnah telah dilakukan oleh berbagai pihak yang tentu saja hal ini baru bisa berhasil, manakala ada upaya kerja sama antara Pemerintah dan masyarakat luas dan atau non Governmental Organizations dilakukan dengan apik dan tidak hanya sebatas wacana dan pengamatan pengamatan.
    Mengapa harus ada Participation action research and action programs between Government and Non Governmental Organizations?. Karena yang diperlukan adalah upaya untuk memastikan bahwa Kepentingan Negara dan Bangsa harus lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi dan kelompok semata mata, tentu dalam kaitan dengan berbagai kemudahan yang timbul karena kemajuan Information and Communication Technology (ICT), memberangus situs situs yang dipastikan sebagai penyebab keresahan atau sources berita berita bohong adalah salah satu cara, tetapi bukan satu satunya.
    Media cetak dan atau elektronika yang memerlukan perijinan Pemerintah, mungkin saja dengan mudah dapat dikontrol dengan membekukan perijinan, tetapi di dunia cyber upaya pemberangusan tidak akan berjalan effektif, karena seseorang bisa saja melakukan hit and run untuk menghindari pemburuan dan tepatnya untuk melepaskan diri dari jeratan Undang undang tentang IT yang sudah ada di negeri ini.
    Kita tentu masih ingat tentang apa yang disebut sebagai ARAB SPRING?, yang akibatnya sampai saat ini masih belum terselesaikan dan berpengaruh terhadap masyarakat dunia pada umumnya dan juga Indonesia?.
    ARAB SPRING telah menjadikan Negara Negara Arab yang selama ini mapan karena berbagai kekayaan alamnya menjadi berantakan :
    Tunisia: Pemerintah digulingkan pada 14 Januari 2011. Presiden Zine el Abidine Ben Ali melarikan diri . Pemilihan untuk Majelis konstituen diselenggarakan pada 23 Oktober 2011.
    Mesir: Pemerintah digulingkan pada 11 Februari 2011. Presiden Hosni Mubarak mundur, menghadapi tuduhan membunuh demonstran tak bersenjata. Pemilu yang diselenggarakan pada 28 November 2011. Protes berlanjut di Tahrir Square.
    Libya: Protes anti-pemerintah dimulai pada 15 Februari 2011, yang mengarah ke perang saudara antara pasukan oposisi dan loyalis Moammar Gadhafi. Tripoli dikuasai dan pemerintah digulingkan pada Agustus 23. Gadhafi dibunuh oleh pasukan transisi pada 20 Oktober
    Suriah: Protes reformasi politik telah berlangsung sejak 26 Januari 2011 dengan bentrokan terus antara tentara Suriah dan pengunjuk rasa. Pada suatu hari di bulan Juli, 136 orang tewas ketika tank tentara Suriah menyerbu beberapa kota, dan sampai saat ini belum terselesaikan dan membawa korban beratus ribu jiwa serta kerugian materi lainnya yang tidak terhingga.
    Yaman: protes yang sedang berlangsung sejak 3 Februari 2011. Presiden Ali Abdullah Saleh terluka dalam serangan pada 4 Juni Pada tanggal 23 November, ia menandatangani perjanjian dan berakhirlah pemerintahannya selama 33 tahun, diiringi dengan kemelut menyedihkan yang terus terjadi, dan semakin menjadi dengan keterlibatan Saudi Arabia yang menghawatirkan kondisi Yaman berpengaruh terhadap stabilitas Nasionalnya.
    Negara-negara lain: Protes keras beralasan demokrasi yang berkaitan dengan Arab Spring juga terjadi di negara-negara lain juga, termasuk Aljazair, Irak, Yordania, Kuwait, Maroko, Oman dan Qatar (yang di respond dengan apik oleh Amir Qatar dengan mengundurkan diri dan mengangkat Putera mahkotanya sebagai penggantinya)
    ARAB SPRING kemudian melahirkan gerakan yang sangat membahayakan kemapanan sosial politik di Negara Negara dengan pendudukan mayoritas beragama Islam, karena dibentuknya organisasi Pemberontakan yang disebut sebagai DAESH atau ISIS yang pengaruh negativenya menyebar keseluruh dunia termasuk ke Indonesia.
    Tentu kita tahu bahwa penyebabnya adalah hal yang amat kecil saja jika dibandingkan dengan akibatnya, karena hanya disebab oleh seorang Pemuda berumur 26 tahun Mohamed Bouazizi penjual buah-buahan dan sayuran di kota Sidi Bouzid, Tunisia.
    Bouazizi adalah pencari nafkah untuk ibunya yang janda dan enam saudara kandung, tapi dia tidak memiliki izin untuk berdagang. Ketika polisi meminta Bouazizi untuk menyerahkan gerobak kayunya, ia menolak dan polisi yang diduga menampar dia.
    Marah setelah dipermalukan di depan umum, Bouazizi protes di depan gedung pemerintah dan membakar diri. Tindakan putus asanya bergaung segera keseluruh negeri. Protes dimulai hari itu di Sidi Bouzid, diabadikan oleh kamera ponsel dan disebarkan di Internet melalui Facebook.
    Dalam beberapa hari, protes mulai bermunculan di seluruh negeri, menuntut Presiden Zine El Abidine Ben Ali dan rezimnya untuk mundur. Sekitar satu bulan kemudian Presiden melarikan diri. Momentum Tunisia inilah yang bag teori domino meluluh lantakkan kemapanan Timur tengah yang dikenal sebagai Arab Spring. Setahun setelah Pemuda itu menjadi martir, maka seluruh dunia Arab bergerak menuntut perbaikan dan demokrasi yang lebih baik, tentu sama sekali tidak terkait dengan perbedaan sudut pandang hidup dan Agama, tentu tidak terkait dengan Islam dan Nasrani.

    Efek positif dan negatif dari Social Media di Masyarakat :
    Seperti diketahui bahwa Bangsa Indonesia adalah salah satu Bangsa terbesar dalam kaitan dengan penggunaan sosia media, Facebook, Twitter dan lain sebagainya, bahkan kehidupoan terasa kosong tanpa social media. Kita bisa melihat bagaimana pelayan di Mall, di Super market, di toko-toko retail lainnya menghadapi calon pembelinya, mereka tidak menghadapkan wajahnya saat melayani, karena terus sibuk menggeluti Handphone bahkan harus tertawa sendiri saat pembeli menyanyakan barang dagangannya dan ini sangat mengesalkan, tetapi ini semua terjadi dimana dimana bahkan saat ini pembantu Rumah tanggapun melakukan hal yang sama sehingga masakan sering harus GOSONG karena kesibukannya dengan facebook.
    Apa yang terjadi tersebut diatas adalah satu sisi dari tersebar luasnya penggunaan Sosial media “ facebook” di Negeri tercinta ini, sementara dari penglihatan lainnya, penyebar luasan penggunaan Sosial media ini merupakan bukti adanya kemajuan dari apa yang selalu disebut sebagai “DIGITAL LITERACY”, sesuatu yang kemudian membawa Yayasan Pendidikan Indonesia Wira Tata Buana berkiprah dan di tetapkan sebagai Special Consultative Status di Perserikatan Bangsa Bangsa dengan main activities “ BRIDGING DIGITAL DIVIDE”.
    Sebagai mana yang lain maka terdapat sisi positive dan negative, begitu juga dengan produk ICT yang disebut sebagai media social ini. Seorang Professor mantan rector Universitas Negeri di Inggris mengatakan bahwa sejak menjamurnya social media, maka Ummat manusia telah kehilangan “ THE SENCE OF COMMUNICATION?”. Sebelum menyimak lebih jauh mari kita lihat manfaat an mudhorotnya Sosial media.

    Efek positif dari Social Media :
    Kita tentu selalu membaca firman Allah SWT yang menyatakan bahwa sesungguhnya kita diciptakan oleh Allah dari satu keturunan yang sama (Adam dan Hawwa) kemudian di kembang biakkan bersuku suku, berbangsa bangsa, dengan satu tujuan agar kita selalu menjalin taaruf atau silaturaheem dan sebaik baik kita adalah yang selalu bertakwa kepada Allah.
    Di era ICT ini firman Allah SWT tersebut terbukti keberannya, betapa tidak:
    1. Kita bisa menjalin tali silaruraheem dengan siapapun dengan suku dan agama apapun di dunia ini, bahkan dengan hanya satu ketukan jari tangan bahkan tidak harus keluar dari kamar tidur walau kita sedang menjalin komunikasi dengan siapapun di benua apapun.
    2. Jaringan sosial membantu bisnis dalam berbagai cara. media pemasaran tradisional seperti radio, iklan TV dan iklan cetak benar-benar telah menjadi usang sekarang. Namun, dengan media sosial bisnis dapat terhubung dengan target pelanggan secara gratis, hanya biaya energi dan waktu, melalui Facebook, Twitter, LinkedIn atau situs sosial lainnya yang dengan demikian kita dapat menurunkan biaya pemasaran ke tingkat yang signifikan.
    3. Meningkatnya popularitas situs sosial seperti Twitter, Facebook dan LinkedIn, jaringan sosial telah mendapatkan perhatian sebagai pilihan komunikasi yang paling layak untuk para blogger, penulis artikel dan pencipta konten.
    4. Situs jejaring sosial ini telah membuka kesempatan bagi semua penulis dan blogger untuk terhubung dengan teknologi. Sahabat yang cerdas berbagi berbagi keahlian dengan kita melalui artikel atau positing psoting kita dengan cara berbagi artikel atau posting dalam lingkaran sosial kita dan yang lebih penting adalah kita bisa meningkatkan network di seluruh dunia dengan mudah dan murah.
    5. Jaringan sosial telah menghapus semua hambatan komunikasi dan interaksi. Mahasiswa dan para ahli dapat berbagi dan berkomunikasi dengan orang atau pihak lain dengan meminta masukan dan pendapat tentang topik tertentu.
    6. Dampak positif lain dari situs jaringan sosial adalah untuk menyatukan orang-orang pada platform besar untuk pencapaian beberapa tujuan tertentu. Hal ini sangat penting untuk membawa perubahan positif dalam masyarakat, bangsa dan Negara.


    Efek negatif dari Social Media :
    Walau dengan berbagai kelebihan atau efek positive dari sosdial media tersebut diatas, tetapi sebagai mana yang lain, maka terdapat pula sisi negativenya. Dan untuk hal ini Allah SWT telah mengingatkan kita untuk merespond hal hal negative dalam kaitan dengan informasi dengan firmannya “ Wahai Orang Orang yang beriman, jika datang kepadamua Orang Orang Fasik membawa berita, maka telitilah terlebih dahulu, agar jangan sampai ada keputusan keputusan bodoh terhadap seseorang atau kelompok, kemudian kalian menyesalinya”.
    Firman Allah tersebut diatas menjadi sangat jelas maknany, disaat kita semua tidak mampu hidup tanpa media social.
    1. Salah satu efek negatif dari media sosial atau jaringan itu menyebabkan kecanduan. Menghabiskan waktu berjam-jam di situs sosial dapat mengalihkan fokus dan perhatian dari tugas tertentu. Ini menurunkan tingkat motivasi terutama bagi para remaja dan mahasiswa. Mereka terutama mengandalkan teknologi dan internet bukan belajar pengetahuan praktis dan keahlian dari kehidupan sehari-hari.
    2. Anak-anak dapat sangat dipengaruhi oleh situs jejaring sosial ini jika mereka diizinkan untuk menggunakannya, Karen banyak situs situ pronografi di media sosial dan situs situs yang berisi kekerasan dan kebencian. Fitnah dan caci maki, yang dapat merusak perilaku anak bangsa. Betapa banyak kejahatan kejahatan yang mengerikan yang timbul karena kecanduan sesorang terhadap social media dan ketidak mampun untuk memilah memilihnya.
    3. Kelemahan lain dari media sosial adalah bahwa pengguna terlalu banyak informasi informasi bohong yang dapat menimbulkan ancaman bagi pribadi, kelompok bahkan Masyarakat dan negara. Bahkan dengan pengaturan keamanan yang ketat sekalipun informasi informasi tersebut dapat masuk ke jejaring social kita karena dapat dilakukan hanya dengan satu ketukan jari tangan.

    Apa yang saat ini terjadi di Indonesia, yang melanda kita semua dengan begItu deras dan dasyatnya, adalah bagian daripa Manfaat dan Mudhorot dari social media. Ironinya sudah sedemikian membahayakan, karena sudah mengarah pada terusiknya budaya asli Nusantara yang sebernarnya syarat dengan “ Toleransi dan damai”, dengan derasnya gelombang modernisasi di bidang ICT ini “ BHINEKA TUNGGAL EKA” kebanggan kita sedang tercabar. (DAS)
    (Bersambung ...)

    , , , ,



    ELVIPS.COM - Saya sebetulnya terus mengamati nasib Rizieq di era Kapolri Tito. Setelah menikmati masa kejayaan di era SBY sebagai ‘attack dog’nya aparat, kini di jaman Ahok-Jokowi merana. Saat Tito menjadi Kapolda Metro Jaya 2014, 21 Anggota FPI termasuk Habib Novel ditangkap. Novel sendiri masuk penjara. Sejak saat itu kiprah FPI meredup dan mulai berkedip-kedip.

    Akan tetapi nasib tidak bisa diprediksi. Kesempatan emas bagi FPI datang tanpa diundang. Keputusan SBY menjadikan puteranya, Agus sebagai calon Gubernur DKI, membuat FPI tersenyum lebar. Publik paham bahwa lawan tangguh Agus adalah Ahok. SBY yang cerdas, lagi-lagi menggunakan FPI sebagai ‘attack dog’nya. Seolah SBY kembali ingat masa lalu, ketika ia seolah-olah membiarkan FPI sebagai ‘attack dog’ aparat. SBY paham bahwa Ahok bisa ditekuk dengan senjata agama.

    Seandainya Ahok tidak menyerempet Surat Al-Maidah ayat 51 itu, Ahok tetap saja menjadi sasaran kampanye SARA Habib Rizieq. Publik juga yakin bahwa menjelang Pilkada DKI, FPI akan bergerak lebih ganas berkampanye anti Ahok. Lima tahun sebelumnya FPI dengan di bawah pimpinan Rizieq, telah berjuang menghentikan Ahok dengan berbagai cara. Nah, dengan adanya pencalonan Agus dari kubu Cikeas, Rizieq-FPI seolah mendapat teman baru, energi baru.

    Bagai mendapat durian runtuh, sebaris ucapan Ahok tentang Surat Al-Maidah itu digunakan menjadi senjata dahsyat. Dipicu dengan video Buni Yani yang telah diedit, ucapan video Ahok bagai kilat menyebar ke seluruh pelosok jagat maya. Jadilah Rizieq dengan cekatan memanfaatkan ucapan Ahok itu untuk menghimpun dukungan.

    Lewat Fatwa MUI, Rizieq membentuk GNPF-MUI. Aksi bela Islam I, II dan III terlaksana membahana. FPI kembali berjaya. Rizieq mendapat gelar sebagai ‘The man of the year’ dari komunitas Tionghoa. Mantap. Rizieq juga terlihat beberapa kali bertemu dan duduk bersama dengan Kapolri Tito. Yang menarik adalah kesediaan Tito merangkul Rizieq.

    Taktik Tito merangkul Rizieq sebetulnya, hanyalah sementara. Alasannya, saat gencar-gencarnya aksi demo, posisi Rizieq lagi di awang-awang. Rizieq bagai aktor hebat yang sedang memanen dukungan untuk menghantam Ahok. Ia dengan amat mudah dapat bersatu dengan para lawan politik Ahok untuk menghancur-leburkan Ahok.

    Tito yang cerdas mengikuti arah angin yang memihak Rizieq. Ia merapat dan duduk bersama dengan Rizieq untuk sementara. Dan Tito berhasil. Rizieq bagai singa ganas, dapat dijinakkan dengan elusan halus di punggung. Taktik Tito yang mau berbicara dengan Rizieq berefek aksi demo berlangsung damai dan bahkan super damai.

    Jelas, Rizieq tidak selamanya di atas angin. Ketika arah angin mulai menghuyunkan Rizieq, Tito sudah siap menerjangnya. Tito sangat paham, bahwa orang yang berada di balik kasus-kasus intoleran selama ini adalah Rizieq dengan FPI-nya. Dengan menekuk Rizieq dan FPI-nya maka NKRI sebetulnya amat mudah ditegakkan.

    Akan tetapi Tito tidak langsung menekuk Rizieq. Tito juga paham bahwa ada beberapa kekuatan di belakangnya. Jadi untuk menekuk Rizieq, maka orang-orang yang sempat membuat dia berada di atas angin, yang pertama-tama dipreteli. Dan itulah yang terjadi. Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, dan kawan-kawan, sudah ditekuk. Setelah itu, kini kubu Cikeas sedang dipanah terkait penyandang dana makar. Gde Sardjana yang telah terbukti mentransfer uang ke Jamran, adalah pintu awalnya.

    Ketika angin sudah mereda dan Rizieq sudah berada di daratan, saatnya mulai menekuk Rizieq. Laporan-laporan tentang Rizieq soal penistaan agama, laporan tentang penghinaan Pancasila, serta laporan penghinaan uang baru, kini mulai diproses. Nah, tentu saja di antara laporan-laporan itu, yang paling sensi adalah laporan tentang penghinaan Pancasila. Hal itu mendapat moment bagus ketika militer Australia menghina Pancasila menjadi Pancagila.

    Jika Gatot dengan tegas memutuskan hubungan militer Indonesia dengan Australia karena menghina Pancasila, mengapa Rizieq yang menghina Pancasila dibiarkan bebas berkeliaran? Jelas momen tepat datang. TNI dan segenap rakyat mendukung Polisi mengusut si penista Pancasila, Habib Rizieq. 

    Panggilan pemeriksaan kepada Rizieq untuk diperiksa 5 Januari 2017 dilakukan. Prediksi polisi bahwa Rizieq tidak datang, lagi-lagi benar. Bukankah saat dipanggil terkait soal makar kemarin, Rizieq juga tidak datang? Rizieq mangkir dengan alasan sakit. Kalau demo tidak sakit, kalau diperiksa polisi sakit. Menarik. Pertanyaannya mengapa Rizieq sakit saat dipanggil soal Pancasila?

    Sebetulnya Rizieq dilanda stress saat mempertimbangkan panggilan polisi itu. Kalau Rizieq datang, ia merasa malu. Bagaimana mungkin orang pembawa damai “The man of the year’ memenuhi panggilan polisi Jawa Barat? Bukankah Rizieq pernah berdiri sejajar dengan Jokowi saat demo 212? Bagaimana mungkin seorang Rizieq yang pernah duduk sejajar dengan Tito, memenuhi pangilan polisi Jawa Barat? Lalu bagaimana mungkin Habib Rizieq, yang didaulat sebagai imam besar umat Islam Indonesia datang untuk diperiksa? Malu.

    Akan tetapi kalau tidak mau datang, Rizieq ingat wajah Tito. Tito adalah Kapolri cerdas, tegas dan berani. Dialah yang menekuk FPI saat mendemo Ahok di Balai Kota. Selama Tito menjadi Kapolda Metro Jaya, Rizieq dengan FPInya terpaksa memilih tiarap. Namun kalau panggilan polisi itu tidak dipenuhi apa kira-kira reaksi Tito? Mungkinkah dia akan menjemput paksa saya alias ditangkap. Memikirkan hal itu, Rizieq sakit, stress.

    Jawaban perdebatan pikiran Rizieq itu, akhirnya dia mendapatkannya hari ini (9/1/2017). Tito sudah mengeluarkan ancaman bahwa jika Rizieq mangkir, maka akan dijemput paksa. Menurut Tito, Rizieq tidak memenuhi panggilan penyidik pada tanggal 5 Januari 2017 lalu dengan alasan sakit. Karena itu Rizieq rencananya akan diperiksa kembali pada tanggal 12 Januari 2017 mendatang.

    “Yang bersangkutan (Rizieq Shihab) sedang diproses hukum di Jawa Barat. Dipanggil tanggal 5 Januari kemarin tapi tidak hadir dengan alasan sakit. Dipanggil kembali tanggal 12 Januari 2017”, ujar Kapolri Tito. “Kita lihat, datang atau tidak. Jika datang diperiksa. Jika tidak, sesuai hukum, KUHP tentu kita lakukan surat perintah membawa”, tegas Tito seperti dilansir oleh Merdeka.com (9/1/2017).

    Saya yakin bahwa Tito kini mendapat momen yang tepat untuk menekuk Rizieq. Ketika Indonesia tegas kepada Australia yang menghina Pancasila, maka Indonesia juga tegas kepada seorang Rizieq yang melakukan hal yang sama. Dan sentimen inilah yang hendak dipakai Tito untuk menekuk Rizieq. Akankah Rizieq menolak datang lagi? Atau dia memilih untuk dijemput paksa? Mari kita dengar jawaban sikura-kura.

    https://seword.com/politik/taktik-jitu-kapolri-tito-tekuk-habib-rizieq/

    , , ,


    ELVIPS.COM - Sputnik berhasil mewawancarai seorang Kapten dari Tentara Suriah bernama Antoine Abboud, yang saat ini berada di distrik Timur Aleppo. Dalam wawancara yang dilaporkan Sputnik pada Jum’at (16/12), Abboud, kapten yang beragama nasrani itu menceritakan apa yang ia alami selama pertempuran melawan teroris disana.

    Sebelumnya pada hari itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa semua distrik di Aleppo Timur telah dibebaskan dari teroris, sementara beberapa kantong militan masih tetap ada perlawanan.

    Abboud menyatakan bahwa selama perang ia tidak tahu apa yang dibicarakan media diluar sana karena bagi tentara hampir-hampir tidak ada akses untuk internet.

    “Aku tidak tahu apa yang dibicarakan media. Aku tidak bisa menonton televisi. Para prajurit tidak memiliki internet, mereka tidak tahu apa yang dikatakan (oleh media-media tersebut). Apa yang kami ketahui adalah bahwa ketika kami datang ke Aleppo, situasi disana sangat buruk. Salah satu prajurit saya bahkan terbunuh,” jelas Abboud kepada Sputnik.

    Abboud menceritakan bahwa tentara berusaha semampunya untuk menyelamatkan masyarakat. Ia menceritakan salah satunya ketika di Kota Tua ada seorang perempuan yang jatuh sakit. Para prajurit memanggil dokter tentara dan dokter itu mengatakan bahwa wanita tersebut membutuhkan operasi, “Dokter memulai operasi dengan segera untuk menyelamatkan hidupnya,” katanya.

    Berbicara tentang pertempuran di Aleppo, sang kapten mengatakan bahwa teroris al-Nusra berpembunuhan warga sipil di Aleppo.”

    “Orang-orang meminta kami untuk memberi bantuan makanan, dan kami beri mereka makanan. Seorang tentara bahkan menggendong seorang pria tua di punggungnya,” kenang Abboud.



    Berbicara tentang pertempuran di Aleppo, sang kapten mengatakan bahwa teroris al-Nusra berada di balik pembunuhan warga sipil di Aleppo.”

    “Aku hanya ingin kebenaran terungkap Aku tidak tahu apa yang dikatakan internet, apa yang dikatakan di televisi. Aku hanya peduli dengan kebenaran dan kami datang untuk membantu rakyat kami, saudara-saudara kami,” jelas Abboud.

    AS Bantu Teroris di Aleppo

    Abboud mengatakan bahwa AS telah membantu al-Nusra. “Front al-Nusra memiliki roket TOW. Dari mana para teroris mendapatkan roket ini? Mereka memiliki pasokan makanan, senjata, obat-obatan Amerika, dan lain-lain.” Tentara Suriah telah menemukan semua ini saat mereka berhasil membebaskan Aleppo.

    Ia juga menambahkan bahwa teroris al-Nusra telah melakukan penyerangan terhadap rumah sakit Rusia yang menewaskan dua orang dokter Rusia. 

    “Sudah lima tahun lamanya, kami kesulitan mengambil alih kota (Aleppo) karena ada warga sipil, perempuan dan orang-orang tua yang tinggal di Aleppo,” kata sang kapten menjelaskan mengapa Tentara Suriah sangat berhati-hati dalam operasinya. “Tidak ada jet Rusia selama pertempuran bulan lalu,” tambahnya.



    Tentara Arab Suriah

    Berbicara tentang kesatuan Angkatan Darat Suriah yang memainkan peran dalam pembebasan ini, Kapten Abboud mengatakan, “Tentara Suriah terdiri dari warga negara Suriah saja. Kami berasal dari berbagai kota, dari Aleppo, Damaskus, Deir ez-Zor, dan lain-lain, tapi semua berasal dari kota-kota di Suriah saja. Saya seorang Kristen, tapi kami berada di dalam kesatuan Tentara Suriah. Ada orang Alawi, Kurdi, Sunni, Syiah, dan kami semua bersama-sama berjuang melawan teroris.”

    Sementara, para teroris al-Nusmelakukan pembunuhan berasal dari Afrika dan Chechnya. Abbuoud menyebutkan bahwa di Suriah tidak ada orang Afrika. Jadi, para teroris ini sebetulnya bukan orang Suriah.”



    Berbicara tentang langkah apa selanjutnya yang tengah disusun Angkatan Darat setelah pembebasan Aleppo, sang kapten mengatakan, “Saat ini di Aleppo situasinya sangat tenang. Orang-orang sangat senang di distrik tempat saya berada sekarang. Mengenai langkah selanjutnya, saya belum tahu karena komandan saya belum memberi instruksi apa pun. Namun di satu sisi, kami sedih karena teroris kini pergi ke Idlib”.

    Ia menambahkan bahwa yang ia inginkan hanyalah melenyapkan teroris. “Saya hanya ingin menghancurkan teroris. Mereka adalah teroris dan mereka ingin membunuh semua orang (yang tak sepaham). Mereka akan membunuh sebanyak mungkin orang di Suriah atau mungkin di negara lain.

    Abboud mengatakan bahwa distriktempat ia berada sekarang dalam keadaan damai dan tenang. Namun, ada banyak rumah yang berada dalam kondisi rusak parah dan bahkan banyak yang telah hancur sepenuhnya.



    Warga Aleppo Rayakan Kemenangan

    “Ketika Tentara Suriah datang ke Aleppo, kami menyediakan tempat penampungan sementara untuk para warga. Sekarang, renovasi telah dimulai di distrik Kota Tua di Aleppo Timur. Ada makanan dan air. Palang Merah telah tiba dan ada dokter, ambulans, roti dan air bagi masyarakat,” kata kapten nasrani itu.

    Ketika mengomentari pembebasan Aleppo ini, utusan Rusia untuk PBB di Jenewa mengatakan bahwa klaim tentang dugaan “kekejaman” yang dilakukan oleh tentara Suriah adalah “palsu.” Pada saat yang sama, kejahatan yang dilakukan oleh militan yang mengendalikan Aleppo timur justru telah terbukti. (ARN)

    , ,


    ELVIPS.COM - Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) mengungkap 10 fakta tentang Suriah yang selalu ditutup-tutupi oleh media-media takfiri di tanah air. Sekretaris Al-Syami Muhammad Najih Arromadloni menjelaskan bahwa pihaknya mempunyai tanggung jawab untuk meluruskan kebohongan-kebohongan publik dan data-data manipulatif yang diakibatkan oleh fabrikasi media-media tersebut.

    “Seperti pada Rabu, 11 Mei 2016 kemarin, Al-Syami juga menjelaskan fakta-fakta tersebut dalam diskusi publik di Fakultas Hukum UGM,” jelas Najih kepada NU Online, Sabtu (14/5).

    Berikut 10 fakta tentang Suriah yang berhasil diungkap oleh Al-Syami, yang merujuk pada salah satu tulisan di Kompasiana:

    1. Pemerintah Suriah tidak pernah membantai Sunni. Hasil pemilu presiden Suriah yang diawasi lembaga-lembaga independen Juni 2014 kemarin, Assad terpilih kembali dengan perolehan 88.7 persen suara rakyat. Sedangkan kaum Sunni itu mayoritas (74 persen) di Suriah. Itu artinya mayoritas mutlak rakyat Suriah yang Sunni dan apapun latarnya masih mencintai Assad. Itu yang selalu ditutupi media-media Takfiri. Jika Assad adalah pembantai Sunni, mungkinkah mayoritas rakyatnya yang Sunni tersebut memilih dia?

    2. Satu lagi propaganda murahan yang menyebut Rezim Suriah adalah Rezim Syi'ah. Faktanya, Mayoritas kabinet pemerintahan di Suriah diisi oleh orang-orang Sunni. Jabatan-jabatan penting seperti Wakil Presiden, Wakil Presiden 1, Perdana Menteri, Deputi Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Menteri Informasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dll diisi orang-orang Sunni. Grand Mufti resmi Suriah Syekh Ahmad Badruddin Hassun pun seorang ulama besar Sunni. Bahkan istri Bashar yaitu Asma al Assad adalah seorang Muslimah Sunni dari Homs. Ini semua adalah fakta-fakta yang selalu ditutupi media-media radikal tanah air.

    3. Dan (lagi) fakta yang selalu ditutupi mereka, para pemberontak di Suriah mayoritas bukanlah rakyat Suriah, tapi para militan takfiri asing yang datang dari 83 negara (termasuk Indonesia), korban cuci otak sektarian yang rame-rame menginvasi Suriah dengan kedok "jihad". Bahkan situs SOHR (Syrian Observatory for Human Rights) yang berafiliasi dengan oposisi pun mengakui > 70 persen militan yang memberontak di Suriah adalah para militan asing/jihadis impor (bukan rakyat Suriah).

    4. Fitnah-fitnah Assad membantai Sunni baru ditebar 5 tahun terakhir, tepatnya sejak invasi puluhan ribu militan takfiri asing ke Suriah. Faktanya, sebelum itu tidak pernah terdengar isu-isu tersebut. Bashar al Assad sudah berkuasa sejak tahun 2000 dan sampai hari ini Sunni masih mayoritas di Suriah (74 persen). Kalau benar Assad membantai dan menggenosida kaum Sunni Suriah, seharusnya sudah habis semua Sunni di Suriah, wong dia sudah berkuasa 16 tahun. Kenyataannya sampai hari ini Sunni masih mayoritas di Suriah. Apa masih percaya dengan isu murahan tersebut?

    5. Pada 2009, Qatar mengajukan proposal agar Assad melegalkan jalur pipa gas alamnya melintasi Suriah dan Turki untuk menuju Eropa. Bashar al Assad menolak proposal ini dan pada 2011 ia justru menjalin kerjasama dengan Iraq dan Iran untuk membangun jalur pipa ke Timur. Qatar, Saudi dan Turki adalah pihak yang paling sakit hati dan dirugikan oleh keputusan ini. Khayalan mereka untuk mendapat pemasukan Milyaran dollar dari ekspor Migas buyar seketika. Apa kalian terkejut jika hari ini Saudi, Qatar dan Turki menjadi negara-negara yang paling getol mensponsori dan mempersenjatai para teroris yang hendak menggulingkan Assad?

    Kenapa USA dan NATO juga sangat berambisi menggulingkan Assad? Karena mereka dan ketiga negara tersebut adalah sekutu dan mitra bisnis utama. Keputusan Assad akan menguatkan posisi Iran secara ekonomi maupun politis dalam pasar tambang Migas di Timur Tengah dan mengecilkan pengaruh USA dan sekutunya. Apa USA rela?

    6. Sejak perang Arab-Israel pada 1948 hingga perang edisi ketiga pada 1967, Suriah tidak pernah absen dalam mengirim pasukan militernya melawan Zionis. Suriah bersama Mesir, Iraq dan Jordan saat itu (1967) mengirim 547.000 pasukan melawan Zionis di Sinai dan Golan. Bahkan ketika negara-negara Arab tersebut sudah berdamai dengan Israel, Suriah adalah satu-satunya Rezim Arab yang hingga hari ini tidak bersedia menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Hingga perang Suriah dan Israel terus berlanjut pada Yom Kippur 1973 atas pendudukan Israel di Golan. Hingga hari ini PBB harus menurunkan pasukan perdamaiannya di Golan dan menetapkan sebagian wilayah tersebut sebagai zona netral.

    7. Suriah hingga hari ini adalah penampung terbesar pengungsi Palestina di Timur Tengah. Jutaan pengungsi Palestina telah diterima dengan tangan terbuka oleh Pemerintah Suriah sejak 1948 di kamp-kamp pengungsi Yarmouk, Neirab, Handarat, Aleppo dll. Mereka diberi fasilitas Sekolah, Rumah Sakit dll layaknya warga sendiri. Bahkan Assad pun dijuluki sebagai Bapak Pengungsi Palestina. Mereka beranak pinak di Suriah hingga hari ini. Dan tidak mengejutkan jika para pejuang Palestina dari PFLP-GC di Yarmouk (cabang PFLP yang bermarkas di Gaza) dan Brigade al-Quds (sayap militer Jihad Islam Palestina di Gaza) sejak awal konflik mengabdi pada Suriah dan bergabung dengan Tentara Arab Suriah melawan para teroris.

    8. Sebuah strategi militer baru telah dimulai di Suriah. Hal ini merubah Suriah selama 15 tahun terakhir kepada sebuah kekuatan militer yang nyata yang lagi-lagi akan mengancam Israel, khususnya pada tingkat pengembangan roket dan persenjataan militer yang lain. Israel melihat ini sebagai ancaman besar. Roket-roket Khaibar M-302 buatan Suriah telah membantu Hizbullah dalam perang 2006 melawan Israel di Lebanon Selatan untuk menghujani Haifa dan kota-kota lain di Israel. Bahkan roket-roket yang sama juga telah digunakan para pejuang Muqawwamah Palestina seperti Hamas, Jihad Islam dan PFLP di Gaza yang membuat pertama kalinya dalam sejarah 1,5 juta Zionis masuk ke dalam bunker perlindungan bom. Suriah bukan hanya gerbang atau jembatan transportasi dan komunikasi antara pejuang Muqawwamah dan Iran, tapi Suriah adalah adalah pendukung nyata pejuang-pejuang resistensi di Lebanon dan Palestina. Suriah adalah bagian vital dalam perjuangan melawan Zionis.

    9. Setelah Hamas diusir dari Jordania pada 1999, di saat negara-negara arab mengucilkan dan mengabaikan Hamas. Suriah membuka tangannya dan menyediakan ibukota negaranya untuk menjadi markas Hamas. Bashar al Assad membangunkan kantor pusat Hamas di Damaskus pada 2001, melalui markas ini Suriah rutin berkoordinasi menjalin cara menyuplai persenjataan kepada kelompok-kelompok Muqawwamah di Gaza, tidak hanya Hamas. Sebutkan jika Saudi, Turki, dan Qatar pernah menyuplai senjata atau sebutir saja peluru untuk pejuang Palestina?

    10. Mundur ke belakang bicara Libya. Di Libya bahkan tidak ada yang namanya Syi'ah, tapi nyatanya terjadi perang selama 4 tahun di sana. Para pemberontak takfiri bekerja sama dengan NATO dan USA akhirnya berhasil membunuh pemimpin Sunni Muammar Qaddafi secara keji. Masih ingat saat itu media-media radikal di Indonesia menggelari Qaddafi sebagai Toghut, Fir'aun, dan julukan-julukan keji lain dalam rangka perjuangan mereka demi menegakkan Khilafah. Khilafah apa yang sudah tegak? Belajarlah dari pola permainan ini.

    Namun demikian, Al-Syami juga memberikan catatan soal tindakan kekerasan Assad terhadap para penentangnya. Al-Syami mengutuk segala bentuk tindakan rezim Assad yang mencederai nilai kemanusiaan, termasuk langkah Assad yang memperlakukan demonstran secara represif dan tanpa pandang bulu.

    Krisis politik dan perang saudara yang terjadi di Suriah menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Konflik yang menelan ratusan ribu korban ini banyak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mempertajam sentimen sekte dalam Islam, terutama Sunni dan Syiah. Al-Syami dalam hal ini mengimbau Muslim secara luas untuk menilai tragedi berdarah tersebut secara objektif.

    Al-Syami mengaku mendukung proses penyelesaian konflik tersebut menuju kondisi yang lebih aman dan damai bagi rakyat Suriah, tanpa pernah membela salah satu pihak, baik rezim Assad maupun oposisi.

    Terkait dengan penyelenggaraan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) yang digelar NU pada 9-11 Mei 2016 lalu di Jakarta, Al-Syami yang masih diketuai oleh Ahmad Fathir Hambali ini menaruh harapan besar terkait forum internasional itu.

    “Melalui Isomil, kami berharap ada penyamaan persepsi antara para pemimpin ulama moderat di seluruh dunia yang selalu mengedepankan sikap tawazun di tengah krisis tabayun yang menimpa masyarakat dunia Islam saat ini,” ujar Najih menandaskan. (Fathoni).

    , ,


    ELVIPS.COM - Kondisi di Suriah tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang, kita harus faham bahwa di sana terjadi pepeng antara Rezim berkuasa (Bashar al-Assad) vs Pemberontak.

    Kelompok anti pemerintah juga terdiri dari banyak sekali kelompok yang juga saling membunuhi satu sama lain. Jika disederhanakan, kelompok "pemberontak" yang juga saling berperang itu antara lain Front Syrian Army (FSA), Mujahidin, Milisi al-Nusra yang didukung al-Qaeda, Jund al-Aqsa, Syrian Revolutionary Command Council, dan tentunya IS (ISIS/ISIL/Daesh).

    Itu masih ditimbrungi pasukan dari batas negara semacam Hisbullah (Hezbollah), Tentara Revolusi Iran, Pasukan Kurdi, dan lain-lain. Pasukan resmi dari luar Syria juga hadir, antara lain Rusia dan Iran yang menyatakan mendukung Presiden Assad, dan Arab Saudi, Amerika, Inggris, Belgia, Prancis, dan Yordania yang "mendukung" sebagian pemberontak.

    Seperti dalam bagan di atas, kondisinya sangat ruwet, misalnya: pasukan tentara resmi Suriah melawan Al-Nusra yang didanai Al-Qaeda. Al-Qaeda menyatakan tidak ada hubungan dengan ISIS. Di sini ISIS memerangi pemerintah Assad. Amerika kontra Assad tapi juga "kontra" ISIS (yang dulu mereka bentuk, latih, dan danai), Rusia mendukung Assad, juga Kontra ISIS dan Al-Nusra. Al-Nusra saling membunuh juga dengan ISIS dan FSA, padahal ketiga milisi itu juga melawan Presiden Assad, dan seterusnya, silakan lihat bagan yg sudah disederhanakan itu.

    Belakangan ini marak hashtag #SaveAleppo, padahal haqqul yaqin 99% populasi di luar Suriah dan sekitarnya tidak tahu apa yang terjadi.

    Misalbya saja di Indonesia, isu 10-20jt Tenaga Kerja asal Tiongkok saja dimakan mentah-mentah, padahal itu adalah target kementrian pariwisata untuk mendatangkan wisatawan asal Tiongkok ke indonesia. Tenaga kerja asal tiongkok sendiri diperkirakan di angka 20 ribu pekerja, jauh di bawah TKI kita yang bekerja di seluruh dunia.

    Lalu ketika jalan di Car Free Day, banyak anak-anak muda mengumpulkan donasi untuk korban di Aleppo. 100% kita tentu setuju, faktanya banyak anak kecil dan perempuan serta warga sipil lainnya terjebak di Aleppo, sebagian memang tidak tahu harus mengungsi di mana, sebagian lagi dilarang meninggalkan kota dan dijadikan propaganda dan tameng hidup oleh para pemberontak. Warga sipil tersebut akan ditembak pemberontak apabila mencoba keluar dari batas kota.

    Kita tentu ikut bersimpati dan bersedih hati atas musibah kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara kita, warga sipil yang tidak berminat dengan perang dan pembunuhan, tetapi terjebak dan menjadi korban.

    Bom-bom dari pesawat Rusia dan pasukan presiden Assad tentu banyak juga yang membunuhi warga sipil yg terjebak itu.

    Tapi jangan tepuk dada dulu, pasukan pemberontak juga banyak yang membunuhi warga sipil tersebut secara langsung, dan menjadikan sebagian lainnya sebagai tameng hidup, dan segera mempropagandakan bila ada serangan koalisi manapun yg menyebabkan warga sipil yg mereka pasang tersebut tewas. Tujuannya jelas untuk propaganda, dan kampanye rekruitmen mujahid baru, serta menggalang donasi dari seluruh dunia.

    Bahwa tujuan anak-anak muda di Car Free Day tersebut baik, namun penyalurannya bisa sangat berbahaya..

    Sebagian besar donasi yg tidak dikoordinir Kedutaan Besar RI di Suriah tidak pernah sampai ke korban sipil di Aleppo. Sebagian justru masuk ke kantong pemberontak dan milisi, dan digunakan untuk membayar gaji, logistik, dan persenjataan.

    Bahkan Dubes RI untuk Suriah (kita masih punya Dubes yang tinggal di Suriah, ketika negara lain menarik Dubesnya) menyatakan bahwa, bantuan kemanusiaan resmi berupa obat dan makanan pun, seringkali tidak sampai ke korban sipil, karena dirampas pemberontak di tengah jalan, kurang lebih sedemikian kacaunya..

    Korban jiwa akibat perang sipil di Suriah pun beragam versinya. Versi moderat menyatakan sekitar 470.000 jiwa, versi ekstrim menyebutkan 3,2jt jiwa, itu jumlah orang terbunuh yang sangat banyak di era modern ini, walupun tidak sebanyak 7juta (..ehmm..) peserta aksi di Monas kapan hari yang lalu.

    Mungkin tidak banyak yang menyangka, bahwa awal dari perang sipil Suriah ini adalah demonstrasi "kecil" yang berakhir rusuh, menuntut dibebaskannya 15 anak muda yang bikin corat-coret tembok di Daraa. Fitnah, hoax dan propaganda bersliweran di medsos, ditambah kompor-mengompor dan dana plus senjata untuk pemberontak, maka jadilah revolusi.

    Masih ingat Arab Springs? saat beberapa negara arab mulai kenal demo, ditunggangi, dan akhirnya revolusi menjelma seperti Mesir dan Libia.

    Suriah yg dikenal stabil itu mengalami hal yang sama.

    Dalam dunia intelejen, diketahui bahwa sangat mudah untuk menggerakkan revolusi bila ada dana dan senjatanya.

    Iraq dan Iran juga pernah disasar untuk direvolusikan dalam Arab Springs, tapi gagal. Iran terlalu kuat, sedangkan Saddam Hussein yg tidak mempan didemo, justru dikeroyok pasukan koalisi dengan alasan punya senjata pemusnah massal yang belum pernah ketemu sampai sekarang.

    Tumbangnya Iraq adalah salah satu cikal bakal ISIS/Daesh/ISIL yang kejam takterperikan itu.

    Demokrasi adalah alat untuk menumbangkan kekuasaan yang sangat efektif, bahkan tanpa ditumbangkanpun, dalam 2 periode (di Indonesia misalnya), rezim akan berganti sendiri, rakyat punya kuasa secara baik-baik menumbangkan pemimpinnya, atau juga mensukseskan pemimpin dan penggantinya setiap diadakannya pemilihan umum.

    Suriah menjadi hancur seperti neraka diawali dengan tidak dilaksanakannya demokrasi dan aturan hukum dengan baik. Dibumbui dengan demo dan
    , dibumbui fitnah dan hoax, plus kepentingan musuh negara.

    Oleh karena itu jangan main-main dengan hoax dan fitnah, jangan main-main pula dengan demo dalam jumlah massa yang besar, karena bila ada provokator, atau sniper gelap misalnya, bisa berujung rusuh, yang bila dikelola dengan baik oleh musuh bisa menjadi bola salju yang bisa membesar dan memusnahkah bangsa ini, memusnahkan baik yang setuju, ataupun yang tidak setuju..

    Seperti Suriah ... seperti Aleppo ...
    (Bintang Noor Prabowo)

    , ,


    ELVIPS.COM - Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Mohammad Emami Kashani, dalam khutbah Jumatnya (16/12), menyampaikan ucapan selamat atas pembebasan kota Aleppo di utara Suriah dari pendudukan para teroris dan mengatakan, "Muqawama dan militer Suriah dengan kemenangan mereka di hadapan teroris, mereka telah menang di hadapan rezim Zionis, Amerika Serikat dan Arab Saudi."

    Ayatullah Kashani mengecam kejahatan para teroris di Suriah dan Irak serta upaya mereka memutarbalikkan fakta, seraya menegaskan, "Para teroris yang didukung rezim Zionis berniat membuat masalah Palestina yang merupakan masalah utama dunia Islam itu, terlupakan."

    Khatib shalat Jumat Tehran menyebut rezim Zionis, Amerika Serikat dan Arab Saudi sebagai biang utama semua masalah di dunia Islam, seraya mengatakan, perjuangan dan perlawanan di hadapan musuh-musuh merupakan satu-satunya jalan penyelamatan dunia Islam.

    Ayatullah Emami Kashani juga menegaskan, satu-satunya cara menghancurkan rezim Zionis adalah perjuangan dan perlawanan di hadapan segala kejahatan dan penjajahan rezim ini.

    "Bangsa Palestina akan melanjutkan perjuangan anti-rezim Zionis," katanya.

    Menurutnya, dalam waktu dekat seluruh wilayah Irak dan Suriah akan dibebaskan dari para teroris.

    Ayatullah Kashani di bagian lain khutbahnya menyingung perpanjangan Iran Sanction Act hingga 10 tahun oleh Amerika Serikat dan mengatakan, "[Perpanjangan] sanksi tersebut merupakan pelanggaran Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA)."

    Khatib shalat Jumat Tehran lebih lanjut mengatakan, Republik Islam Iran akan melanjutkan jalannya dengan penuh kemuliaan dan kekuatan serta tidak khawatir dari pihak mana pun. Republik Islam telah mematuhi JCPOA dan pelanggaran Amerika Serikat terhadap kesepakatan tersebut telah terbukti dan disaksikan dunia.

    Ayatullah Kashani memastikan bahwa Republik Islam akan memberikan reaksi tegas dan rasional atas langkah Amerika Serikat.

    Khatib shalat Jumat Tehran jgua menyampaikan selamat atas peringatan Maulid Nabi Saw dan juga hari kelahiran Imam Ja'far As-Shadiq as kepada seluruh umat Muslim di dunia.

    , ,


    ELVIPS.COM - Konflik telah menyebar di berbagai belahan negara Timur Tengah. Semua bergulir satu-persatu secara bergantian, mulai Irak, Mesir, Libya, Yaman, Suriah dan lain sebagainya. Hal ini mendorong KH Hanif Ismail, Pengasuh Pesantren Roudlotul Quran An Nasimiyyah, Semarang menanyakannya langsung kepada ulama asal Yaman, Habib Muhammad Al Junaid Al Hadramiy pada acara Majlis Muwashalah Baina Ulamail Muslimin (Pertemuan Para Ulama) yang digelar di Pesantren Futuhiyah Mranggen, Demak, Selasa (23/8).

    "Faktor apakah yang sebenarnya terjadi sehingga saudara-saudara kita di sana tega melakukan perang antar saudara sendiri seperti di Suriah?" tanya Kiai Hanif. 

    Habib Muhammad Al Junaid menjelaskan bahwa konflik yang terjadi di negara-negara Muslim Timur Tengah bukan karena faktor agama, tapi dipicu masalah politik. "Dari dahulu ulama Ahlus Sunnah dengan Syi'ah atau dengan aliran manapun dan di manapun hidup rukun berdampingan," jelas Habib Al Junaid 

    Namun, lanjut Habib, karena kepentingan politik, agama dibuat tameng dan dibikin pemicu penghalalan hasrat nafsu politik kelompok-kelompok tertentu. “Jika sudah begini, ya sudah, kalau agama sudah dicampur-adukkan dengan kepentingan, hancur,” kata Habib Al Junaid. 

    Perhelatan yang diinisiasi oleh Habib Umar bin Hafidz ini diikuti oleh para mursyid thariqah dan para kiai Jawa Tengah. Hadir sebagai pembicara Habib Muhammad Al Junaid Al Hadramiy, Yaman, Habib Muhsin Al Hamid dan lain sebagainya. (Mundzir/Zunus)

    , , ,


    ELVIPS.COM - Jurnalis perempuan independen asal Kanada Eva Bartlett mengungkap kebohongan media Barat dalam konflik Suriah pada sebuah jumpa pers di Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini.

    “Saya sudah sering ke Kota Homs, Maaloula, Latakia, dan Tartus lalu ke Aleppo, empat kali. Rakyat Suriah mendukung pemerintahnya dan itu adalah kebenaran. Apa pun yang kalian dengar dari media Barat justru kebalikannya,” kata Bartlett, seperti dilansir Russia Today, Rabu (14/12).

    “Dan dalam hal ini, apa yang kalian dengar dari media Barat, saya akan sebutkan–BBC, Guardian, the New York Times, dan seterusnya–tentang apa yang terjadi di Aleppo adalah bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya.”

    dari media arus utama, ujar Bartlett, sengaja menyampaikan berita bohong tentang apa yang sebenarnya terjadi di Suriah. Mereka menjelek-jelekkan pemerintahan Presiden Basyar al-Assad dan mengecam dukungan Rusia terhadap Damaskus.

    kawah bekas serangan udara di aleppo suriah 2016 Handout Reuters

    Seorang reporter laki-laki dari Aftenposten, koran terbesar di Norwegia, menanyakan kepada Bartlett apa yang dia maksud dengan kebohongan itu.

    “Buat apa kami bohong, mengapa organisasi internasional yang ada di lapangan berbohong? Bagaimana Anda bisa menjelaskan dan menyebut kami semua pembohong?” tanya dia kepada Bartlett.

    Wartawati asal Kanada yang sudah meliput di Suriah selama beberapa tahun sejak konflik pecah itu kemudian mengatakan, memang ada jurnalis-jurnalis jujur yang bekerja di media Barat, tapi media-media itu tidak melakukan verifikasi ke lapangan.

    Bartlett kemudian menanyakan apa nama organisasi kemanusiaan internasional yang berada di Aleppo timur selama ini yang dijadikan narasumber media Barat. Wartawan Norwegia itu hanya diam saja dan Bartlett lalu menjawab sendiri pertanyaannya, “memang tidak ada.”

    “Organisasi-organisasi itu mengandalkan laporan dari Pemantau Hak Asasi suriah (SOHR) yang bermarkas di Coventry, Inggris, yang dikelola oleh satu orang. Mereka (media Barat) juga mengandalkan Helm Putih. Organisasi kemanusiaan yang didirikan oleh mantan militer Inggris dan didanai jutaan dolar oleh Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Barat,” ungkap Bartlett.

    white helmets huffington Post

    “Organisasi itu (Helm Putih) bertujuan menyelamatkan warga sipil di Aleppo timur dan Idlib, tapi nyatanya tidak seorang pun warga di Aleppo timur yang pernah mendengar nama mereka.”

    Sementara cuplikan video yang mereka buat, kata Bartlett, berisi anak-anak yang sudah beberapa kali muncul dalam sejumlah laporan lain.

    “Seorang bocah perempuan bernama Aya muncul dalam sebuah video di bulan Agustus, lalu dia muncul lagi di bulan berikutnya dalam sebuah laporan lain di lokasi berbeda.”

    “Jadi Helm Putih tidak bisa dipercaya. SOHR tidak dapat dipercaya. ‘Aktivis tak ingin diketahui namanya’ juga tidak bisa dipercaya. Sekali dua kali mungkin bisa, tapi jika berkali-kali? Tidak bisa dipercaya. Jadi narasumber kalian di lapangan sebetulnya tidak ada,” beber Bartlett.

    Masjid Umayyah di Aleppo REUTERS/Omar Sanadiki

    Seorang jurnalis asal koran Italia Corriere della Sera mempertajam pertanyaannya kepada Bartlett tentang apa perbedaan media Barat dan media Rusia dalam melaporkan konflik di Suriah. Selama ini stasiun televisi Rusia lebih sering menampilkan laporan tentang bantuan kemanusiaan dan upaya damai ketimbang menyalahkan pihak lain.

    “Ini masih berhubungan dengan pertanyaan jurnalis Norwegia tadi yang menanyakan mengapa media Barat menyebarkan berita bohong tentang Suriah. Ini karena memang demikianlah agenda mereka. Jika mereka memberitakan hal yang sebenarnya di Suriah sejak awal maka kita tidak akan ada di sini membahas ini sekarang. Kita tidak akan melihat begitu banyak korban tewas.”

    Bartlett seolah mempertegas apa yang terjadi selama ini di Suriah adalah bagian dari perang propaganda negara Barat lewat media untuk menjatuhkan rezim Suriah sesuai kepentingan mereka.

    Source: www.merdeka.com


Top